Jalan Menuju Iblis

Jalan Menuju Iblis
20. Bab 20


__ADS_3

Gadis membalas pelukan Maya ia tak mengerti mengapa tiba tiba Kakak Ipar nya ini memeluk nya dan terlihat begitu ramah tak seperti kemarin.


"Kamu pasti bingung kan Gadis,,, mba mau minta maaf soal kemarin ternyata mbak salah paham sama kamu " mengelus kedua lengan Gadis dan menatapnya dengan wajah bersalah.


"Kenapa aku merasa, ada sesuatu yang Mbak Maya tutupin tidak seperti biasanya ia terlihat seperti ini" bisik hati nya


"Oh iya Mbak"


Maya melihat Rianti yang hanya terdiam tanpa mengatakan apapun, Maya melambaikan tangannya tepat di depan wajah Rianti hingga akhirnya Rianti sadar akan keberadaan Maya disini. Ia menyapa nya dan mengatakan sejak kapan ada disini.


"Mbak mikirin apa? Sejak tadi Maya perhatikan Mbak memikirkan sesuatu" tanya nya


"Oh tidak ada apa apa May "


"Mbak jangan bohong,,, apa jangan jangan dua pekerja itu buat masalah ya mbak" duga nya


"Ohh tidak kok May,,, mereka kerja nya bagus dan juga rajin, mbak hanya..."


Rianti menceritakan segalanya pada Maya mengenai teror , tumbal tumbal gadis remaja hingga banyak warga yang pindah rumah demi menyelamatkan keluarga mereka terutama orang tua yang memiliki anak gadis remaja, ia juga mengatakan jika dirinya ingin segera pindah dari desa dan rumah itu. Sudah cukup teror dan kejadian aneh yang mereka alami.


Rianti bercerita mengenai kejadian semalam dirumahnya yang menimpa putri sulungnya Annaya sampai putri nya merasa begitu ketakutan gangguan mental nya hampir saja kena.


"Apa pindah mbak? Sebaiknya mbak tetap disini" Jelas Maya

__ADS_1


"Kenapa Mbak Maya seperti panik gitu?" Sela Gadis melihat raut wajah Maya.


"Hah panik?? Engga kok maksudnya Mbak sama keluarga tidak usah pindah lagipula mendiang Nenek kan pernah bilang jika kita semua harus saling berdekatan "


"Iya sih , tapi aku cemas May pada anak anak teror sosok itu semakin menampakkan wujudnya "


"Mbak itu semua hanya permainan halusinasi, karna pikiran kita sudah terpengaruh isu isu di kampung ini jadi seolah nyata, Mbak pikir aja bagaimana di zaman modern gini ada hal hal begituan" Ucap nya meyakinkan


"Tapi May"


"Mbak kenapa Gadis rasa Mbak seperti melarang agar kita tidak pergi dari desa ini" Sela Gadis menatap tajam


Maya kelabakan saat dirinya di ultimatum oleh Gadis untuk kedua kalinya, ia terdiam sejenak dan berusaha membantah ucapan dari Gadis yang terus menerus memojokkan dirinya, Ia menghembuskan nafasnya, menyela rambutnya di samping telinga nya.


"Gadis Mbak tuh cuma ga mau keluarga kita pecah, ngapain mbak cegah kalian juga kan"


.


.


.


Setelah percakapan yang panjang akhirnya Maya memutuskan untuk ikut bersama Rianti mengunjungi nya kediaman Bu RT dan Pak RT.

__ADS_1


"Assalamualaikum Bu, Pak " ucap Gadis tak lama terdengar suara langkah kaki dari dalam.


"Walaikumsalam, Loh ada Bu Rianti , Bu Maya dan Gadis " sahut Pak RT


Pak RT menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan nya untuk masuk.


"Ada apa ya , tumben banget kalian semua kesini?" Tanya Pak RT


"Oh kami sengaja kesini Pak, sebenernya tujuan kami ingin berkunjung berbincang para Bu RT mengingat setelah kepergian Nias pasti Bu RT begitu sedih" Sahut Rianti


"Ini Kami bawakan sedikit jajanan kue buatan Mbak Rianti " Maya memberikan sekotak kue bolu itu pada Pak RT.


"Ya ampun repot repot , Bu ,,, ibu ini keluarga Pak Hartono datang" teriak Pak RT


Tak lama kemudian Bu RT keluar dari arah belakang, ia menghampiri mereka dan mulai bergabung berbincang bincang mengenai dirinya yang semakin hari merasa begitu sendirian setelah putri nya pergi.


"Sebenernya saya ingin mengundurkan diri dari tugas ini Bu "


"Kenapa begitu Bu ?" Tanya Rianti


" Kami sudah lelah Bu , kami sudah kehilangan putri kami dan kami harus tetap menjalankan tugas sebagai RT di kampung ini"


"Sebenernya saya juga ingin menanyakan sesuatu Pak, Bu tadi sepanjang perjalanan banyak sekali warga yang katanya ingin pindah dari desa ini" ucap Rianti

__ADS_1


Bu RT menceritakan jika setelah kejadian itu banyak sekali pengaduan yang dia dapatkan dari pada warga, mereka semua ketakutan akan tragedi yang menimpa anak gadis di desa ini, mereka takut jika anak nya akan bernasib sama dengan Nias dan gadis sebelumnya. Bu RT berusaha meyakinkan mereka untuk tidak pindah dan mencari solusi nya bersama sama.


Bu RT juga mengatakan jika isu isu mengenai jalan iblis di kampung ini semakin marak, mereka takut jika nantinya kampung ini akan menjadi lautan darah apalagi dahulu sudah pernah terjadi hal serupa meskipun mereka tidak pernah melihatnya tetapi cerita orang zaman dulu tidak lah boong.


__ADS_2