Istri Tersembunyi CEO

Istri Tersembunyi CEO
ibu Nadia


__ADS_3

Sudah menjadi hal umum jika makan di tempat berkelas seperti ini, akan sangat mahal untuk sesuap makanan yang di hidangkan, setiap orang akan membayar tiga digit.


Makan malam ini sangat mewah, karena tidak ingin menyia- nyiakan makanan yang telah di beli, Nadia menghabiskan semuanya dengan lahap, setelah beberapa saat dia merasa sangat kenyang.


Sementara Bryan yang memperhatikannya di seberang mengusap ujung bibinya dengan Anggun, sementara pelayan yang telah menggesek kartu hitamnya memengnya sambil membungkuk, menyerahkan blck cart itu dengan kedua tangannya.


Bryan Mengambil black cart yang melambangkan identitasnya. Dia menoleh melihat Nadia yang sedang mengusap perutnya karena kekenyangan, sebuah senyuman terbentuk di bibirnya dan bertanya “Aku lihat makan malam kali ini sesuai dengan seleramu, jika kau menyukainya kedepannya kita akan datang setiap hari untuk makan malam.”


“Ehmm” Nadia hampir tersedak dengan air minum, dia merasa malu.


Apa aku terlalu banyak makan??


Melihat mejamakan yang belum di rapikan, membuatnya sadar jika porsi makannya lebih besar dari pada Bryan, Bryan hanya makan sedikit makanan seperti seorang gadis.


“makanan disini sangat enak, tapi untuk makan setiap hari disini itu tidak perlu, harganya sangat malah.”


“Tidak masalah jika kamu menyukainya” Bryan menantapnya dan senyum menawan terbentuk di bibirnya “Kamu harus percaya dengan kemampuan finansial suamimu, bahkan jika kamu ingin makan di sini tiga kali sehari selama seumur hidup itu tidak akan membuatku bangkrut.”


Nadia terdiam, dia tahu jika pria yang menjadi suaminya adalah pria yang sangat kaya raya, bisa makan makanan seharga ratusan ribu sudah sangat mewah banginya, mungkin ini hal yang normal untuk orang dari kalangan elit sepertinya.


Saat mengingat kalimat suami yang di ucapkan Bryan, membuat detak jantungnya kembali tak karuan, jika ini terus- terusan berlanjut dia khawatir jika dia akan mati karena serangan jantung.


--


Setelah dari restoran mereka kembali ke rumah sakit, karena tidak ada hal yang perlu dilakukan oleh Bryan, jadi dia ikut dengan Nadia.

__ADS_1


Dia tahu jika Nadia sangat mengutamakan ibunya, tentu saja dia harus membuat kesan baik di depan ibu mertuanya.


Saat mereka kembali, ibu Nadia sedang menonton TV dia sangat senang saat melihat Nadia kembali, dia menyapanya “kalian kembali”


“Ma apa kamu sudah makan malam? Bagaimana keadaanmu saat ini?” Tanya Nadia, dia bisa melihat dengan jelas jika suasana hati ibunya lebih baik dari pada sebelumnya, dia merasa sangat senang.


“Aku menerima makan malam dari menantuku, makanannya sangat enak jauh beda dengan makanan rumah sakit yang hambar, aku menghabiskan semuanya tanpa tersisa, menantu juga membelikanku suplemen yang sangat mahal untukku.” Saat Ibu Nadia mengatakan hal ini dia menoleh kearah Bryan “terima kasih banyak menantu.”


Bryan tersenyum “Anda tidak perlu berterima kasih ini sudah kewajibanku.” Ucapnya dengan lembut.


Melihat segela macam tas suplemen yang bertumpuk di meja dan sofa, dan semua bunga di bangsal sudah di ganti dengan bunga segar, selama beberapa detik dia terteguh, dia menoleh dan berkata dengan penuh Syukur “Terima kasih banyak Bryan.”


