
Satu jam kemudian. Nadia menerima telepon jika mendepatkan peran pengganti, Bryan mengantarnya pergi kelokasi suting.
Paman Selamet memarkirkan mobil.
Nadia berencana untuk mengucapkan terima kasih, namun mengingat apa yang terjadi tadi malam, membuatnya mengurungkan niatnya, dia melirik Bryan tertidur di sampingnya.
Bryan membuka Matanya bertanya dengan susaranya yang serak “Apa kita sudah sampai?”
“Iya, aku mau turun sampai jumpa” Setelah berpamitan dia segera membuka pintu mobil hendak keluar.
“Apa aku sudah memberiku izin untuk pergi?” Ucap Bryan dengan nada pelan, namun ucapannya mampu menghentikan Langkah Nadia.
Nadia segera menoleh dan bertanya dengan raut wajah bingung “Ada apa?”
Bryan mengerutkan keningnya, memberi perintah dengan nada tidak puas “Kemari”
__ADS_1
Sedikit ragu namun Nadia bergerak kearahnya, Ketika jarak mereka semakin dekat Bryan menariknya kedalam pelukan, belum sempat Nadia bereaksi karena terkejut, Bryan mendaratkan ciuman panas di bibirnya.
Semua berakhir saat Nadia hampir kehabisan oksigen, Jari tangan Bryan yang ramping mengusap bibir Nadia dan berkata “Ciuman penyemangat.”
Nadia keluar dari mobil dengan wajah merah merona, kakinya terasa sangat lemas seolah dia tidak memiliki tulang, mengingat apa yang terjadi di mobil membuat detak jantungnya tak karuan, dia berjalan sambil menundukkan kepala karena takut jika wajahnya yang merona di lihat orang.
Setelah Nadia pergi ke tempat suting, Bryan mengajak paman Selamet untuk pergi keperusahaan.
Nadia segera pergi ke lokasi suting, dia mendengar salah satu kru Film memanggilnya “Apa kamu pemeran pengganti?”
“Ayo cepat suting sebentar lagi mulai, aku akan membantumu merias wajah” kru wanita itu membawa Nadia keruang ganti.
Nadia menerima adegan terjatuh ke kolam renang, dia menggantikan peran dari Rani salah satu artis yang sedang Naik daun saat ini, dia adalah teman Salsa.
Setelah selesai make up dan berganti pakaian Nadia pergi kelokasi, dia pergi menyapa sutra, beberapa kru dan setelah itu pergi menyapa Rani.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka akan melihatmu di ini” Ucap Rani dengan nada mencemoh, saat ini dia sedang bersantai di kursi santai di bawah payung.
Nadia menanggapinya dengan santai “terima kasih telah mengingat orang tidak penting sepertiku.”
“Cih” Rania menatap Nadia dengan tatapan merendahkan “Kamu sudah di campakan oleh Vicky, saat ini tidak aka nada orang yang akan melindungimu, jika dulu kamu tidak mempunyai hubungan dengannya sudah lama kamu akan tersingkir dari industry ini.”
Nadia sama sekali tidak ingin membuang- buang waktu untuk berhubungan dengan gadis sombong yang memiliki bibir padas ini “terima kasih sarannya” sahut Nadia dengan senyum cerah.
“Idih, sana pergi” Seru Rani tak suka ‘sampai kapan kamu akan mempertahanka sikapmu yang tenang ini.”
Nadia bernafas lega, dia segera pergi tepat setalah Rani mengusirnya. Dulu Rania dan Nadia adalah teman dekat, namuan karena sebuah eksalah pahamn hubungan mereka menjadi renggan dan sejak saat itu pula Rani selalu memperlakukannya dengan kasar.
Nadia memiliki penampilan yang sangat cantik, kecantikannya melebihi pemeran utama yang sedang dia gantikan perannya, kemampuan ektingnya sangat bagus, namun di industry hiburan memiliki wajah cantik dan bakat ekting baik tidak bisa membuat seseorang menjadi sukses, jika tidak ada dukungan dari pihak lain.
Di kursi sutra dara setelah selesai mengambil gambar “Ektingnya selalu memuaskan, sayang sekali bakatnya terpendam oleh dunia yang gelap ini” seru Sutra dara, sambil memengan naskah.
__ADS_1
Hampir semua artis yang terkenal memiliki sokongan yang kuat, jika mereka tidak memiliki latar belakang, mereka hanya perlu mencari sugar dady untuk membantu karirnya, namun tidak semua seperti itu.