Jalan Menuju Iblis

Jalan Menuju Iblis
13. Bab 13


__ADS_3

Malam itu seluruh warga desa mencari keberadaan putri dari ketua RT Nias yang telah menghilang sejak Magrib mereka semua berbondong bondong berteriak membawa obor obor serta bunyi bunyian berupa Kentungan dan pemukul.


Tepat pukul 23:45 warga memberhentikan pencariannya mereka bingung bagaimana bisa Nias menghilang begitu saja , bahkan mereka sudah sampai menelusuri sampai ke tengah hutan tetapi hasil nya pun Nihil.


"Pak RT ini sudah larut malam , semua tempat sudah kita periksa tetapi Nias belum juga ditemukan" ucap salah seorang warga


"Saya minta tolong sekali pada kalian semua untuk mencarinya sekali lagi, kami yakin putri kami pasti ketemu" ucap Pak RT merangkul sang istri , sejak tadi ia hanya menangis air matanya tak henti harapan nya terus bersinar bahwa putrinya pasti pulang dengan keadaan sehat.


"Iya,,, saya minta tolong pada kalian semua tolong cari sekali lagi" ucap Bu RT tersedu sedu


"Kasian Bu RT , mbak jadi takut kalo kejadian ini akan menimpa satu kampung " Ucap Rianti berbisik pada Gadis


"Mbak" panggil seseorang dari arah belakang, Rianti membalikkan tubuhnya dan melihat Maya yang baru saja datang sendirian, dengan membawa senter hp seadanya.


"Maya kamu disini?, sama siapa?" Tanya Rianti menoleh ke belakang menunggu seseorang datang bersama Maya , tetapi tak ada siapapun yang terlihat setelah Maya datang.


"huhh... sendirian aku mbak untung aja engga nyasar " jawab nya berangsur angsur


"Sendiri? Tapi bagaimana kamu tahu kami disini ?" Tanya Rianti menatap Maya


"Ohh itu tadi aku dikasih tau salah seorang warga katanya kalian semua ke arah sini" jawab nya


Gadis menatap Maya dengan tatapan tajam, hati nya seperti ragu setelah mendengar jawaban dari Maya bagaimana bisa salah seorang warga memberitahu nya sedangkan seluruh warga desa ada disini. Gadis memalingkan pandangannya.


"Saya mau bertanya apa ada tempat yang kita lupakan ?" Tanya Pak RT


Seluruh warga saling tatap mereka berpikir tempat manakah di desa ini yang tidak mereka datangi untuk mencari Nias.


"Pak sepertinya ada satu ,, di ujung desa tepat nya di dekat bambu bambu rimbun" Jawab salah seorang warga


"


Tapi itu adalah tempat larangan , kita semua tidak boleh kesana berbahaya " jawab lainnya


"Maaf sebelumnya bapak bapak bahaya kenapa?" Tanya Rianti penasaran


"Apa ibu belum tau jika disana konon katanya dulu adalah tempat pemujaan iblis, bahkan tumbal tumbal nyawa banyak sekali yang meninggal dan terkubur disana secara misterius "


"Iblis?" Jelas Rianti

__ADS_1


"Tapi kan itu dahulu dan belum pasti , sebaiknya kita semua kesana lagian kita beramai ramai " usul seorang warga


"Sudah sudah sebaiknya kita kesana tetapi kita harus berhati hati karna banyak rimbunan bambu " Jawab Pak RT


Akhirnya seluruh warga beranjak pergi , setelah Pak RT memberikan keputusan walaupun mendengar cerita yang menyeramkan tetapi mereka yakin bahwa tidak ada apapun disana bahkan selama ini di desa ini tak pernah terjadi hal hal yang aneh.


"Mbak penasaran dengan cerita iblis itu" ucap Rianti


"Itu hanya mitos aja mbak sebaiknya kita fokus mencari Nias sekarang" jawab Gadis


"Nias.....kamu dimana "


"Nias......" Teriak para warga silih berganti


Mereka semua terus membunyikan suara suara bising tak lama kemudian mereka tiba di tempat yang dituju, tempatnya begitu gelap dipenuhi puluhan bambu yang rimbun, bahkan sinar matahari pun tak bisa menembus tempat ini aura aneh sudah dirasakan para warga saat pertama kali menginjakkan kakinya.


