
Saat ini Nadia mengambil adegan jatuh kekolam renang, dia sudah melakukan adegan itu sebanyak tiga kali, namun sponsor yang berada di samping Sutradara tidak puas dengan dengan agegan itu, sambil menatap layar dia berkata “ini tidak bisa di namai acting, kurang bagus” Keluhnya saat melihat adegan Nadia yang jatuh kedalam kolam karena di sneggol oleh pelayan.
“Kuras aini sudah cukup” sahut Sutradara, sambil menatap jack, dia tahu jika Jack adalah pria mata keranjang dan akan berlaku semena- mena kepada orang yang menolaknya.
“Jika kau tidak mau melakukan apa yang aku perintahkan, aku akan menarik dana milikku” Ancamnya dengan suarah rendah.
Sutradara mengepalkan tangannya, saat ini mereka sedang berada di ambang krisis setelah lockdown selama dua tahun karena virus covid 19, mereka kekurangan dana untuk membiayai suting ini, dengan berat hati dia berkata “Ulangi sekali lagi.”
Nadia yang baru saja keluar dari kolam renang di bantu oleh staf menoleh kearah Sutradara, dia melihat pria hidung belang yang penah dia tolak tahun lalu berdiri di samping sutradara, tatapan mereka bertemu.
Jack menatap Nadia dengan tatapan misterius, dengan senyum licik di bibirnya.
‘Aku tidak menyangka akan bertemu dengan babi itu disini’ pikir Nadia, dia berdecak kesal, dia yakin jika Jack akan mempersulit hidupnya setelah mengetahui jika dirinya telah putus dengan Vicky, dia yakin jika dalang di balik semua ini adalah Salsa.
Dengan enggan Nadia menuruti perintah sutradara ini sudah ke enam kalinya, dia melakukan adengan yang sama, kesabarannya sudah habis dia megambil ponselnya dan mmengirip pesan setelah itu dia berjalan kearah Jack yang berada di dekat sutradara “Aku hanya menerima 500 ribu untuk adegan ini, jika ektingku masih tidak bisa memenuhi standar cari saja orang lain.”
“Kau” Seru sutradara kesal.
Jack mencibir “Bukankah ini Nadia, aku tidak tahu jika nasibmu tidak berubah bahkan setelah sekian lama, kau sudah di campakan bisa- bisanya kamu bersikap sombong.”
__ADS_1
Nadia menatap pria gendut yang ada didepannya dengan tatapan menilai “Sudah dua tahun lebih kamu tidak ada perubahan” Seru Nadia dengan santai, dia bukan tipe orang yang suka mencari masalah dengan orang lain, tapi jika ada seseorang yang membuat masalah dengannya dia tidak akan tinggal diam.
“Dasar wanita murahan” Seru Jack kesal dia melayangkan tamparan di wajah Nadia.
Adegan itu di lihat oleh semua staf begitupun oleh artis lainnya, tak terkecuali oleh Rania.
“sekarang siapa orang ayang akan melindungimu hah, Vicky sudah tidak lagi memperdulikanmu, tidurlah bersamaku aku akan membuatmu menjadi pemeran utama dalam film ini.” Ucap Jack dengan tidak tahu malu.
Semua orang sudah mengetahui jika sikap Jack sangat bobrok dan tidak ada orang yang mau menyinggungnya, karena dia adalah putra dari salah satu pejabat, mereka tidak ingin membuat karir mereka hancur seperti bubur.
Nadia menatap pria itu dengan tatapan jijik, dia setuju dengan pendapat jika anak orang kaya tidak memiliki otak, contohnya ada di depan matanya saat ini, tidak hanya cabul pria brengsek ini juga kebal hukum.
‘Nadia tamat riwayatmu’ sebelumnya dia sudah mengingatkan Nadia, dan sekarang dia malah menggali kuburannya sendiri.
Dua pengawal itu dengan patuh mengikuti perintah atasannya.
“Jika kalian berani mendekat aku tidak akan melepaskan kalian” Seru Nadia dia menatap kedua pengawal itu dengan tatapan tajam.
Membuat kedua pengawal itu menghentikan langkahnya, mereka saling memandang.
__ADS_1
“Kau masih saja sombong, namun kesombonganmu tidak akan bertahan lama” Ucap Jack, dia menatap Nadia dengan tatapan mesum “Apa yang kalian lakukan cepat tangkap dia bodoh.”
Dan detik berikutnya Nadia sudah membuat salah satu dari mereka tumbang, dengan menghadiahkan tendangan di muka salah pengawal itu, sekalipun dia terlhat sangat lemah namun Nadia adalah pemegang sabuk hitam taekondo sekaligus karate.
pengawal lain hendak memukulnya dari samping, Nadia menangkap pergelangnya kemudian memelintir dengan sangat kuat sampai membuat pengawal itu tersungkur di tanah.
Kletak.
“Ahh” Teriak pengawal itu kesalitan.
“Tidak becus, hanya menangani satu wanita saja kalian kewalahan” Serunya kesal “Sialan”
Semua mata yang melihat adegan itu, terkejut dan kagum secara bersamaan, saat ini mereka mulai berargumen denga napa yang mereka saksikan.
“Dia gadis yang sangat Tangguh.”
“akhirnya seseorang meberani melawan pria cabul itu.”
“Aku yakin pria cabul itu akan menjadi semalin gila.”
__ADS_1
“Nadia sangat malang karena bermasalah dengannya.”
beri dukungannya.