
Mereka bertiga memberitahu mengenai Ningsih yang tiba tiba hilang dari kamar nya, Rianti kaget dan syok mendengarnya mereka bertiga kemudian memutuskan untuk berpencar mencari Ningsih di sekitar rumah ini.
"Astaga Ningsih kamu dimana sih,, mana sebentar lagi Maghrib" ucap Gadis sambil berjalan ke arah taman depan
"Ningsih kamu dimana" teriak Rianti yang mulai cemas dengan keadaan putri bungsunya apalagi setelah tragedi tewas nya seorang wanita tadi pagi.
"Ningsih,,,, dek kamu dimana " teriak Anaya mencari ke arah kolam renang , ia bingung dan resah harus mencari adik nya itu dimana lagi.
"Disini juga ga ada,, haduh dimana ya tuh anak " ucap nya memegang kepala nya yang terasa pening karna sang adik tiba tiba menghilang.
Tak selang beberapa lama dari dirinya berada saat ini terdengar suara seseorang yang tengah bermain di taman belakang tak jauh dari kolam renang itu. Suara itu memang terdengar tak begitu jelas tetapi pendengaran nya masih begitu baik.
"Kamu disini ya biar aku yang ayunin"
"Sebentar... Itu seperti suara ....Ningsih "
Ucap Anaya dengan yakin.
Anaya berjalan ke arah belakang dengan terburu buru, ia ingin memastikan apakah suara itu benar adalah suara dari adik nya.
Semakin dirinya mendekat suara itu terdengar semakin jelas, Anaya kebingungan di jam seperti ini masih ada anak anak yang bermain seharusnya mereka sudah pulang.
Gadis itu mengintip dari balik semak semak rumput hias, dan benar saja ternyata itu adalah suara dari Ningsih tetapi aneh nya dengan siapa ia bermain di jam seperti ini.
Yang membuat Anaya lebih terkejut tidak ada siapapun disekitarnya.
"dengan siapa dia bermain, sepertinya tak terlihat anak anak sebaya nya disini" gumam nya melihat kesana kemari
"Hah.....tapi bagaimana mungkin ayunan itu bisa bergerak sendiri" ucap nya mengusap usapkan kedua mata nya , ia memastikan bahwa yang diliat bukanlah khayalan belaka
Merasa sudah ada yang tak beres dengan cepat gadis itu langsung menghampiri Ningsih.
"Ningsih" panggil nya
"Eh kakak, kok disini?" Tanya Ningsih seolah tak ada masalah apapun
"Kamu ngapain disini? sebentar lagi Maghrib" ucap Anaya
"Aku lagi main sama temen aku" sahut nya
"Temen? Temen yang mana,,, ga ada tuh" sahut nya mencari cari apakah ada teman sebaya Ningsih seperti yang dikatakan adiknya, ditaman itu sama sekali tak ada orang satu pun selain Ningsih dan boneka nya.
"Tuh disana , dia lagi main Ayunan" menunjuk ke arah Ayunan yang sejak tadi terus saja bergerak.
__ADS_1
Anaya terdiam melihat jawaban dari sang adik, tiba tiba suasana menjadi lebih menganehkan saat melihat boneka itu duduk dan ayunan itu tiba tiba terhenti dengan sendirinya.
"Itu? Itu kan hanya boneka "
"Iya itu temen aku Kak"
ia cukup kaget tak ingin berpikiran macam macam,apalagi melihat Ningsih yang masih anak anak mungkin saja ia menganggap boneka itu hidup dan seperti teman bagi nya.
"Yasudah ayok kita masuk Mamah nyariin kamu tuh " ajak nya menarik tangan Ningsih
Ningsih hanya terdiam mendengar ajakan sang kakak, ia bahkan tak bergerak sama sekali seperti menolak ajakan untuk masuk kerumahnya.
"Ningsih .... Ayok tunggu apa lagi"
Ningsih membalikkan badannya dan menepiskan ajakan dari Anaya , mata nya mengarah pada boneka yang tengah berada di ayunan itu.