"Gelap banget tempat ini , bener ya suasananya beda banget disini bulu kuduk jadi makin merinding" bisik seorang wanita paruh baya


"Pak RT kita sudah sampai di tempat ini, lalu bagaimana kita bisa mencari Nias dalam situasi begini, kalo dipikir tidak mungkin Nias sampai kesini"


"Apa sebaiknya kita kembali saja "


"Baiklah sepertinya kita kembali saja , sebelum ada sesuatu yang tidak baik terjadi" Ucap Pak RT


Semua warga akhirnya beranjak meninggalkan tempat itu , tetapi tiba tiba terdengar suara seperti suara berjatuhan yang membuat mereka terhenti.


"Brukkkkkkkkkk"


"Tunggu kalian dengar tidak" ucap nya menghentikan langkahnya


"Ya saya dengar "


"Saya juga dengar, suara apa itu "


"Tapi sepertinya itu berasal dari belakang" ucap Rianti


Mereka semua membalikkan langkah nya dan melihat ke arah belakang mereka, diliat tak ada apapun tetapi tidak mungkin suara sebesar bisa tidak ada sesuatu yang jatuh. Para warga mengecek lokasi sekitar satu persatu karna penerangan seadanya mereka agak kesulitan penglihatan.


"Bagaimana apa ada sesuatu?" tanya Pak RT

__ADS_1


"Tidak Pak ,, tidak ada apapun disini "


"Sama pak "


Salah seorang warga berlari dari arah kiri rimbunan bambu sepertinya ia melihat sesuatu dan ingin memberitahu informasi.


"Pak pak disana ada sesuatu ditutupi rimbunan daun kering , agak nya terlihat mencurigakan" ucap nya


"dimana?"


"Disana Pak mari mari ikut saya"


Mendapat informasi dari salah seorang warganya Pak RT dan semua warga lainnya langsung mengikuti nya dan melihat apa sebenernya yang ada disana.


"Nah ini Pak" tunjuk nya


Pak RT mengamati nya dengan sangat tajam, ia terdiam kebingungan sebenarnya apa isi dari rimbunan dedaunan ini sampai menumpuk dan menjulang mirip seperti kuburan. Warga lainnya ikuti mengelilingi tempat itu karena penasaran dengan apa yang diliat mereka.


"Sebaiknya kita cek Pak RT takutnya ada hal hal yang aneh" usul nya


"Tapi tunggu" Salah seorang warga mengambil sesuatu benda yang ia lihat dekat dengan timbunan dedaunan itu, ia mengambil nya dan mengarahkan obor nya untuk melihat lebih jelas nya .


"Ini kan gelang" ketus nya


"Gelang coba sini lihat " rebut salah seorang warga


"Gelang? " ucap Rianti menatap Gadis


Mendengar hal itu Bu RT yang awal nya bersama para wanita lainnya dibelakang, tiba tiba berlari mendekati mereka disana ia penasaran dengan gelang apa yang dikatakan oleh para pria itu, Rianti dan yang lainnya pun ikut menyusul Bu RT . Dengan perasaan tidak enak Bu RT merebut gelang itu dan mengamatinya dengan seksama.


Ia terus membolak balikan nya wajahnya terlihat menegang dan air mata nya mulai menetesi gelang yang ada di tangannya saat ini, Pak RT mulai bingung dengan reaksi istrinya yang tiba tiba syok melihat gelang itu.


"Bu ada apa?" Tanya nya


"Pak...." ucap nya tersedu


"Pak ini gelang yang biasa dipakai oleh anak kita " menunjukkan nya


"Apa? ibu yakin?" jelas nya

__ADS_1


"Bu RT yakin ini gelang Nias?" Tanya Maya mendekati nya


"Saya yakin sangat yakin ,,,, Pak " ucap nya air matanya tak terbendung lagi perasaannya mulai campur aduk , rasanya ia tak bisa berdiri lagi di kedua kaki nya saat ini, ia memeluk gelang itu dengan erat dalam linangan air mata yang deras.


__ADS_2