Dia tidak pernah berpikir jika pria yang baru saja dia nikahi begitu memperhatikan keadaan ibunya, dia tidak mengucapkan omong kosong saat dia berjanji akan menjaganya dan ibunya, dia membuktikan ucapannya.


Bryan menatapnya sambil menyipitkan matanya, suaranya terdengan sangat rendah “apa kamu lupa apa yang telah aku katakana kepadamu sebelumnya?”


“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya Ibu Nadia dengan tatapan penuh tanda tanya.


“Eh Tidak ada apa apa” sahut Nadia, dia menghindari tatapan Bryan, dia mengambil buah pir dari keranjang buah dan bertanya “Ibu apa kamu ingin makan buah?”


Ibu Nadia terdiam beberapa detik, tatapannya tertuju ke Bryan sesaat kemudian berkata “Tidak aku tidak ingin makan buah, aku ingat di dekat rumah sakit ada yang menjual kue pukis di sana, aku sangat ingin memakannya bisakah kamu membelikannya untukku?”


Sangat jarang Nadia mendengar ibunya meminta sesuatu darinya, dia segera menyetujuinya “Baiklah aku akan membelikannya untumu.”


Bryan hendak menemani Nadia untuk keluar namun dia sadar jika Ibu Nadia sengaja menjauhkan mereka, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


Setelah Nadia pergi, Bryan mengambil kursi dan duduk di samping Ibu Nadia dan bertanya “Apa ada yang ingin anda katakana?”


Dapat di lihat dengan jelas jika Nadia mewarisi sikap ibunya, keduanya sangat pemalu, dihadapkan oleh ibu mertuanya dia menjadi orang yang sangat sabar. Saat dia berbicara dengan ibu mertuanya sikapnya menjadi sangat lembut.


“Apa aku boleh menanyakan sesuatu kepadamu?” Tanya ibu Nadia.


“Tentu” Ucap Bryan dengan anggukan kecil.


Dengan ragu Ibu Nadia bertanya “Menantu apa kau menyukai putriku?”


Bryan terkejut dia tidak menyangka akan menerima pertanyaan seperti ini untuk kedua kalinya “Apa anda khawatir jika aku akan menyakitinya?” dia mengalihkan pertanyaan.


“Kamu memilik latar belakang yang sangat bagus, sudah pasti banyak wanita yang ingin menjadi pendampingmu, meskipun aku tahu jika putriku memiliki wajah yang cantik, tapi menurutku kamu tidak kekurangan wanita cantik di sekitarmu” Ucap Ibu Nadia dengan ragu- garu.


“Kamu tahu kan jika sebelumnya dia telah di hianati oleh tunangan sekaligus saudari sepupunya? Aku tidak ingin dia tersakiti untuk kedua kalinya” Meskipun dia merasa tidak nyaman namun demi kebahagiaan putrinya dia terpaksa bertindak.


Bryan terdiam sesaat kemudian bertanya “apa anda ingin mendengar kebenarannya?”


“tentu” Sahut Ibu Nadia.


Bryan mulai menjelaskan jika dia menikah dengan Nadia bukan berlandaskan cinta, dia tidak bisa memberi jawaban untuk hal itu, awalnya Ibu Nadia marah saat mendnegar penjelasannya, namun Bryan segera menjelaskan jika perasaan tidak bisa menjamin sebuah hubungan dan dia mulai membahas Vicky dan Nadia yang menjalin hubungan berlandaskan Perasaan namun hubungan mereka berakhir dengan sebuah penghianatan.


“Aku tahu Anda khawatir jika aku akan menyakiti Nadia seperti yang telah Vicky lakukan kepadanya, aku memang tidak bisa berjanji untuk menyukainya tapi aku dapat memastikan jika aku tidak akan menghianatinya, karena aku yang telah memilihnya menjadi istriku, aku tidak akan membuatnya kecewa.”


Ibu Nadia membeku setelah mendengar penjelasan Bryan “Maksudmu?”

__ADS_1


“Apa yang anda takutkan tidak akan pernah terjadi”


Beri dukungan, jangan pelit pelit makasih


__ADS_2