
Hanya melihat dari melihat tempat mereka berasa Nadia sadar betul jika setiap menu di tempat ini sangat mahal tanpa harus melihat menu, dia segera menenangkan Vivi “Kamu tidak perlu khawatir, dia telah berniat untuk mentraktir jadi pilihlah apa yang kamu suka, jangan sungkan- sungkan, aku akan pesan setelah kamu.”
Vivi bertanya dengan tatapan ragu- ragu “Apa kamu yakin?”
“Iya” sahut Nadia.
Vivi melihat lagi menu makanan dia menelan ludah, dia membuka selembar demi selembar buku menu dia berencana untuk mencari makanan yang murah namun ini sangat terkejut saat melihat harga sepiring sayuran yang seharga 2 juta, dia hampir tersedak.
“Bagaimana kalo kita pindah ketempat lain saja?” Vivi menyarankan.
“Kita tidak perlu pindah.” Ucap Nadia meyakinkan.
Vivi bingun dan betanya “Nadia apa pacarmu memberimu kartu bank?” karena dia tahu jika keadaan Nadia sama dengannya.
“Ya” Sahut Nadia.
Vivi menjadi tenang dan bisa bernafas lega dia khawatir jika mereka tidak akan bisa bayar makanan dan menjadi tukang cuci piring selama sebulan lebih “Kalau begitu aku akan memesan.
--
Sesaat kemudian pelayan menyajikan hidangan demi hidangan, ada lima macam hidangan yang disajikan diatas meja satu piring sayuran dan yang lainnya hidangan laut.
Nadia dan Vivi terkejut dengan apa yang disajikan di atas meja makan ini lebih banyak dari yang mereka pesan, dan menu- menu itu adalah menu termahal yang mencapai harga 10 juta lebih perporsi, vivi ingat betul jika sebelumnya dia hanya memesan udang gireng tapi yang disajikan sekarang malah lopster.
Begitupun dengan Nadia, dia berpikir jika pelayan salah mengantarkan makanan “Permisi, sepertinya ada kesalahan, kami tidak memsan semua ini!”
Manager yang berdiri di samping pelayan yang menyajikan segera menjelaskan “Maaf Nona Nadia, semua ini tidak salah, sebelumnya kami menerima perintah dari CEO B.A, jika kami harus menyajikan yang terbaik untuk kalian berdua, saya harap anda tidak keberatan dengan Tindakan kami yang tidak sopan karena tidak meminta persetujuan dari anda terlebih dulu” Ucapanya dengan sopan.
“Jika begitu, baiklah anda bisa kembali” Ucap Nadia, dia tidak menyangka jika Bryan akan melakukan hal ini, mendengar printah Nadia Manager itu segera pergi.
“Nadia bukannya dia terlalu loyal?” Seru Vivi bahagia.
“Ayo makan, nanti keburu dingin”
Keduanya menikmati makan malam dengan lahap, mereka tidak ingin satu dagingpun tersisa di atas piring, apalagi mengetahui jika harga makanan ini sangat mahal, mereka tidak ingin menyia- nyiakannya begiru saja.
Setelah selesai makan Nadia pergi ke kasir , untuk membayar tagihan namun karis itu segera menolak.
__ADS_1
“Nona Nadia makanannya sudah dibayar”
NAdia terkejut dan bertanya “Sudah dibayar?”
“ya”
Setalah itu dia pergi, dia tahu siapa orang yang telah membayar makan mereka, sudah pasti itu Bryan karena dia yang berencana untuk mentraktir makan malam, walaupun dia tahu jika itu dia, dia segera mengirim pesan kepadanya [Apa kamu yang membayar tagihannya?]
[YA] Bryan membalas dengan cepat.
Nadia hendak mengirip pesan, namun Bryan terlebih dulu menelepon.
“Apa kamu sudah selesai makan?” Tanya Bryan dengan suara rendah yang memikat.
“Aku baru saja selesai, apa kamu sudah makan?” tanya Nadia, dia tidak tahu Bryan ada di mana tapi dia mendengar suara yang sanggat brisik di belakang latar dan tawa pria dan wanita.
