Jalan Menuju Iblis

Jalan Menuju Iblis
4. Bab 4 Seperti Nyata


__ADS_3

Malam hari dimana itu adalah waktunya beristirahat bagi para penghuni rumah Hartono, tetapi tidak dengan Gadis ia terlihat masih membuka matanya dengan mencari posisi tidur yang pas.


Tepat pukul 23:45 wanita itu merasa kegelisahan yang begitu hebat, ia menengok ke arah kiri terlihat Anaya sudah tertidur lelap.


Ia bangun membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan, menghela nafas beratnya dan membuka selimut yang menutupi kakinya itu.


"Kenapa aku ga bisa tidur ya ,, sedangkan nih anak nyenyak bener" ucap nya melihat ke arah Anaya.


"Ngambil minum aja Kalik ya sapa tau habis itu bisa tidur"


Gadis itu melangkahkan kaki nya dan hendak keluar kamar, tetapi baru saja dirinya ingin membuka pintu itu tiba tiba terdengar suara seseorang seperti menaiki anak tangga.


"Tuk Tuk Tuk"


Gadis terhenti ia mencoba mendengarkan lebih jelas lagi.


"Malam malam gini siapa yang menaiki tangga" ucap hati nya bingung


Suara itu semakin terdengar jelas, ia mulai berpikiran negatif leher nya terasa begitu dingin.


"Tenang Gadis tenang,,, mungkin itu mbak Rianti " ucap nya mengatur nafas nya yang mulai tak beraturan


Setelah beberapa saat suara itu semakin menjauh bahkan hampir tak terdengar lagi, Gadis memberanikan dirinya untuk keluar dari kamar secara perlahan ia membuka pintu , mengintip nya ke arah anak tangga.


"Tidak ada siapapun" ucap nya


Ia kemudian keluar dari kamar itu melangkah kan kaki nya yang sudah mulai bergetar , rumah itu terlihat begitu gelap dan sunyi ditambah banyak benda benda antik membuat suasana disekitarnya terlihat menyeramkan.


Gadis berjalan mengendap ngendap sembari melihat ke setiap sudut anak tangga, tiba di depan tangga gadis itu merasakan hawa panas disekitarnya.


"kenapa panas banget disini " ketus nya kepanasan


Tiba tiba dilantai bawah terlintas sekelebat bayangan hitam, wanita itu langsung melihat ke arahnya matanya mulai panik.


"Siapa itu" panggil nya cukup keras


Namun sayangnya tak terdengar suara sahutan apapun dari arah bawah, rasa penasarannya semakin meningkat membuat pikiran nya mengajak nya ke bawah.


Dengan perasaan takut dan bingung Gadis melangkah satu demi satu hingga sampailah ia dibawah tepat diruang keluarga, tak terlihat ada siapapun disini.


Hingga suatu ketika


"Gadissss,,,,," UPS terdengar suara berdesis memanggil nama nya , suara itu begitu menyeramkan Gadis mulai ketakutan ia bahkan memegang kursi sofa dengan begitu erat.


"Siapa itu " teriak nya


Keringatnya mulai mengucur dengan deras suara itu seperti memenuhi seisi rumah ini

__ADS_1


"Gadisss,,,,,, ha,,,,ha,,,,ha,,," semakin terdengar menusuk di telinga


Gadis mulai merasa tidak nyaman telinga nya seperti ditusuk oleh suara itu, ia menutup telinga sembari berteriak


"Siapa kamu "


Bayangan itu melintas tepat di belakang nya


Gadis membalikkan tubuhnya tetapi tak terlihat siapapun, disisi lain suara itu selalu menghantui nya.


Gadis tak tahan ketakutan nya kini semakin membesar


"Gadis,,,,,,,,,,,,,,s,,s,,,s,,,"


"Siapa kamu ,, jangan ganggu saya" teriak nya


dengan nafas berangsur angsur gadis itu memejamkan kedua matanya.


"Tolong jangan ganggu saya" ucap nya meringis


Tak selang berapa lama suara itu menghilang ia membuka matanya dan mulai melihat di sekelilingnya, matanya terlihat ketakutan. Tanpa basa basi Gadis langsung berlari ke arah anak tangga ,tetapi tiba tiba ia melihat jejak kaki berwarna merah.


