Jalan Menuju Iblis

Jalan Menuju Iblis
10. Bab 10 Iblis?


__ADS_3

"Untuk apa kalian bertanya soal itu" ujar Nek Sumi dengan nada tegang


Rianti memegang tangan Maya ia mengajak Maya untuk segera meninggalkan rumah ini, perasaan nya mulai ragu apalagi setelah melihat Nek Sumi, Maya mencoba menenangkan Rianti untuk tetap tenang dan percaya padanya.


"Sebenernya sejak kakak saya tinggal disana banyak sekali kejadian aneh yang terjadi Nek"


Ucap Maya


(tok) Nek Sumi menghentakkan tongkat nya ke lantai , ia bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah tong yang berisi air, nenek tua itu mengambil dua gelas air ia bahkan tak menjawab perkataan dari Maya seolah tak ingin menceritakan apa yang terjadi.


Maya bingung dengan tingkah Nek Sumi, ia beranjak mendekati nya dan membujuknya agar mengatakan sesuatu mengenai hal itu


"Nek saya yakin nenek pasti tau sesuatu" Jelas Maya meminta tolong ia yakin ada yang disembunyikan dari Nek Sumi.


Nek Sumi menatap Maya serta melirik ke belakang nya melihat wanita muda yang tengah duduk dan terdiam sejak tadi, matanya memperlihatkan bahwa banyak sekali pertanyaan yang ada dipikiran nya.


"Dengarkan ini baik baik" Jelas nya


Nek Sumi kemudian menjelaskan mengenai asal usul rumah yang dulu nya adalah bekas rumah keluarga terkaya di kampung ini, dulu 3 tahun lalu ada satu keluarga yang utuh makmur sejahtera bahkan ramah pada warga desa, warga desa sangat menyegani nya keluarga itu begitu kaya bahkan kekayaannya tak terhitung.


Hingga di pertengahan bulan desa ini mengalami teror yang mengerikan banyak sekali anak gadis remaja bahkan dewasa meninggal secara mendadak, kami tak tau penyebabnya apa tetapi disetiap kematian gadis tersebut kekayaan keluarga itu bertambah kami semua tau karena mereka selalu membeli lahan bahkan mobil mewah.


Awal nya kami tak begitu menghiraukan nya tetapi hingga suatu tragedi yang mengerikan keluarga itu tiba tiba meninggal secara mendadak, dimulai dari sang anak hingga nenek bahkan tukang kebun pun hilang secara mendadak, mereka meninggal dengan bekas cekikan di leher nya di tembok rumah itu terdapat bekas darah telapak tangan kaki hingga sampai ke atap rumah.


Kami tak tahu apa yang terjadi hingga beberapa bulan kemudian nenek tau sesuatu mengenai rumah itu.


"Tau apa Nek?" Tanya Maya penasaran

__ADS_1


Nek Sumi mengatakan dia menemukan sebuah tulisan tangan yang berisi sebuah ritual, daftar korban dan gambar gambar menyeramkan tepat di bawah kamar tangga itu, di dalam tulisan itu tersebut lah jalan menuju aku bagaimana sosok itu ada dan datang meneror dan pembunuhan selama ini berasal dari rumah itu.


"Jalan menuju aku maksudnya?" Jelas Rianti


"Ya roh jahat yang selalu mengintai dan berdampingan ialah iblis yang paling jahat dan mematikan" Sahut Nek Sumi


"Iblis?" Tegas Rianti


"Iya Iblis dia ada, dia akan datang dan tak akan pernah pergi, dia yang memulai pasti akan menuai" Ucap Nek Sumi


Mendengar cerita yang dikeluarkan nya Maya tiba tiba terdiam , dengan cepat ia menarik tangan Rianti dan mengajak nya untuk keluar dari rumah itu. Rianti Pangling dengan tingkah Maya seperti orang ketakutan.


"Aduh duh May kenapa kita keluar" Tanya Rianti kebingungan


"Aduh Mbak rasanya kita salah datang kesini, masak dia bilang iblis mana ada Zaman sekarang hal seperti itu" jelas Maya


"Udah lah mbak lebih baik kita pulang"


Nek Sumi menyusul mereka melihat mereka berdua yang berjalan pergi tanpa berpamitan, Nenek tua itu tersenyum sinis ia menggeleng geleng kan kepalanya.


