Istri Tersembunyi CEO

Istri Tersembunyi CEO
Nadia ???


__ADS_3

“Kau terlihat sangat lelah, apa kau ngantuk?” Tanya Nadia saat melihat raut wajah Bryan terlihat lelah.


“Tidak” sahut Bryan sambil mengelengkan kepala.


Sebelumnya dalam perjalanan ke restoran Bryan tertidur dibahu Nadia, Bryan pernah mengatakan jika dia adalah obat tidurnya, saat berada di sampingnya dia bisa tidur dengan nyenya dan dia bisa rileks.


Nadia terkejut “Apa kamu baik- baik saja jika kamu hanya tidur beberapa jam selama sehari?” Karena jika dia bergadang semalam keesokan harinya dia akan tumbang, dia beristirahat selama dua hari penuh.


‘Bisa- bisanya dia baik- baik saja walau kurang tidur!’


“Aku hanya akan merasa sedikit lelah, tapi aku tidak merasa ngantuk” sahut Bryan. Tidur nyenyak yang dia lalu selama ini hanya beberapa jam dan itu membutuhkan bantuan obat tidur.


Nadia bertanya dengan penuh rasa ingin tahu “Bukannya ini sangat menyiksa?” Seru Nadia.


Bryan terdiam, dia tenggelam dalam sebuah kenang, kemudian dia menghela nafas dan bertaka “Iya ini sangat mengerikan.”


“Apa hal ini sering terjadi?”


“Hampir setiap hari!” Sahut Bryan.


Nadia merasa kasihan kepadanya, dia akan merasa tidak enak badan jika kehilangan waktu tidurnya walau hanya beberapa jam, dan akan membutuhkan beberapa hari untuk pulih kembali.


Sebelumnya dia memliki prasangka buruk kepada tuhan karena telah menciptakan Bryan dengan sangat sempurna, penampilan yang sangat tampan serta kekuasaan yang sangat berpengaruh seolah tuhan mencurahkan kasih sayangnya kepadanya seorang, tapi setelah mendengar semua ini dia merasa jika tuhan itu adil. Jika ini terjadi kepada dirinya, sudah pasti dia akan menderita.

__ADS_1


Bryan memperhatikan gadis yang sedang memperhatikannya, tiba- tiba dia merasa jika hatinya menjadi lunak. Dia mengulurkan tangannya dan mengusap kepadanya “Kau tidak perlu khawatir kedepannya semua akan menjadi lebih baik.”


“…?” Nadia.


“Aku rasa tuhan kasihan kepadaku,dan mengatur agar aku bisa bersamamu.”


Nadia menatap dengan bingung ‘apa hubungannya tidurnya dan aku? Aku bahkan bukan seorang dokter yang bisa menyembuhkannya?’


Bryan tidak menjelaskan apapun kepadanya, meski dia dapat melihat dengan jelas jika dia kebingungan “Cepat makan mumpung masih segar.”


Nadia dengan patuh menikmati setiap makanan “Apa kamu selalu menghabiskan waktumu untuk bekerja?” Tanyanya penuh perhatian.


“Iya” saru Bryan yang berada di sebrang meja.


“Mengapa kamu tidak beristirahat saja di rumah, dari pada terus berada di kantor, lagiankan kamu bosnya? Kamu tidak perlu ke kantor setiap hari” Ucap Nadia sambil menautkan alisnya.


“…” Nadia.


Ruang makan yang mereka tempatia dalah ruang pribadi hanya mereka berdua yang ada disana, ada sofa yang terletak di sudut ruangan.


“Apa kau sudah kenyang?” Tanya Bryan saat melihat istrinya meletakkan sumpit.


“Ya” sahut Nadia dengan jujur, karena hampir hidangan yang di sajikan Sebagian besar dia yang menikmatinya, sementara Bryan hanya memakan beberapa suapan.

__ADS_1


“Karena aku sudah memberimu makan dengan baik, bukannya seharunya kamu memebriku sebuah hadiah?” Ucap Bryan dengan tenang.


“Hadiah apa?” Tanya Nadia, dia sedikit terkejut dengan pernyataan suaminya, dia bertanya- tanya apa pria itu menginginkan sebuah ciuman darinya atau hal lain, memikirkan hal itu membuah wajan Nadia merona seketika.


Bryan mengendongnya membawanya ke sofa kemudian membenamkan kepalanya di lehernya dan bergumam “ayo tidur bersamaku, ini tidak akan lama.”


“Apa?” Seru Nadia terkejut. Wajahnya lasung bertambah merona seketika, dia memohon kepadanya “Bryan aku tidak ingin tidur disini!”


‘ini sangat mesum’


Bagaimana dia ingin melakukannya di tempat umum, bagaimana jika seseorang membuka pintu, dia sangat malu.


‘Dia sangat mesum!’


Dia berpikir jika Bryan tidak menghargainya, mesikipun mereka sudah menikah, tapi mereka tidak bisa melakukan aktivitas semacam itu di tempat umum.


Bryan mendudukkannya di sofa kemudian dia berbisik “Jika bukan disini lalu dimana” Tanya bryan dia sudah sangat mengantuk  dia meminjam pangkuan Nadia sebagai bantal “Nadia patuhlah, aku sangat ngantuk biarkan aku tidur sembentar…”


Detik brikutnya Bryan sudah tertidur pulas,dan nafasnya sangat stabil.


Sekarang Nadia paham apa maksud ucapan Bryan, mengapa dia memiliki pikiran yang sangat kotor hingga membuat dirinya sendiri terkejut dengan pemikirannya sendiri?


Dia masih berpikir betapa tidak malunya dirinya, dari pada pria yang kini tertidur pulas dipangkuannya, sejak kapan dia memiliki pemikiran seperti ini?

__ADS_1


Dia bersyukur karena saat ini Bryan sudah tertidur pulas dan dia tidak tahu tentang hal ini, jika tidak dia pasti akan sangat malu.


Tolong beri dukungan makasih


__ADS_2