
Rianti, Gadis beserta kedua anak nya pergi untuk melihat jasad wanita muda yang katanya meninggal secara tiba tiba, disana sudah terlihat berbondong bondong warga desa yang tengah mengelilingi tempat kejadian banyak mereka semua tak menyangka dengan kejadian di desa itu.
Rianti dan yang lainnya tiba di tempat kejadian mereka semua penasaran dengan gadis yang tewas secara misterius itu, Mereka ber empat langsung ikut melihat jasad gadis itu.
Rianti syok melihat gadis itu yang tergeletak dengan lumuran darah di tangan dan wajah nya, begitupun Anaya yang langsung menutup mata nya karna ini kali pertamanya melihat mayat yang begitu seram.
"Astaghfirullah" ucap Anaya reflek memegang tangan Gadis
Orang tua gadis itu memeluk putri nya dengan sangat erat, ia menangis begitu hebatnya bahkan tak menghiraukan warga yang tengah melihat nya.
"Kenapa harus seperti ini sayang,,, siapa yang melakukan hal setega ini dengan kamu" teriak sang ibu dengan keras ia memeluk putrinya yang sudah tak bernyawa lagi
"Baru kali ini di desa kita ada kejadian seperti ini" ucap warga yang masih tak menyangka
"Iya pak perasaan saya lihat kemarin dia baik baik saja,,, tapi sekarang...." sahut nya
Gadis melihat jasad itu begitu prihatin apalagi melihat ibu nya yang menangisi putrinya, ia mendekati ibu dari korban itu memegang pundak nya sembari berkata.
"Sabar ya Bu, " ucap nya
Saat dirinya tengah berdekatan dengan jasad itu , ia tak sengaja melihat luka di bagian lehernya yang terlihat seperti luka bekas cekikan.
"Luka itu,,,," ia kemudian langsung meraba leher nya sendiri, ia ingat saat tadi bercermin terdapat luka yang sama seperti wanita ini.
Melihat itu semua Gadis langsung berdiri sontak ia langsung pergi dan menjauhinya
"Bagaimana bisa luka itu sama seperti luka yang ada di leher ku" ucap nya kebingungan
"Apa jangan jangan ,,,,"
"hey" sapa seseorang mengagetkan Gadis
Sementara para warga tengah membantu orang tua Sukma untuk membawa jasad putri nya kerumah sekaligus dimakamkan hari ini juga.
"ehh mbak Maya " jawab nya terkejut
"Mbak baru datang?"
"Oh engga cuma mba habis nyari pak RT buat ngurus pemakaman Sukma"
"Sukma?"
"Iya wanita yang meninggal itu,, mbak sebenernya kaget juga tiba tiba ada kejadian kayak gini, padahal sebelumnya kampung ini aman aman aja"
Ditengah tengah perbincangan Rianti dan kedua anak nya datang.
"Eh mbak Rianti disini juga"
"Iya May" Rianti terlihat agak gelisah setelah melihat jasad Sukma yang meninggal secara mengenaskan
__ADS_1
"hai Ningsih Tante kangen loh ,,, main kerumah Tante yuk" ajak nya
Ningsih menggeleng geleng kan kepalanya ia langsung menghindar dan memegang tangan sang ibu , entah apa yang terjadi pada gadis kecil itu?? Reaksi yang ditunjukkan Ningsih membuat mereka semua sedikit kebingungan.
"Sayang kamu kenapa? Itu Tante Maya " ucap Rianti
"Udah gapapa mbak nama nya anak kecil"
Setelah kejadian pagi hari itu semua warga desa menjadi agak khawatir dan cemas, mereka menduga duga sebenarnya apa yang membunuh Sukma dengan kejam seperti itu.
*****
Dirumah Hartono
"Wah rumah mbak besar banget ya ternyata, sebenernya kemarin aku sama mas Putra mau kesini berkunjung, tapi akhirnya ketunda terus"
Rianti membawa Maya berkunjung kerumahnya, sebenernya mereka satu desa tetapi jarak rumah satu sama lain lumayan menguras waktu sehingga mereka jarang bertemu.
"Ya begitulah May ,, sebenernya Mbak tidak begitu nyaman dirumah ini" ucap nya
"Oh ya kamu mau minum apa? Teh? Atau kopi?"
