
Nadia melangkah masuk kearea asrama dengan tiga lantai yang berjarak 30 meter dari pintu gerbang, ada lebih dari 10 asrama yang berdiri kokoh dia depan sana, saat ini dia melewati taman dengan perawatan yang indah, setiap asrama memiliki tamannya sendiri- sendiri.
Banyak gadis yang menghabiskan waktunya dengan membaca buku di area taman yang rindang, saat mereka melihat Nadia mereka menyapanya dengan ramah, mereka adalah siswa yang menginap di Gedung yang sama dengannya.
Seorang gadis beranjak dari duduknya, dia berjalan kearah Nadia “Aku pikir kamu tidak kembali” sapanya dengan santai, dia memiliki tubuh langsing, wajah cantik wanita asia dan rambut yang di kepang dua, serta kaca mata yang bertengger di atas hidungnya.
“Apa kau berharap aku di hukum oleh penjaga Asrama?” Tanya Nadia kepada sahabat dekatnya Vivi, mereka berjalan masuk ke Gedung asrama yang terletak di Gedung B.
“Aku hanya ingin melihat seseorang di hukum” ucap Vivi dengan tawa kecil.
“Kau sangat keterlaluan” Seru Nadia.
--
__ADS_1
Nadia membuka Kamar Asrama, dia menaruh tas yang dia bawa di atas ranjang, setiap kamar di tempati oleh dua orang mereka berdua tinggal bersama. Sementara Vivi terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar “Bisanya mereka melakukan ini kepadamu” Serunya kesal.
Nadia menjawab dengan acuh tak acuh, dia sudah tidak eprduli lagi dengan Vicky yang telah menghianatinya, tok sekarang dia sudah memiliki suami yang jauh lebih tampan “Hal seperti sudah biasa terjadi, sebelumnya penyanyi terkenal itu juga mengambil tunangan orang lain bukan?” dia memasang raut wajah biasa aja.
“Ini bukan tentang hal biasa, kamu dan Salsa adalah saudara sepupu, bisa- bisanya dia melakukan hal ini kepadamu, Apa keluarganya membiarkan ini begitu saja? Bagaimana dengan orang tua Vicky?” Ucap Vivi dengan rentetan pertanyaan.
“Dengan kepopulerannya saat ini, memangnya siapa yang mampu menolak Salsa sebagai menantu mereka? Dia sadalah sumber keuangan keluarga mereka, tentu mereka akan selalu menndukung pilihan putrinya!” Nadia menjelaskan dari sudut pandangnya.
Nadia tersenyum dan berkata “terima kasih Vivi atas doanya, aku yakin jika doa mu akan terkabul” dia tidak ingin memberi tahu sahabatnya jika dia sudah menikah, dan dia menikah dengan pria dengan kriteria yang di katakana oleh sahabatnya itu.
Dengan penuh percaya diri Vivi berkata “Ya, tentu saja” dia memasang wajah sombong kemudian dia melanjutkan kalimatnya “Jika hal itu sudah tercapai aku ingin kau mentraktirku makan di tempat mewah” dia memasang wajah tak nyaman “meskipun kau sahabatku, tapi aku juga ingin mendapatkan imbalan!”
Vivi adalah orang yang membercayai tahayul dan dia memiliki kemampuan untuk membaca tarot, dia memiliki cita- cita menjadi peramal dan dukung, dapat di buktikan dengan hiasan di atas ranjang dan merjeja vivi yang di penuhi dengan hiasan siri, seperti tongkat sihir harry potter, bola kristal dan jubah serta sapu lidi.
__ADS_1
Nadia tersenyum dan mengiyakan permintaan sahabatnya “tentu aku akan mengajakmu makan di tempat yang mahal” Nadia merasa jika di dunia ini masih ada orang yang perduli dengan dirinya salah satunya adalah Vivi.
“Sudah waktunya, ayo pergi” Ajak Vivi setelah melihat jarum jam yang menunjukkan jam 10.00.
--
Hari berikutnya, jam makan siang.
Bryan membawa Nadia makan siang di Restoran mewah yang menhidangkan makan has jepang di ruang VIP.
“Apa kau suka?” Tanya Bryan saat melihat Istri kecilnya menikmati makan makanan yang di sajikan di atas meja makan. Terdapat berbagai macam makanan khas jepang yang di sajikan diatas meja.
“Aku menyukainya” Seru Nadia, dia menikmati potongan susi.
__ADS_1