Istri Tersembunyi CEO

Istri Tersembunyi CEO
Cinta?


__ADS_3

Manager itu emnatap Nadia dengan tatapan tak percaya, seoalh- olah dia mendengar jika besok adalah hari kiamat. Setelah sadar dia segera memberi hormat kepada Nadia “Nyonya Bryan selamat malam.”


“.. selamat malam” Nadia masih tidak terbiasa dengan perlakuan seperti ini, dia marasa tidak nyaman.


Bryan tersenyum tipis, berjalan kedepan dengan memegang erat pinggangnya, selang beberapa langkan dia berbisik “Kau harus terbiasa dengan semua ini, kamu adalah istri CEO BA Group, kamu pantas mendapatkan penghormatan seperti ini, kedepannya kamu akan mengetahu seberapa menguntungkan menajdi nyonya Bryan, semua kebaikan akan bersamamu.”


“kedepannya kamu akan terbiasa dengan semua ini.”


Bryan semakin mendekatkan wajahnya, bibirnya menyentuh daun telinga Nadia.


Nadia merasakan kelembutan bibirnya yang mengesek daun telinganya, menghirup aromanya yang maskulin dan suara dalam membuatnya membangkitkan gairahnya, detak jantungnya saat ini sangat tidak karuan seolah- oleh dia mendengar drum dari dadanya.


Jarak ini sangat intim.


Nadia berniat menyuruhnya menjauh dan saat dia menoleh bibirnya menyentuh pipinya, keduanya terkejut secara bersamaan.


Bryan menatapnya dengan terkejut namun setelah melihat rona merah di wajah Nadia, bercak api melintas dalam sorot matanya yang tajam.


Nadia merasa sangat malu, dia ingin membuat lubang dan melarikan diri secepat mungkin.


Managar yang melihat hal itu juga terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat, rumor yang beredar selama ini jika CEO Bryan adalah orang yang sangat suci dan selalu menjaga jarak dari seorang wanita, dan apa yang baru saja dia lihat?


Selama ini tidak perduli seberapa canti dan sexyy wanita yang berusaha mendekatinya selalu di perlakukan seperti angin lalu, dia sama sekali tidak pernah menunjukkan ketertarikannya kepada wania- wanita itu.


Sebelumnya beredar rumor yang mengatakan jika ada model sexy yang dengan sengaja menggodanya di hotel tanpa sehelai benang, model itu gagal dia di usir dari ruangan Bryan oleh pengawalnya, dan saat ini model itu sudah di blokir tidak bisa kembali ke indutri itu lagi.


Setelah kejadian itu, para wanita yang ingin menjalin hubungan dengannya dengan segala cara mereka tidak lagi memiliki keberanian untuk melakukan hal itu lagi.


Setelah memperhatikan apa yang terjadi, manager itu berpikir jika Bryan lah orang yang mengejar Nyonya Bryan, dan sering menggodanya sampai- sampai membuatnya malu, dia berpikir jika Bryan menyukai gadis polos dari pada para model sexy itu.


Wajah Nadia masih merona meskipun sekarang mereka duduk. Detak jantungnya masih berdetak sangat kencang setiap kali dia mengingat ciuman singkat itu.

__ADS_1


Sementara Bryan yang memperhatikan Nadia, dia merasa bergairah saat menatapnya terlihat jelas dari sorot matanya.


Nadia sangat gugup dia sama sekali tidak berani melihat kearahnya, dia tahu jika pria itu sedang  menatapnya, dia merasa gugup dan gelisah dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya saat bersama dengan Vicky.


Seorang pelayan datang membawa menu.


Bryan dengan santai membuka halaman kemudian bertanya “Kamu mau makan apa?”


“Apa saja” sahut Nadia singkat.


“Apa ada makanan yang tidak kamu suka?” Tanya Bryan.


“Tidak!” Nadia.


Bryan tertawa kecil, dengan santai dia berkata “Baguslah akan sangat mudah untuk membesarkanmu, karena kamu tidak suka pilih- pilih makanan.”


Nadia membeku, dia berpikir jika pria ini segara mengodanya, dia merasa jika detak jantungya berdetak sangat kencang jika ini terus berlanjut dia tidak sanggup untuk menanggungnya.


