
Setelah berdiri didekat pintu mobil dia mengetuk pintu dan bertaka “permisi, apa kamu mengenal kakakku Nadia?”
Wanita yang memegang payung itu bertanya dengan raut wajah gugup “salsa apa yang kamu lakukan? Apa kau mengenal orang itu?”
Detik berikutnya kaca jendela mobil itu turun, Salsa secara langsung melihat wajah Pria yang duduk di dalam mobil, seketika membuatnya membeku dia terpaku karena ketampanannya dan seketika membuat jantungnya berdetak dengan sangat kencang.
Walau jendela mobil hanya dibuka setengah, dia bisa melihat wajah pria itu dari samping dia meyakini jika pria ini adalah karya tuhan yang sangat sempurna, pria itu sangat tampan dengan hidung tinggi dan bibir tipis serta sorot mata yang tajam, wajahnya lebih tampan dari pada Foto yang dia dapatkan.
Selama ini Salsa sudah berkecimpung di industry hiburan yang di penuhi oleh pria tampan, baginya Vicky juga salah satu pria tampan, namun pria yang kini berada didepannya mampu mmebuat jantungnya berdebar tak karuan.
Vicky tidak dapat dibandingkan dengannya, pria ini sangat tampan, dia yakin siapapun wanita yang melihatnya tidak akan menolek pesonanya.
Sebelumnya dia tidak perduli siapa yang berada dibelakang Nadia, karena dia selalu berpikir jika pria yang menjadi kekasih Nadia adalah pria tua bangka yang tidak bisa dibandingkan dengan Vicky.
Tapi setelah melihat pria tampan dan kaya yang mengendarai mobil Lamborghini veneno roadster!
Dia sangat cemburu terlihat dengan jelas expresi wajahnya yang terlihat muram, namun dia segera memperbaiki raut wajahnya dengan mengingi bibirnya, mengubur rasa tidak nyaman didalam hatinya dan tersenyum tipis “Tuan sebelumnya aku tidak sengaja melihatmu dengan saudara perempuanku Nadia, karena itu aku ingin menyapa anda.”
Bryan mengangkat kepadanya dengan acuh tak acuk “Kamu saudara Nadia?”
__ADS_1
Raut wajah Bryan yang dingin membuat salsa terkejut, meskipun terkesan dingin tapi dia tetap terlihat sangat tampan, selama ini dia selalu berpikir jika Vicky sudah tampan, saat dia mengatakan kepada teman- temannya jika dia pacarana dengan Vicky semua temannya merasa iri kepadanya.
Oleh karena ini dia selalu berpikir jika dia pemenangnya dalam hidup ini dari Nadia, namun saat ini dia hanya bisa merasa cemburu dan cemburu “Iya tuan ..”
Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya Bryan sudah memotongnya terlebih dulu “Setahuku Nadia anak Tunggal!”
Salsa membatu mengagah tak percaya, dia tidak pernah berpikir jika hal ini akan terjadi.
Salsa tersenyum canggung sambil memainkan rambutnya dan berkata “Aku saudara sepupunya, namaku Salsa, siapa namamu?”
Mengetahui jika wanita yang berdiri di dekat mobilnya sengaja menggidanya, membuat Bryan merasa jijik, dia sudah sering melihat wanita dengan motif terselubung seperti Salsa, sangat mudah menebak jalan pikiiran mereka.
Bryan sama sekali tidak memberinya muka, dia langsung memalingkan wajahnya, terlihat dengan jelas dari sorot matanya jika dia merasa sangat jijik.
Seketika hal itu membuat Salsa terkejut dan raut wajahnya berubah drastic, dia selalu berpikir jika dirinya sangat cantik, dia selalu populer di kalangan lawan jenis, pria manapun yang dia dekati akan langsung jatuh cinta kepadanya.
Bahkan Vicky memutuskan Nadia untuk dirinya! Dan dia berpikir jika dia dapat dengan mudah merebut pria lain.
Namun semua tidak berjalan seperti yang dia prediksikanm pria itu membuang umpan yang telah dia berikan.
__ADS_1
Ini suatu pukan terbesar dalam hidupnya, karena dia tidak pernah ditolah oleh pria manapun sebelumnya.
Dia sangat malu dan marah “tuan bukannya kamu sudah sangat kasar?”
“Apa kasar?” Bryan mencibir “Kau bahkan tidak layak untuk berbicara denganku.”
Salsa merasa seperti jatuh dan diguyur air es, dia sangat malu dan marah “Memangnya orang seperti apa kamu? Kamu sombong sekali.”
Mendengar Hal itu membuat Bryan kesal dia menatap Wanita itu dengan tatapan tanpa adanya sedikit kehangatan sama sekali.
Salsa mengidik ngeri saat menerima tatapan darinya, reflek membuatnya mundur selangkah, dia terkejut dan takut disaat bebrsamaan, membuatnya tidak berani mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.
Bahkan teman Salsa yang memegang payung pun terkejut dengan sikap Bryan hingga membuat payung yang dia pengang jatuh tanpa sadar.
Melihat mulut wanita itu diam, bryan berniat pergi.
Melihatnya akan pergi membuat Salsa segera berjata “Aku tidak tahu sudah berapa lama and amengenal saudaraku, dia baru saja putus dengan tunangannya apa anda tidak keberatan menjalin hubungan dengannya?”
“Nadia sangat mencintai tunangannya, apa lagi mereka sudah mengenal sejak mereka masih muda, aku yakin jika dia masih memiliki perasaan kepada tunangannya, aku yakin jika dia sengaja menjalin hubungan denganmu sebagai pelampiasan amarahnya!”
__ADS_1