
Abi melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju kamar nya, ia membuka pintu dengan tergesa gesa hingga tak sadar bahwa ada sang istri di depannya keduanya tak sengaja bertabrakan, Rianti terkejut oleh kedatangan sang suami yang terlihat cemas bahkan selalu menoleh ke arah pintu.
"Mas kamu kenapa?" Tanya nya mengamati Abi
"Hah,,,, engga kok engga ada apa apa " jawab Abi ketus
"Tapi itu keringat kamu, sebentar saya ambilkan Tisu"
"Eh tidak usah " Jawab Abi mengusap dahi nya yang dipenuhi oleh keringat, suhu badannya bahkan naik begitu drastis ini yang dirasakan nya saat ini.
"Tapi Mas" Rianti melihat Suami nya yang bertingkah cukup aneh , ia bingung dengan keadaannya setelah pergi dari dapur itu.
Abi terus saja melihat ke arah pintu tatapannya cemas gelisah , ia kemudian beranjak duduk di kursi sofa memegang kepalanya dan sesekali pandangan nya seperti orang kebingungan.
Rianti mendekati Abi ia duduk tepat disampingnya sembari terus menatap suami nya ,tetapi Abi selalu memalingkan wajahnya bahkan tak berani untuk menatap mata Rianti kegelisahan nya semakin terlihat jelas diwajahnya. Rianti memegang pundak Abi mengelus nya dan berusaha menenangkan nya.
"Mas , Mas kenapa sejak dari dapur wajah Mas terlihat gelisah, cemas?" Tanya Rianti menurunkan nada suaranya
Abi melirik istri nya sentuhan tangan Rianti rupanya membuat nya semakin cemas dan gelisah ia merasa risih dengan keadaannya saat ini. Abi menepiskan tangan Rianti dengan kasar.
"Udah lah mending kamu tidur saya baik baik aja "
"Tapi Mas"
Ketika Rianti terus berusaha mencoba mencari tau mengenai suami nya tiba tiba terdengar ketukan pintu dan suara Gadis yang berteriak tepat di depan kamar mereka.
"Mbak , Mas buka pintunya Mbak, Mbak" (tok tok tok ) Teriak Gadis dengan nada tergesa gesa
"Nah tuh bukan deh pintunya, ada apa lagi sama dia " perintah Abi
"Iya iya, sebentar "
Rianti beranjak menghampiri Gadis dan segera membuka pintu kamar nya , Gadis sudah terlihat cemas nada suaranya bahkan nafas nya sudah berangsur angsur, Rianti bingung melihat keadaan adik ipar nya.
"Ada apa, coba ngomong pelan pelan atur nafas nya "
"i....tu Mbak....Anaya " ucap nya terbata bata
__ADS_1
"Anaya kenapa lagi dia ?" Kejut Rianti raut wajahnya berubah drastis
"Anaya teriak teriak di kamarnya MB, dia terus menangis tanpa henti Gadis takut dia kenapa kenapa" jelas nya menarik tangan Rianti dengan segera
Rianti dan Gadis segera menuju kamar Anaya , di depan pintu sudah terlihat Ningsih yang tengah berdiri dan menunggu kedatangan mereka , Rianti memerintahkan Ningsih untuk segera masuk ke kamar nya saat ini. Ia tak ingin putri kecil nya juga merasa khawatir dengan keadaan sang kakak.
Rianti dan Gadis membuka pintu kamar Anaya dengan cepat, mereka berdua begitu khawatir tetapi setiba nya di dalam kamar tak terlihat kejadian seperti yang dikatakan oleh Gadis sebelumnya, Rianti melihat Anaya yang tertidur nyenyak di atas ranjang nya dengan tubuh nya yang terbalut selimut.
"Gadis tapi Anaya tertidur lelap, katanya dia teriak teriak histeris " Ucap Rianti menatap Gadis
Gadis mengusap kedua matanya ketika melihat Anaya yang tertidur dengan pulas , bagaimana mungkin ini terjadi? Gadis tetep pada ucapan yang mengatakan jika memang benar Anaya berteriak histeris bahkan sampai terdengar ke kamar nya, ia juga melihat kondisi nya yang tadi menangis tepat di depan tempat tidurnya.
"Tapi Mbak Gadis engga boong, Gadis yakin dengan apa yang gadis katakan " jelas nya masih tak percaya
"Tapi kamu liat sendiri Anaya tertidur pulas" Jawab Rianti menatap Anaya yang tengah tertidur.
