Jalan Menuju Iblis

Jalan Menuju Iblis
18. Bab 18


__ADS_3

Annaya mencoba menjauhi boneka yang terus menerus mendekati nya dengan membawa sebilah pisau, rintihan ketakutan dan minta tolong semakin ia keluarkan. Mbak Ratna panik, bingung dan cemas ketika mendengar suara teriakan minta tolong dari Annaya ia terus berteriak berusaha membuka pintu ruangan itu.


Hingga seseorang mempergoki nya dan membuat Mbak Ratna terkejut.


"Bi Ratna " tepuk nya


Mbak Ratna terkejut ia membalikkan badannya rupanya itu adalah Gadis yang mempergoki nya. Mbak Ratna terlihat kepanikan ia tak berani menatap wajah Gadis.


"Bi ngapain disini? Kenapa ketakutan gitu" tatap Gadis curiga


Mbak Ratna hanya terdiam tanpa suara, ia bingung bagaimana caranya menceritakan tentang apa yang diliat dan di dengar nya. Disisi lain Non Annaya dalam bahaya wanita itu mencoba untuk mengutarakan isi hatinya tetapi ia kebingungan.


"Bi kenapa bibi diam,,, jawab ada apa?" Paksa Gadis


"Hemmmm itu Non " tunjuk nya ke dalam ruangan itu.


"Itu apa kalo ngomong yang jelas bi" kesal Gadis


"Non Annaya ada di dalam ruangan ini" Cetus nya tergesa gesa


"Apa???? Annaya?? Bibi jangan ngacok deh"


"Sumpah demi Allah bibi jujur Non,, coba Non dengar baik baik Non Annaya seperti minta tolong di dalam" jelas nya


Gadis kemudian mendekati pintu ruangan tersebut, ia mencoba mendekatkan telinga nya dan benar saja ia mendengar suara kegaduhan dari dalam dan suara Annaya seperti meminta tolong. Gadis menatap tajam pada Mbak Ratna.


"Tuh kan bener Non,,, "


"Nay ( tok tok tok ) kamu kenapa Nay....ini aku Gadis Nay buka pintunya" teriak Gadis


"Non tadi bibi juga ngelakuin hal yang sama,,, sepertinya pintu ini di kunci dari dalam"


Gadis tertegun bingung ia mencoba mencari cara untuk membuka pintu itu, sedangkan ia tahu jika ruangan ini dilarang untuk dibuka oleh kakak nya Abi.


(BRAKKKKKK)

__ADS_1


"Astaghfirullah suara apa itu Non" kejut Mbak Ratna tiba tiba ada suara seperti benda terjatuh.


Gadis dan Mbak Ratna melihat ke setiap ruangan disana, dari manakah asal suara itu, padahal tidak ada benda yang jatuh jika diliat dari pandangan mata mereka. Mbak Ratna masih penasaran dengan suara itu yang tiba tiba mengejutkan mereka


"Non tunggu disini Bibi periksa dulu , Non bantu Non Naya saja"


Mbak Ratna memutuskan untuk memeriksa disetiap ruangan dirumah itu, saat baru saja melangkahkan kaki nya tiba tiba kursi yang berada di ruangan itu bergeser dengan sendirinya seperti menghalangi pergerakan mbak Ratna, wanita itu seketika terdiam ia mengusap kedua matanya memastikan apakah yang dilihat nya hanyalah sebuah khayalan belaka.


"Non ,,, non liat apa yang bibi liat kan"


"Iya bi seperti nya ada yang tidak beres" ketus nya


Gadis dan Ratna saling menatap mereka berdua menganggukkan kepalanya, mereka mengangkat kedua tangannya dan membacakannya ayat ayat suci Al-Quran. Seisi rumah itu berasa bergoncang , jendela dan pintu terbuka dengan sendirinya angin kencang melanda saat mereka terus membaca kan doa doa itu. Mbak Ratna mencoba bertahan tetapi rasa takut nya hampir saja membuatnya berhenti.


"Non ini ada apa ya,,, kenapa tiba tiba ada angin besar" ucap nya menyeimbangkan dirinya.