Langkah nya terhenti , ia melihat jejak kaki itu menuju ke arah kamar dibawah anak tangga itu.


"jejak kaki"


"Siapa kamu jangan ganggu saya" teriak nya sekali lagi Gadis menutup kedua telinga nya.


Ia melihat ke arah atap rumah yang begitu menjulang tinggi terlihat ada sosok wanita berambut panjang yang tengah berjalan di atap tersebut, Gadis tak menyangka dengan apa yang dia liat.


Sosok itu kemudian turun dengan berjalan di dinding, kedua kaki nya sudah tak kuat lagi untuk berdiri sehingga ia terjatuh dan mulai menjauhkan dirinya.


Nafas nya tersengal sengal rambutnya berantakan keringat dingin mengucur deras sementara kedua matanya melihat sosok itu berjalan mendekati nya, dibelakang nya terlihat banyak sekali darah yang berceceran


kuku nya begitu runcing di penuhi darah , rambut nya begitu panjang hingga terseret di lantai.


Wajah nya kabur dia semakin mendekat dengan suara nya yang begitu menyeramkan.


"Pergi jangan dekati saya ,,,,, pergiiiii"


"hahahahah,,,,, kamu tidak akan bisa pergi dari sini"


"siapa kamu" teriak nya


Pertanyaan yang dikeluarkan nya membuat Sosok wanita menyeramkan itu memperlihatkan wajahnya yang dipenuhi darah dan luka, matanya bulat besar berwarna merah, gigi nya runcing di penuhi tetesan darah wajahnya terdapat luka cakaran.


"aaaaaaaaaaa" teriak nya setelah melihat wajah sosok perempuan itu.

__ADS_1


Perempuan menyeramkan itu membuat tubuh Gadis terangkat ke atas , Gadis terkejut dan sempat ingin berteriak tetapi leher nya sudah di cekik bahkan kaki dan tangannya sudah tak bisa bergerak


"l....e...pas...kan " merintih kesakitan


"m...bak .....Mas to...lo...Ng" teriak nya meminta tolong


********


"huhk huhk " Gadis membuka kedua matanya ia melihat di sekelilingnya rupanya ini sudah pagi , keringat dan nafasnya tersengal sengal ia kemudian langsung bangun dan menghadap cermin.


Ia melihat dirinya di cermin dengan kondisi rambutnya yang acak acakan.


"Alhamdulillah itu cuma mimpi, tapi terasa begitu nyata" ucap nya mengelus dadanya


Gadis itu merapikan rambutnya tetapi apa yang ia lihat begitu membuat nya terkejut.


"Kenapa leher aku ada bekas luka cekikan " ucap nya terkejut.


Ia lebih dekat lagi dengan cermin memastikan apakah benar itu adalah luka seperti di cekik


"Tapi bagaimana bisa? Sebelumnya tidak ada luka ini,, apa jangan jangan...."


Ketika Gadis itu mulai menduga duga terdengar suara kebisingan dari arah liat kamarnya, suara apa itu sepagi ini.


"Kenapa berisik sekali suara apa itu" ucap nya keluar kamar dengan cepat.


*Diluar*


Diluar anggota keluarga Hartono ditemui salah seorang warga dari desa itu, warga itu mengabarkan bahwa anak gadis desa ini ditemukan meninggal di bawah pohon besar itu.


"Apa? Bagaimana bisa Pak?" Tanya Rianti yang terkejut


Gadis tiba di depan dengan melihat wajah mereka yang begitu tegang, ia penasaran dengan apa yang terjadi.


"Nay ada apa ini?" Tanya nya


"Ini kak katanya ada gadis yang meninggal terus jasad nya di temukan di bawah pohon besar disana" sahut Anaya


"Apa?"


"Iya benar sebaiknya kalian kesana saja"


"Baik pak, terimakasih informasinya kami semua akan kesana,,, Ayo Mas "


"Buat apa kita kesana? kalo mau kesana kalian saja saya masih ada kerjaan " ucap sang suami , ia kembali memasuki rumah.


Jawaban yang didapat dari Abi membuat Rianti terlihat sedih , bahkan di depan anak anaknya Abi tidak bisa menjaga sikapnya itu.

__ADS_1


"Yasudah Sayang kita aja yang kesana ya,," Ajak Rianti


__ADS_2