
SaaT Nadia hendak berjalan ke ruang tunggu yang berada di depan resepsionis, seseorang memanggilnya dengan sedikit terkejut “Nadia.”
Nadia sontak menoleh kearah sumber suara, dia melihat wajah yang tidak ingin dia temui saat ini, dia masih ingat dengan jelas bagaimana pria itu menamparnya karena percaya dengan tipu muslihat Salsa.
Vicky mengenakan setelan kemeja putih serta celana biru tua, penampilannya yang memukau membuat penjaga resepsionis sesekali meliriknya karena kagum.
Dia adalah pria muda dari latar belakang keluarga kaya, karir yang menjanjikan wanita mana yang tidak menyukai pria seperti dia.
Nadia menatap Vicky dengan tatapan jijik dia merasa muak saat melihat wajah pria brengsek itu, dia menyesal karena pernah menyukai pria brengsek seperti itu.
Nadia menatap Vicky dengan tatapan jijik dia merasa muak saat melihat wajah pria brengsek itu, dia menyesal karena pernah menyukai pria brengsek.
“Nadia ternyata memang kamu, kenapa kamu ada disini?” Vicky menatap wajah Nadia yang cantik dan cerah dia sedikit terkejut, tempat ini bukanlah tempat yang bisa di datangi oleh Nadia, mengingat identitasnya seharusnya dia tidak akan bisa masuk kesini.
Dia berpikir jika Nadia dibawa oleh orang lain, Vicky menjadi kesal saat mengingat apa yang dikatakan oleh Salsa terakhir kali jika Nadia menjadi simpanan pria tua.
Apa dia sekarang melakukan semuanya untuk uang?
“Tidak ada urusannya denganmu” Sahut Nadia dingin, dia menatap pria yang pernah menjadi tunangannya itu dengan tatapan tajam.
“Nadia walaupun kita putus jangan perlakukan aku seperti orang asing, aku sudah mengatakan sebelumnya meskipun hubungan kita berakhir jika kamu dalam kesulitan katakana kepadaku aku akan membantumu, selama itu masih dalam kemampuanku, meskipun kau sangat membenciku jangan jual dirimu” Ucap Vicky dengan raut wajah kasihan sekaligus menghina.
Nadia terkejut saat mendengar kalimat akhir yang di ucapan olehnya, dia menatap Vicky dengan tatapan acuh tak acuh, dia menatap Vicky dengan tatapan kecewa dan mencibir “Apa maksudmu ucapanmu?
Memangnya siapa kamu sampai- sampai menilai diriku begitu rendah di matamu? Apa kita saling kenal? Apa yang kau ketahui tantangku, sampai kau menuduhku menjual diriku?”
Pernyataan Nadia yang memperlakukannya layaknya orang asing membuatnya semakin marah, kemarahannya terlihat jelas dari sorot matanya “Jika kau kesini bukan untuk menjual diri katakana kepadaku apa yang kau lakukan disini? Siapa pria tua yang menjadi sugar dadymu? Apa kau lebih suka menjadi wanita simpanan dari pada meminta pertolongan kepada ku? Dan memilih untuk melayani pria tua?”
__ADS_1
Tepat saat dia selesai bicara tamparan keras mendarat di wajah Vicky, Nadia sudah sepenuhnya menutup hatinya kepada Vicky, baginya pria yang ada di depannya saat ini adalah pria asing.
“Vicky kau membuatku jijik, aku menyesal karena pernah mempunyai perasaan kepadamu selama bertahun- tahun, dari pada mencintai orang sepertimu lebih baik mencintai seekor anjing yang memiliki kesetiaan kepada majikannya” Ucap Nadia kesal sampai suaranya bergetar.
Dulu pria yang ada di hadapannya pernah berjanji akan menncintai dan melindunginya sepenuh hati, dan tidak akan membuatnya sedih tapi apa yang dia terima hanyalah kekecewaan.
Dia sudah mengingkari janjinya.
Dia telah mengecewakannya.
Dia telah menghianatinya dan bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun kepadanya.
Seandainya semua pria didunia ini musnah dah hanya tersisa Vicky dia lebih memilih untuk hidup sendiri.