"Bi terus saja membaca nya ,,, serahkan semua pada yang kuasa ayok Bi " teriak Gadis


"Baik Non"


.


.


.


"Aaaaaaaaaaa" Seseorang terbanting ke lantai memakai pakaian serba hitam dengan rambut panjang berkulit putih. Ia tergelatak kesakitan memegang dada nya dari balik bibir nya keluar bercak darah.


"Kurang ajar,,, siapa yang berani berani melawan ku" Teriak nya


"Persembahan gadis remaja gagal ,,, aku ingin tahu siapa yang menggagalkan rencana ku"


Tertulis nama seseorang di dalam tempat ritual yang berisi air dan kembang serta wewangian. Disana jelas tertulis nama GADIS.


"Gadis?"

__ADS_1


"Dia lagi dia lagi,, dia sudah berani mencampuri urusan ku liat saja kau tidak akan selamat"


Kalian pasti akan terkejut jika tahu bahwa sosok wanita itu adalah Kakak Ipar nya sendiri yaitu Maya, ia tersenyum sinis mengambil foto Gadis dan merendam nya di dalam air ia membacakan beberapa mantra dan hussss seperti sulap foto itu menghilang dengan sendirinya.


"Ha ....ha ...ha... Kalian semua akan hancur dan aku akan menguasai segalanya"


Maya mengambil foto keluarga Abi Hartono ia melihatnya sinis, ( Flasback) 4 Tahun lalu sebelum Nenek meninggal satu keluarga Hartono berkumpul untuk berbagi harta warisan serta aset aset penting di dalamnya.


Disana terlihat Abi serta Istrinya, dan Putra beserta Maya tak lupa ada Gadis anak bungsu dari keluarga ini.


Nek Sumi terlihat duduk diatas kursi roda dengan membawa sebuah map berwarna biru ditangannya, Nek Sumi mengatakan tujuannya mengumpulkan mereka hanya untuk membagi warisan karna kondisinya yang sakit sakitan. Pembagian warisan dimulai dari anak tertua yaitu Abi , Nek Sumi menyerahkan 50 persen hartanya untuk Abi itu dikarenakan ia yang akan meneruskan kantor pusat serta PT asuransi milik nya.


"Ibu akan memberikan 50 persen bagian pada Abi, Abi kamu adalah yang paling Tua itu yakin kamu pasti bisa mengelola kantor keluarga kita"


Abi mengangguk , Rianti merasa bahwa suaminya tidak bisa menghargai ibu nya seharusnya ia bisa menjawab dengan lebih sopan dari itu.


"Untuk Putra , ibu memberikan 30 persen aset , serta rumah yang ada di desa Ilir Sebrang akan ibu wariskan pada kamu dan Kakak kamu"


"Baik Bu ,, tapi apa tidak terlalu banyak " ucap Putra


Mendengar ucapan yang dilontarkan Putra, Maya selaku istrinya melirik sang suami dengan tatapan tajam ia menyenggol tangannya dan berbisik.


"Mas kenapa ngomong gitu, seharusnya kamu dan kakak kamu di bagi rata sedangkan kamu hanya 30 persen"


"May ini wajar, selama ini Kak Abi yang bekerja untuk kita sejak ibu mulai sakit sakitan" jelas nya


"Putra kamu juga kan akan menjadi seorang ayah nanti nya, jadi itu pas untuk kamu dan Maya"


"Iya kok Bu , Maya juga ngasih tau Mas Putra kalo segitu sudah lebih dari cukup ya Mas" ucap nya tersenyum


"Nah untuk putri sulung ibu Gadis ibu berikan 20 persen ya sayang,,, karna kamu belum menikah dan baru saja lulus kuliah "


"Bu Gadis tidak ingin itu semua, bila perlu berikan saja pada Kak Putra atau Kak Abi , Gadis bisa tinggal bersama mereka"


"Dasar wanita licik , sudah dikasih harta warisan sok sok an menolak " ucap hati Maya melihat sinis pada Gadis

__ADS_1


__ADS_2