Kediaman Hartono.


Rianti tiba dirumah dengan perasaan lelah gelisah dan rasa penasarannya mengenai cerita nenek tua itu, ia duduk di sofa meletakkan tas nya dan meregangkan otot otot nya. Wanita muda itu menyandarkan kepalanya memijat nya di area dahi dan pelipis.


"Apa benar cerita orang itu" ucap nya menghela nafas


"Brukkkkkkk"

__ADS_1


Suara itu membuat Rianti terbangun, ia menoleh ke arah dapur seperti ada benda yang jatuh ke lantai.


"Suara apa itu, siapa yang sedang berada di dapur di jam seperti ini" ucap nya melihat jam yang sudah menandakan magrib


Dengan rasa penasarannya Rianti melangkah mendekati dapur, setibanya tak terlihat siapapun ada disini bahkan tak ada benda apapun yang jatuh di lantai. Rianti mengamati sekitarnya sekali lagi wajahnya terlihat agak kebingungan, ia tertuju pada air keran yang tiba tiba menyala dengan sendirinya.


Rianti terus mengamati nya bagaimana hal itu bisa terjadi? ia mendekati nya dengan langkah kaki berat , tanpa berlama lama Rianti kemudian mematikannya ia cepat cepat mengambil langkah untuk pergi dari dapur.


Tetapi langkahnya terhenti ketika air itu tiba tiba hidup kembali, perasaan Rianti mulai tidak enak badannya mulai merinding.


Matanya mulai melirik kesana kemari, firasat nya mulai tak enak Rianti menghela nafas nya mengelus dada nya yang mulai terasa sesak. Rianti mengambil langkah maju untuk kembali mematikan keran air itu, kaki nya berat sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra.


Keringatnya mulai bercucuran memenuhi dahi nya , tepat di depan keran itu ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika air itu berubah menjadi marah kental seperti darah segar.


"Aaaaaaaa" teriak nya terjatuh di lantai, nafas nya mulai berangsur angsur, jantung nya sudah tak terkendali.


"Bagaimana itu bisa terjadi" ucap nya


Rianti begitu ketakutan tak ada orang di dapur selain dirinya bagaimana hal itu bisa terjadi, wanita itu sibuk dengan apa yang dia liat sampai tak menyadari jika di sekelilingnya banyak sekali bekas telapak tangan dan kaki berdarah.


"Apa ini" kejer nya


Ia melihat di sekelilingnya banyak sekali telapak tangan dan kaki berdarah hingga sebuah peristiwa terjadi, terdengar suara rintihan menangis dari dalam wastafel itu wastafel itu hancur dan air nya keluar mengelilingi dapur , disusul dengan bagian anggota tubuh keluar satu persatu, dimulai dari kaki yang terpotong potong, perut terbelah hingga tangan bahkan leher yang berjatuhan disekitarnya.


Rianti berteriak histeris, ia menutup kedua mata dan telinganya, bagian bagian tubuh itu bergerak dengan sendirinya ia menyatu satu persatu hingga membentuk tubuh yang begitu menyeramkan tanpa kepala, Rianti tak sanggup menahan ini semua ia semakin histeris dan mencoba menjauhi nya.


Pintu kulkas yang ada tepat di belakangnya tiba tiba terbuka sendirinya di dalam nya terdapat berbagai anggota tubuh yang sudah terpotong yang membuat hal itu lebih menyeramkan adalah ketika sebuah kepala berambut panjang keluar dan menyatu oleh badan itu. Terdengar suara rintihan tertawa yang menggema di telinga

__ADS_1


Rianti benar benar tak bisa menggambarkan situasi dirinya, ia begitu tak sanggup melihat ini semua hingga ia sadar jika apa yang dikatakan oleh Nek Sumi ada benar nya, ia adalah Iblis terkutuk yang bisa menjelma menjadi apapun. Rianti kebingungan sekujur tubuhnya dipenuhi darah hingga mulai berdoa kepala Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjauhkan nya dari hal hal itu.


Dalam rasa takut Rianti berucap yang tak nyata akan hilang dan yang nyata akan kembali aku serahkan semuanya pada mu Ya Allah semua atas kuasa dan perlindungan mu mereka yang tiada akan kembali kepadamu.


__ADS_2