
Setelah beberapa hari masa pemulihan Annaya sudah mulai membaik , kejadian waktu itu membuat mental dan psikis nya menjadi terganggu, malam itu tepat malam Sabtu Kliwon di kamar nya Gadis remaja itu tiba tiba merasa begitu sangat haus, rasanya dirinya seperti tidak pernah meminum air. Annaya langsung keluar kamar, menuruni anak tangga dengan tergesa gesa.
"Kenapa harus banget ya" gerutu nya sembari mempercepat langkah.
Setiba nya di bawah anak tangga, langkah nya tiba tiba terhenti ia terusik oleh suara seperti binatang buas yang sedang kelaparan lalu menyantap makanan dengan begitu lahap nya. Annaya mencoba memperjelas nya sekali lagi, dan lagi lagi memang benar suara itu ada dan sangat jelas. Ia berpikir darimana asal suara itu , tidak mungkin di dalam rumah ini ada binatang buas.
"Apa mungkin itu adalah suara dari dalam kaset film" duga nya
"Mungkin saja aku salah dengar" ucap nya kembali ke tujuan awal nya , tetapi saat kaki nya kembali melangkah suara itu semakin menusuk di telinga nya rasa penasarannya semakin menggebu gebu di dalam hatinya.
Annaya sampai memeriksa telinga nya apakah ada yang salah, suara itu benar benar jelas terdengar terdengar betapa enak nya makanan yang di santap nya sampai mengeluarkan suara yang begitu crunch.
Gadis itu mulai mencari cari sumber suara , ia mengamati setiap sudut ruangan dan kembali memperjelas berasal dari mana kah suara itu. Disisi lain Mbak Ratna tak sengaja melihat Annaya yang tengah mencari sesuatu, ia melihat nya dari arah dapur.
Mbak Ratna bersembunyi dan mengintip pergerakan Annaya.
"Malem malem gini ngapain Non Naya mengendap endap seperti itu , hemmmm jadi penasaran" Gumam nya
Hati dan pikiran Annaya akhirnya tertuju pada sebuah ruangan di bawah anak tangga, ia mengamati nya dengan tajam ia ingat bahwa Ayah nya pernah berkata untuk tidak membuka ruangan itu. Belum jelas alasannya tetapi perintah harus tetap di laksanakan.
Annaya mendekati nya perlahan lahan, ia menempelkan telinga nya di balik pintu terdengar suara aneh itu berasal dari dalam ruangan ini.
"Tapi Ayah melarang siapapun membuka kamar ini," Debat nya dengan pikiran dan rasa penasarannya
__ADS_1
Ia Bingung harus bagaimana, tetapi suara itu seperti magnet yang terus menerus menusuk telinga nya sehingga rasa penasarannya terus menerus timbul
Dengan pertimbangan yang luar biasa gadis itu akhirnya memantapkan hati nya untuk membuka ruangan itu, dia berpikir lagipula hanya untuk memastikan nya saja tidak untuk memasuki nya apa salah nya.
Naya menarik dalam nafas nya tangan nya mulai meraih gagang pintu ( Clekk ) pintu itu terbuka ia membuka nya secara perlahan.
Ia mulai melihat satu persatu benda yang ada di ruangan itu, tak lupa ia mengamati sekitarnya takut jika ada seseorang yang datang dan mempergoki nya. Mata Annaya melebar sempurna ia tak menyangka jika di dalam ruangan ini tersusun rapi, bahkan sampai ada cermin wewangian serta ranjang yang di ukir sedemikian rupa.
Keindahan kamar itu memancing Annaya untuk memasuki nya satu langkah, kini ia telah berada di dalamnya. Suasana kamar itu begitu berbeda terasa lembab, disini ada wewangian tetapi bau nya begitu anyir dan amis seperti darah segar yang baru.
Kening Annaya mengkerut ia tertuju pada seseorang yang membelakangi nya sepertinya ini berasal dari sumber suara itu.
Mbak Ratna penasaran dengan Annaya yang memasuki ruangan terlarang itu, ia mulai mengikuti nya dari arah dapur mengendap endap memperhatikan Annaya.