"drtttttt drtttttt drtttttt"
Terdengar suara hp dari saku Gadis terlihat panggilan masuk dari Tante Maya, ada apa dia malam malam begini menelpon Gadis?
"Kamu ada di kamar Anaya saat ini?" ucap Maya
"Bagaimana Tante Maya bisa tau aku ada di kamar Anaya?" Ucap hati nya
"Kok Tante bisa tau?" jawab nya
"Ohhh Tante cuma kepikiran sama Anaya, udah lupain soal itu sebaiknya kamu ajak Mbak Rianti keluar rumah sekarang" ucap nya
"Keluar rumah? memang nya ada apa Tante?"
"Itu anak nya Pak Samsudin hilang dari habis Maghrib sampai sekarang belum juga pulang jadi para warga ikut mencarinya "
"Apa hilang?"
"Ada apa , apa yang dikatakan Maya?" Tanya Rianti penasaran.
Gadis menutup telponnya, ia kemudian mengajak Rianti untuk meninggalkan kamar ini dan pergi keluar rumah, Rianti terus bertanya tanya pada Gadis ia menarik nya menuruni anak tangga dengan cepat.
__ADS_1
Gadis membuka pintu rumah , di luar terlihat obor obor para warga yang telah berbondong bondong membawa Kentungan dari bambu dan kayu, mereka semua berteriak memanggil nama Nias putri dari ketua RT di desa nya.
Rianti bingung melihat kondisi diluar terlihat satu desa tengah berjalan menyusuri kampung sembari berteriak teriak bahkan terlihat Pak Samsudin kepala RT dan istrinya Bu Ayu.
"Gadis ini ada apa sebenarnya kenapa banyak para warga diluar dan memanggil nama Nias?" Tatap Rianti
"Jadi ini sebenernya yang mau Gadis kasih tau mbak " Gadis menjelaskan alasan Maya menelpon tadi.
"Astaga bagaimana bisa , ya sudah ayok kita bantu mereka juga" Ajak Rianti
"Iya mbak Ayok"
Rianti dan Gadis menyusul mereka dan ikut membantu yang lainnya mencari keberadaan Nias gadis berusia 17 tahun itu hilang sejak sehabis magrib.
"Nias,,,,, Nias kamu dimana " teriak para warga
"Tung .....Tung......tung......" suara Kentungan warga sejak tadi mereka tak habis habis memukul benda itu.
"Ayok Gadis cepat,,," ucap Rianti menyusul mereka
"Pak apa tidak sebaiknya kita lapor polisi mengenai hal ini?" Ucap salah seorang warga
"Tapi kalo lapor polisi masalah ini akan menjalar keluar desa , lagian kita semua yakin Nias pasti ketemu" tegas warga lainnya
"Kami minta tolong pada kalian untuk membantu pencarian Nias sampai ketemu" Ucap Bu RT tersedu sedih cemas akan keadaan Nias
"Ibu dan Pak RT tenang saja kami pasti bantu "
"Maaf Bu sebelumnya bagaimana bisa Nias hilang tiba tiba , kami terkejut mendengar kabar nya " Tanya Rianti mendekati Bu Rt
Bu RT menjelaskan kronologis putri sulung nya yang izin untuk ke warung tetapi hingga malam tiba Nias tak kunjung pulang, sang pemilik warung tak melihat Nias datang bahkan berbelanja. Bu RT meneteskan air matanya terus menerus ia tak bisa menahan nya kali ini ia cemas terjadi sesuatu yang sama pada gadis desa sebelumnya yang ditemukan meninggal.
"Nias pasti ketemu Bu , kita semua pasti bantu mencarinya" Ucap Rianti
"Tapi baru kali ini Bu di desa kita terjadi kejadian seperti ini, dahulu konon katanya sudah pernah terjadi ketika keluarga kaya itu menempati rumah yang saat ini Bu Rianti tempati"
Rianti menatap warga yang mengatakan hal itu, ia mengingat cerita dari Nek Sumi mengenai asal usul rumah yang saat ini mereka tempati, Rianti terdiam pikirannya mulai cemas dan hati nya mulai membenarkan ucapan dari Nek Sumi ia semakin penasaran dengan cerita selanjutnya.
__ADS_1