"Enggak usah mbak,, engga nyaman kenapa ya? Bukannya rumah ini lebih besar dari rumah nenek"
"Belakangan ini mbk sering banget ngerasa bahwa ada yang aneh dirumah ini" Ucap Rianti bingung bagaimana cara nya menjelaskan kejadian itu.
"Ya kejadian kejadian diluar pemikiran manusia"
"Masak sih mba?" Ucap Maya yang mulai menurunkan nada bicaranya
"heheh ( tersenyum tipis) ga mungkin di zaman kayak gini ada hal begituan mba" ucap nya mencairkan suasana
****
"Kak Serem banget ya meninggal nya ga wajar gitu, padahal dia masih gadis" Ucap Anaya yang tengah membayangkan mayat wanita itu.
Merasa tak ada sahutan dari ucapan nya Anaya melihat ke arah Gadis yang tengah bercermin menyisir rambutnya , tatapan nya terlihat kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kak Gadis" tegur nya sekali lagi
Kesal melihatnya hanya diam saja , Anaya langsung bergegas menghampiri nya dan berteriak di telinga nya.
"Kak Gadis haloo..." teriak nya keras
"Issss apa apaan sih Nay ,,, sakit nih telinga"
Cetus nya
"Lagian diajak ngomong malah diem , mikirin apa sih"
__ADS_1
"Nay ngerasa ga sih sejak kita dirumah ini satu persatu kejadian aneh terjadi " gumam nya
"Hah maksudnya " memperjelas ucapannya
Gadis menceritakan tentang mimpi nya semalem yang ia alami ia bertemu dengan sosok wanita menyeramkan dan ingin membunuh dirinya bahkan ia bercerita tentang luka di leher nya yang ia dapat di pagi hari setelah bangun tidur, luka itu pun persis sekali dengan luka Sukma waktu itu.
"Apa? coba lihat leher kakak" ucap Anaya terkejut mendengar nya , ia langsung memastikan luka yang dimaksud oleh Gadis ia memperlihatkan leher nya pada Anaya.
"Kak tapi di leher kakak ga ada bekas luka apapun"
Perkataan Anaya itu membuat Gadis merasa kesal bagaimana luka sebesar itu bisa tak terlihat oleh dirinya.
"Ya ampun Nay ini ga liat luka sebesar ini" ucap nya menunjukkan nya ke arah cermin
Setelah bercermin Kedua bola mata Gadis membesar dengan sempurna, bibir nya seolah ingin mengatakan bagaimana ini bisa terjadi, tak terdapat luka apapun bahkan goresan kecil pun tak ada leher nya begitu mulus seperti wanita lainnya.
"Loh,,, ta.....ta...pi bagaimana mungkin"
"Tuh kan bener?, ga ada apapun "
"Tapi serius Nay tadi pagi ada bekas luka cekikan "
"Hadeh coba tanya Ningsih deh kalo ga percaya,,, Ningsih....." Panggil Anaya
"Ningsih sini dulu...." panggil nya sekali lagi
Anaya menengok ke arah tempat tidur, ia agak kaget melihat tempat tidur itu kosong, tadi mereka bertiga ada di kamar yang sama bahkan tadinya Ningsih tengah bermain dengan boneka yang selalu ia bawa.
"Lah kemana Ningsih? Perasaan tadi disana" Ucap Anaya
"Ya juga ya"
"Kalo dia keluar seharusnya kita denger pintu kamar itu terbuka,, tapi ini"
Anaya dan Gadis langsung saling menatap, mereka berdua memainkan mimik wajah yang sama seperti nya pemikiran mereka sama.
"Lebih baik kita cari dia ,, hari sudah menjelang Maghrib" Ajak Gadis
"Iya kak,, haduh kemana tuh anak"
Anaya dan Gadis bergegas keluar kamar, mereka mencari keberadaan sang adik yang tiba tiba menghilang dari kamar , Anaya mengecek ke kamar sang adik tapi tidak ada siapapun dikamar itu. Mereka berdua mulai panik bahkan bingung kemana sang adik pergi.
"Yasudah Mbak saya pamit dulu ya, hari sudah semakin sore nanti pasti saya sering sering kesini"
"Ya makasih ya May sudah mau berkunjung kemari ,, tihati ya " Maya pergi meninggalkan rumah itu.
Tak selang beberapa lama setelah kepergian Maya , Gadis dan Anaya turun dari atas dengan tergesa gesa mereka berdua terlihat begitu panik.
"Eh eh ada apa ini ?" Tanya Rianti
__ADS_1