“emm Apa?” Seru Bryan dengan santai.


Nadia berpikir jika pria yang menjadi suaminya sangat cantik dia tidak berani menatapnya lama- lama, dia hanya bisa melihatnya beberapa detik sebelum menunduk karena malu “Dengan apa yang kamu miliki kenapa kamu memilihku?”


dia berpikir jika banyakk wanita di dunia ini yang akan berbindong- bondong untuk menjadi istrinya, dengan status sosial yang jaul lebih baik darinya.


Nadia sadar jika dia memiliki wajah yang cantik tapi dia tidak terlalu narsis sampai berpikir jika orang seperti Bryan akan jatuh cinta kepadanya dalam pandangan pertama, karena sudah pasti sebagai pewaris dari BA Group, Bryan sudah sering bertemu dengan wanita canti dari beberbagai penjuru dunia.


“Apa kamu ingin tahu?” Tanya Bryan sambil menautkan alisnya.


“Ya” Sahut Nadia dengan sungguh- sungguh.


“Karena kamu adalah satu- satunya wanita yang membuatku merasa nyaman” Bryan sama sekali tidak ingin menutup- nutupi dia berkata dengan jujur “selama ini aku merasa sangat kesal jika ada wanita yang mendekatiku, namun tidak denganmu, aku ingin kita menghabiskan waktu bersama agar aku tahu apa alasannya.”

__ADS_1


Nadia terdiam beberapa saat, sebelumnya saat perjalan ke mall Paman Selamet telah memberitahunya tentang ini, tapi dia tidak mempercayainya, namun setelah mendengar langsung darinya dia percaya kepadanya.


“Tapi kita tidak harus menikah” dia menautkan alisnya kemudian berkata “Kamu harus menikah dengan wanita yang kamu cintai, aku yakin jika kamu akan bertemu dengannya di masa depan.”


“Cinta?” Bryan mengerutkan alisnya dan bertanya “Contohnya?”


“…” Nadia.


“Kamu akan merindukannya saat tidak melihatnya, kamu ingin selalu berada di sampingnya dan melakukan hal intim dengannya, kamu akan selalu berbagi dengannya entah itu suka maupun duka, kamu akan tersipu saat melihatnya, jantungmu akan berdetak tak karuan … ehem” Nadia segera menutup mulutnya rapat- rapat.


Apa yang baru saja aku katakana?


Setelah diingat saat menatap Bryan dia merasa jika jantungnya berdetak tidak menentu, apa dia sedang jatuh cinta kepada Bryan? Pria yang baru saja dia temui selama kurang dari 24 jam?


Tidak mungkin?


Dia segera mengangkat wajahnya dan melihat wajah tampan suaminya dan dia merasa jika detak jantungnya sangat tidak karuan, dia sangat panik saat memikirkan apa yang baru saja dia ocehkan “Se.. sepertnya aku mengoceh gak jelas.”


Bryan menatapnya setelah bebeapa saat dia bertanya dengan serius “Jika beberapa syarat itu di penuhi apa masih bisa di pertimbangkan?”


“A?” Nadia membuka mulut tak percaya, dia segera mengatupkan bibirnya.


Bryan bertanya dengan sungguh- sungguh “Saat aku tidak melihatmu aku merasa aku merindukanmu dan ingin segera bertemu denganmu, dan saat bertemu denganmu aku ingin lebih dekat denganmu dan ingin melakukan sesuatu denganmu. Nadia apa itu berarti aku mencintaimu?” dengan raut wajah tanpa dosa.


Selama beberapa saat Nadia terteguh, wajanya merona seketika “Bryan kau jangan menggodaku.”


“Aku serius, aku tidak bercanda” Bryan Menatapnya langsung dengan kaingin terselubung didalamnya “Aku menginginkanmu bahkan detik ini.”


“Kamu…”Nadia melihat sorot mata penuh Hasrat mendalam, dia merasa sangat panik dan ingin membuat lubang dan melarikan diri.


Dia sangat malu, berdiri dan berkata “Aku akan ke kamar mandi”

__ADS_1


Bantu like follow penulis dan vote, jangan pelit pelit makasih.


__ADS_2