Pintu ruangan itu masih terbuka cukup lebar, siapapun dapat melihatnya dari balik dinding tangga. Gadis Remaja itu mulai merasakan ada yang tidak beres dengan ruangan ini , bulu kuduk nya merinding ditambah dengan apa yang dilihatnya. Hanya terlihat untaian hitam, kuku yang meruncing tajam seperti tengah memegang sesuatu.
Ia berusaha melihat siapa itu , tak sengaja dirinya melihat di sudut meja rias terlihat ada boneka yang mirip seperti milik sang adik Ningsih, bagaimana bisa boneka itu berada disini?.
"Itu kan,,,,, UPS ( menutup mulutnya)" Annaya kelepasan suaranya menjadi cukup besar.
Suara yang ia keluarkan membuat sosok itu terhenti dan menoleh ke samping, sepertinya ia tahu jika ada kehadiran seseorang di dalam ruangan itu. Annaya mulai panik ia mulai merasa ketakutan saat dirinya melihat sosok itu berdiri dan tingginya bisa setinggi dua lantai.
Annaya memundurkan langkahnya perlahan lahan, tetapi sepertinya itu sudah terlambat betapa terkejutnya Annaya saat melihat wajah dari sosok tersebut, dimana wajahnya begitu menyeramkan gigi nya runcing jika terbuka dunia bisa masuk di dalam nya mata merah dengan luka sayatan, rambut panjang teruntai. Ia jatuh dan syok, pintu ruangan itu tiba tiba tertutup.
__ADS_1
( Brakkkkk)
Annaya terkejut, begitupun mbak Ratna yang tengah mengintipnya, ia kebingungan bagaimana bisa pintu itu tertutup dengan sendirinya.
"Bagaimana bisa pintu ini tertutup" ia bahkan berusaha membuka nya kembali tetapi sepertinya terkunci dari dalam.
"Hahaha kamu lagi ,, kamu sudah mengusik makan malam ku" ucap sosok menyeramkan itu
"Siapa kamu,,, mengapa kamu ada di ruangan ini " ucap Naya merintih ketakutan.
"Kalian sudah memilih jalan ini dan tidak akan semudah itu untuk keluar"
"Apa maksudnya " Ketika Naya terus bertanya sosok itu malah membuat benda benda di sekitarnya berjatuhan hingga hampir mengenai dirinya. Kepala Nya terasa sakit secara misterius ia merintih kesakitan dan mengingat kejadian masa lalu saat dirinya melihat sosok yang sama pada malam itu.
"Ahhhhhhhhhh kamu ....." ucap nya
"Iya Aku,,,,,, Iblis yang akan merenggut nyawa setiap gadis desa hahahahahahh" ucap nya menggema di telinga Annaya
Sedangkan diluar Mbak Ratna berusaha membuka pintu itu ia mendengar suara benda benda berjatuhan didalam, ia mulai panik ketika mendengar nya ia takut jika Annaya dalam bahaya atau trauma nya yang belum juga hilang, Mbak Ratna terus mengetuk pintu ia bahkan mendobrak nya sekuat tenaga tapi ada satupun yang berhasil.
"Non Naya ,,,,,Non ,,,, Nok baik baik saja kan ( Brak brak brak ) ketuk nya sekuat tenaga"
Annaya mendengar suara Mbak Ratna dari luar, " Mbak Ratna...." ( jelas nya ) Annaya lantas berteriak minta tolong sekuat tenaga yang dia miliki , kaki nya terasa berat saat dirinya hendak mendekati pintu.
__ADS_1
"Mau kemana kamu,,, tidak ada yang bisa menyelamatkan mu kali ini" Iblis berwajah menyeramkan itu menengok ke arah boneka di sudut sana, dengan mata kepalanya sendiri Annaya melihat boneka milik sang Adik berubah 180 derajat dari boneka yang menggemaskan kini berubah menakutkan, mata belalak, alis tajam serta senyuman mengerikan, ia bahkan memegang sebilah pisau ditangannya.