Istri Tersembunyi CEO

Istri Tersembunyi CEO
Nadia bertemu Vicky?


__ADS_3

“Nadia kenapa kau senyum- senyum sendiri, apa pangeranmu yang menghubungimu?” Tanya Vivi antusias.


Nadia segera menenangkan emosinya, dan meletakkan ponselnya dan tersenyum “Ya, dia memintaku untuk mengajakmu makan malam, mala mini apa kau mau?”


“Tentu saja akum au” sahut Vivi Antusias “Apa pangeranmu berencana mengajak kita makan di tempat mahal? Apa kita harus mengenakan pakaian vormal? Aku sangat gugup saat ini, aku khawatir akan membuatmu malu nanti!”


Nadia memelototinya dan berkata “omong kosong apa yang kau katakan?” Ucap Nadia sambil mencubit pipi Vivi yang sedikit berisi.


“Baiklah aku  akan Bersiap- siap” Ucap Vivi dengan penuh semangat.


Setelah itu Nadia segera mengirip pesan untu Bryan, jika dia menyetujui ajakan makan malamnya.


--


Paman selamet datang tepat jam 5.30 sore, dia memarkirkan Rolls Royce tepat didepan pintu gerbang asrama putri.

__ADS_1


Nadia dan Vivi berjalan kearahnya.


Dengan penuh hormat paman Selamat menyapanya “Nona Nadia.”


Mendengar hal itu Nadia menghela nafas lega, pasalnya dia khhawatir jika paman Slemat akan memanggilnya dengan sebutan Nyonya, dia berpikir jika Bryan terlah mengintruksinya sebelumnya.


Setelah menyapanya paman Selamet menyapa Vivi yang berada di samping Nadia dan mengangguk sopan “Selamat malam Nona. Terima kasih sudah bersedia ikut makan malam mala mini, sebelumya tuan muda menyampaikan jika anda adalah temannya juga, dia sangat berterima kasih karena telah menjaga Nona Nadia selama ini, jadi dia mengundang anda ke jamuan makan untuk mengungkap rasa terima kasihnya.”


“Malam ini dia tidak bisa ikut serta dalam makan malam, sebagai bentuk permintaan maaf, dia telah menyiapkan semua ini untuk anda dan bseharap jika anda akan menyukainya.” Paman Selamat membungkuk mengambil Paper bag dari dalam mobil dan menyerahkannya kepada Vivi.


Dia sangat bahagia terlihat dengan jelas raut wajahnya yang berseri- seri “Astaga! Pangeranmu muura hati sekali, sedah lama aku menginginkan produk kecantikan ini tapi sayang aku tidak punya uang untuk memberli produk- produk ini, aku yakin jika pangeranmu bisa membaca pikiran orang lain walaupu itu dari jarak jauh! Jika tidak bagaimana dia bisa menyiapkan semua ini?”


Nadia juga tidak pernah berpikir jika Bryan akan menyiapkan hadia untuk Temannya.


Vivi dengan semangat menggebu- gebu mengeluarkan botol parfum dan mencobanya ke pergelangan tangannya dan berkata “Astaga ini wangi yang aku inginkan, beritahu padanya jika aku sangat menyukai hadia yang telah dia siapkan.”

__ADS_1


“…” Nadia, dia tidak berpikir jika Bryan adalah orang yang telah menyiapkan semua ini, dia yakin jika asistennyalah orang yang berini siatif untuk memberli semua ini atas intruksinya.


—————————————————————————————————————————————————————


Untuk kedua kalinya Vivi terkejut setelah samapi di restostoran Javs Club yang terletak dihotel Bintang lima, ini pertama kalinya dia melangkahkan kakinya kesini, dia pernah mendengar jika membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk reservasi di Javs Club.


Sebelum dia masuk kedalam mananger Javs Club telah menyambut mereka di depan pintu masuk hotel dengan sangat ramah, semua orang tahu jika tempat ini adalah tempat yang sangat berkelas bahkan pengunjung harus menghormati pekerja yang ada di sini dan sikap mereka juga angkuh, sama seperti tempat mereka berkerja, Tapi saat ini mereka memperlakukan Nadia dengan sangat hormat.


“Aku sangat gugup” seru vivi dengan suara rendah.


“Ini juga pertama kalinya aku datang kesini” Ucap Nadia jujur, interior Restoran ini jaul mebih megah dari pada Restoran yang dia datangi bersama dengan Bryan, dekorasinya terlihat seperti istana Kerajaan.


Saat ini mereka sedang dipandu oleh manager restoran menuju ke tempat duduk mereka, dan tampa mereka sadari jika tempat makan mereka bersebelahan dengan Vicky yang sedang melakukan makan malam dengan kliennya. manager itu mengantar mereka berdua ketempat duduk sambil menyerahkan menu makanan.


Vivi tercengang saat melihat harga setiap didangan yang mencapai jutaan rupiah, dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara rendah “Nadia bukankah tempat ini sangat mahal? Sebaiknya kita kembali saja aku tidak ingin membuat pangeranmu harus mengeluarkan banyak uang malam ini.”

__ADS_1


Walaupun dia ingin makan makanan di tempat mahal tidak semahal ini, yang dia maksud adalah bisa makan steak dengan harga 500 ribu karena itu sudah sangat mewah baginya.


__ADS_2