Vicky sangat malu karena di tampar di depan umum, dia memengangi wajahnya, kemarahannya memuncak dan tatapannya sangat tajam “Kenapa kau menamparku? Apa tebakanku benar? katakana berapa banyak uang yang diberikan pria tua itu kepadamu? Dua puluh juta, lima puluh juta? Katakana berapa banyak uang yang perlu aku keluarkan agar aku bisa tidur denganmu?”
“Sialan kau Vicky, bisanya bajingan sepertimu mempermalukan Nadia seperti ini, kau bahkan menunjukkan wajah brengsekmu ini didepannya apa kau tidak merasa malu sedikitpun?” Vivi sangat marah dia menunjuk Wajah Vicky karena sudah tidak tahan lagi mendengar sahabatnya di hina “Kau pria brengsek tidak punya malu”
“Bisa- bisanya kau menuduh Nadia melakukan sesuatu yang tidak- tidak, apa kau tidak punya kaca dirumah Hah? Apa kau belum puas mengianatinya dengan sepupunya sendiri. Kau menghianati tunanganmu untuk wanita rendahan seperti dia! Kenapa kau tidak mencari sesorang yang lebih baik darinya hah, apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun?”
“Aku yakin ibumu akan menyesal jika mengetahui putra yang dia lahirkan menjadi pria brengsek seperti ini!” setiap kalimat yang keluar dari mulu Vivi sangat kasar, dia mengatakannya sambil memelototinya.
Hal itu membuat Vicky sangat marah, raut wajahnya menjadi muram, dia sangat marah sampai raut wajahnya berubah ubah setiap saat “Vivi jaga ucapanmu! Minta maaf sekarang!”
“emangnya aku salah apa? Sampai- sampai aku harus minta maaf?” Tanya Vivi dengan nada tidak setuju.
“Jika kamu tidak mau minta maaf, jangan berpikir bisa keluar dari sini” Ancam Vicky dengan tatapan tajam, setelah itu dia segera menghubungi seseorang. Dan beberapa saat kemudian beberapa pengawal masuk.
__ADS_1
Vivi sadar jika posisinya saat ini tidak
menguntungkan, dan mundur selangkah “Apa yang ingin kau lakukan?”
“Minta maaf sekarang juga” Sahutnya namun tatapannya tertuju ke Nadia “Minta maaf atas apa yang baru saja kamu katakan kepadaku.”
“Dasar sampah! kau tidak berani mengakui kelakuanmu sendiri” Ucap Vivi dengan tegas.
“Apa kau bosan hidup?” Tatapannya menjadi suram saat mendengar hinaan yang dilontarkan Vivi kepadanya, selama ini dia selalu diperlakukan dengan hormat, ini pertamakalinya dia menerima penghinaan seperti ini, tepat didepan wajahnya, Dia hendak mengangkat tangannya untuk menampar wajahnya.
Vivi sama sekali tidak takut dengan ancaman Vicky, dia berencana ingin memberi pria brengsek itu Pelajaran, dan mulai menyeramahinya “Apa kau ingin menamparku? Ayo tampar, bukannya pria bajingan sepertimu memang tidak punya hati Nurani, menghianati hubungan yang sudah di bangun selama bertahun- tahun , bukannya kalian sudah terbiasa balas dendam seperti ini?”
Ucapan Vivi yang nyaring terdengar sampai resepsionis, mereka mulai memperhatikan Vicky “Apa menganiaya orang?”
“Bukannya dia adalah tuan muda keluarga Nitinegoro?”
“Aku dengar jika tuan Muda Nitinegoro sudah memiliki tunangan, saat perayaan ulang tahun Nyonya Nitinegoro beberapa bulan lalu Dia membawanya bersamanya, dia adalah gadis yang sangat cantik”
“Bukannya itu gadis yang waktu itu? dia sangat cantik mengapa dia menyelingkuhinya? Apa ada yang salah dengan pengelihatannya?”
“tidak perdulli seberapa cantik pasangannya sendiri, pria hidung belang akan selalu mencari ****** di pinggir jalan!”
“walaupun begitu bukannya sudah sangat keterlaluan berselingkun dengan ipar sepupunya sendiri?”
“benar- benar pria murahan!”
Mendengar hinaan itu membuat Vicky menjadi semakin kesal.
__ADS_1
Tolong beri dukungannya, vote, like dan volow penulis , makasih