“belum, aku sibuk berurusan dengan beberapa orang gila, mungkin aku akan makan nanti jika sudah ada waktu.”
“Orang Gila?” Tanya Nadia terkejut.
“Sebagian dari mereka adalah orang yang bermain denganku sejak aku kecil, mereka sangat gila” cibir Bryan.
“mmz” Brayn mengakuinya.
“Apa kau bercanda? Apa kami mengenalnya?”
“Dia kakak iparmu” jawab Bryan.
Pria itu terbatu- batuk setelah tertawa mengejek “kakak ipar? Kamu jangan mempermainkanku, aku sudah lama mengenalmu kau bahkan tidak pernah dekat dengan wanita selama hidupmu, bagaimana mungkin kau menikah tanpa sepengetahuanku? Apa dia memang ada? Dia bukan hanya ilusi ciptaanmu bukan?”
“Aku adalah pria beristri tidak sepertimu yang seperti kucing liar!” Cibir Bryan.
“f*ck” Umpat pria itu kesal.
“jangan dekat- dekat denganku, aku tidak ingin istriku mendengar ucapan kotor darimu, itu akan akan menhancurkan masa depannya.”
Sekali lagi pria itu mengumpat “Sialan, yang benar saja bagaimana mungkin dia memiliki istri? Siapa yang bisa aku percaya? Hah?”
__ADS_1
“..” Nadia.
Pria itu tidak bisa berhenti mengumpat dan terdengar suara pintu di buka, setelah itu tidak lagi terdengar suara umpatan.
Kemudian Bryan berkata “Dia adalah tuan muda keluarga faris, kedepannya abaikan dia, dia adalah orang yang tidak memiliki etika.”
“hah..” Nadia terkejut untuk kedua kalinya.
“Aku sudah menyuruh seseorang menyiapkan hadiah untuk temanmu, apa dia menyukainya?”
Nadia terdiam kemudian berkata “Dia sangat berterima kasih atas hadiah yang telah kau berikan, dia menyuruhku untuk mengatakan rasa terima kasihnya kepadamu.”
“Syukurlah, apa setelah ini kalian ada waktu luang malam ini?” Ucap Bryan dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
Nadia melirik Vivi yang berjalan di debelahnya “Kami memiliki waktu luang malam ini, kami berencana untuk kembali ke asrama.”
Bryan terdiam beberapa saat kemudian berkata “Bagaimana kalau kamu bergabung dengan kami? Tempat ku saat ini tidak terlalu jauh dari sana, aku akan menjemputmu.”
“Hah bermain bersama?” Nadia terkejut, namun sebelum dia merespon Bryan sudah terlebih dulu mengakhiri panggilan telepon.
Nadia bahkan belum mengatakan jika dia setuju! Dia membaru di tempat.
Vivi melihatnya dan bertanya “Apa ada sesusatu yang terjadi?”
Nadia menatapnya kemudian dengan ragu- garu dia berkata “Pangeran berkudamu saat ini berada di dekat sini, dia mengajak kita pergi jalan- jalan, apa kau tidak keberatan?”
Vivi terkejut dan berkata “Apa, jalan- jalan bersama pangeran berkuda putih?”
“hemm.” Nadia menanggapinya.
“apa dia sedang bersama dengan pangeran lainnya” Vivi sadar jika apa yang dia katakana salah jadi dia segera membenarkan “em em maksudku dengan teman- temannya?” Tanya Vivi dengan penuh antusias.
“hemm.” Nadia
“Ayo kita berangkat” Ajak Vivi penuh semangat, dia mengandeng lengan Nadia “Pangeran sangat tampan, aku yakin jika teman- temannya juga tampan, bukannya sesuatu yang berkilau akan bersama dengan yang berkilau? Rasanya aku tidak percaya jika aku akan bertemu dengan sekumpulan pria tampan, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”
Nadia hanya diam, sebelumnya dia khatir jika Vivi tidak akan suka tempat yang terlalu banyak orang, tapi setelah melihat antusiasnya, dia menjadi tidak lagi menghawatirkannya.
__ADS_1
Bersambung.
Tolong beri dukungannya , like komen dan vote, makasih