"Nanti kakak saja yang membawa boneka itu, sekarang kamu masuk ke dalam cepat" Tegas Anaya
"Tapi kak"
"Ningsih,,, denger kata kakak " Jelas nya
"Baik kak" Ningsih kemudian meninggalkan boneka nya di ayunan itu dan pergi ke dalam rumah.
"Masih banyak boneka yang lain, biarkan sajalah" ucap hati nya
Ia kemudian membawa boneka itu bersama nya tapi.... rupanya Anaya membuang nya di dalam tong sampah itu , entah apa yang ia lakukan padahal sebelumnya ia berkata akan membawa boneka itu ke dalam bersamanya.
"Sebaiknya boneka itu ada disini" ucap nya meninggalkan boneka itu di tempat sampah itu.
Ningsih berjalan ke dalam rumah sembari sesekali menoleh ke arah belakang, berharap bahwa kakak nya benar benar ingin membawa boneka nya bersama nya. Disaat yang bersamaan Rianti melihat anak nya yang hendak menaiki anak tangga, disusul dengan Gadis yang baru tiba dari taman depan.
"Ningsih sayang..." teriak nya dari belakang
Melihat sang anak baik baik saja Rianti Langsung mendekati nya dan memeluk nya dengan erat, jiwa keibuan nya merasa lega melihat Ningsih sudah kembali.
"Ya ampun sayang,,, kamu dari mana saja"
"Ningsih hanya bermain di belakang kok Mah"
"Ya ampun lain kali kalo pergi bilang bilang ya,,"
"Iya Lo Ningsih mbak sama kakak nyariin kamu " ucap Gadis
__ADS_1
******
Malam itu di rumah Hartono , di kamar Abi dan Rianti
"Mas " panggil Rianti
"Hmmm" sahut sang suami yang fokus melihat tablet yang ada di tangannya
"Ngerasa ga sejak kita pindah dirumah ini, banyak banget kejadian- kejadian aneh"
"Kejadian aneh gimana?"
"Ya kayak, banyak suara gagak benda benda jatuh di malam hari, terus kematian gadis muda itu, bahkan tadi Ningsih tiba tiba menghilang "
"Itu hanya kebetulan saja , tidak ada hal hal seperti itu disini"
"Tapi, Mas apa engga sebaiknya kita pindah,,,"
ucap nya ragu
"Apa pindah? Rin denger ya berapa kali aku harus bilang, keputusan aku itu sudah benar kita pindah disini karna lapangan kerja disini luas , kita bisa dekat dengan sanak saudara" Tegas Abi meletakkan tablet nya dan langsung tidur meniggalkan sang istri
"Tapi mas"
"Ah sudahlah jangan pernah bahas ini lagi paham" ketus nya
*****
"haduh kenapa harus banget ya " Ucap Anaya terbangun dari tidurnya, ia melihat jam di handphone nya ternyata baru pukul 22:30 malam.
"Kak...( Panggil nya menengok ke arah Gadis , tetapi tempat tidurnya kosong hanya tersisa selimut dan bantal nya ) loh kemana Kak Gadis"
"Krekkkkk"
Anaya menoleh ke arah pintu kamar nya, terlihat seorang wanita baru saja keluar.
"Itu pasti Kak Gadis , tapi mau kemana dia malem malem ,,, eh kak tunggu" panggilnya wanita itu melompat dari ranjang itu dan segera keluar untuk mengikuti nya.
Sesampainya nya diluar ia tak melihat siapapun , tetapi terdengar suara langkah kaki dari arah bawah.
"Itu pasti Kak Gadis " ucap nya menuruni anak tangga dengan tergesa gesa
Tiba nya di dapur ia sama sekali tak menemukan siapapun , ia terlihat agak bingung mencari keberadaan Gadis yang sejak tadi ia ikuti, lampu yang tak memadai membuat sekitarnya terlihat cukup menyeramkan. Ia melihat kesana kemari memastikan kemana perginya Gadis
__ADS_1
"Sudahlah mending ambil minum dan cemilan"