
Menjelang waktu malam dirumah Hartono Rianti lari dengan sekuat tenaga menaiki anak tangga dengan rasa takut, keringat nya tak berhenti mengucur di dahi nya rambut dan pakaian nya terlihat lusuh ia berlari dengan cepat menuju kamar nya.
Rianti terus saja merintih ketakutan hingga tak sadar ada sang suami yang hendak keluar kamar , Rianti menabrak Abi dengan keras tubuhnya hingga terpental ke lantai.
"aaaaaaaaaa" teriak nya
"Heh kamu kenapa?" Tanya Abi kesal
Rianti menoleh ke arah Abi yang tengah berdiri menggunakan pakaian tidurnya, ia langsung bangkit dan sontak memeluk suami nya dengan erat. Ia menangis tersedu kedua tangannya masih bergetar.
"Mah kamu kenapa? " tepis Abi melepas pelukan Rianti , Abi melihat keadaan Rianti yang lusuh tangan dan kaki nya gemetar bukan main bahkan rambutnya terlihat acak acakan.
"Itu di dapur Mas , di da.....Pur"
"Ada apa di dapur" tekan nya
"Ada sosok menyeramkan kaki tangan dan darah dimana mana" jelas nya terbata bata
"Jangan ngacok kamu "
"Mas sebaiknya kita pindah saja dari rumah ini, ini bukan pertama kali nya bahkan anak anak sudah mendapat hal hal tidak enak" Menarik tangan Abi
"Sudahlah saya sudah berapa kali bilang , dirumah ini tidak ada apa apa semua itu hanya khalayak dan ke khawatiran kalian "
"Tapi Mas " Mohon Rianti untuk segera pindah dari rumah dan kampung ini.
"Halah sudah, lebih baik kamu bersihkan diri mu dulu liat kotor , berkeringat"
Abi pergi meninggalkan Rianti , Rianti begitu terlihat ketakutan namun Abi sama sekali tak menghiraukan nya ia tetap kokoh dengan pendiriannya untuk tinggal dirumah itu menurutnya pilihan nya sudah benar dan tak bisa diubah.
Rianti meneteskan air mata nya ia duduk di lantai bersandar dengan tempat tidur, Ia bingung apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya untuk membujuk Abi untuk segera meninggalkan rumah ini. Anak dan adik nya sudah mengalami teror bahkan putri sulungnya hampir gila dibuatnya. Rianti mengingat omongan Nek Sumi mengenai cerita dirumah ini , hati nya berkata bahwa semua cerita itu ada benar nya.
__ADS_1
"Punya istri selalu saja mengeluh, selama saya tinggal disini tidak ada apapun yang terjadi" Grutu Abi meletakkan sebuah gelas kaca berisi air penuh di meja makan
"Mana di dapur ada hantu, kalian semua yang halusinasi terlalu percaya hal hal seperti itu"
Abi membuka kulkas mengambil beberapa makanan ringan dan buah buahan, ia kemudian mengambil gelas itu kembali dan hendak membawanya ke kamar nya, tangan Abi meraih nya tetapi kenapa terasa ringan? Abi menoleh ke arah segelas air itu.
Kedua mata Abi terbuka dengan sempurna, ia mengangkat gelas itu mengamati nya dengan begitu tajam, membolak balikan gelas.
"Perasaan sudah saya beri air kenapa kosong" ucap nya bingung
"Pasti gara gara kepikiran omongan Rianti jadi saya lupa" Abi kembali mengisi gelas itu dengan air, tetapi ketika di angkat Gelas itu kembali kosong kali ini Abi melihatnya dengan jelas saat tangannya mengangkat gelas tiba tiba air itu menghilang.
Abi terdiam sejenak, ia memikirkan omongan Rianti tentang sosok yang dia temui di dapur, Abi menggeleng gelengkan kepalanya ia melempar gelas itu ke arah wastafel hingga pecah berantakan. Dengan wajah kesal Abi hanya membawa piring berisi makanan, tetapi saat hendak pergi tiba tiba Keran air itu menyala dengan sendirinya.
Abi berhenti dia menoleh ke belakang melihat keran air itu tiba tiba menyala, yang membuat aneh tiba tiba gelas yang tadinya pecah kini utuh kembali dan sudah berada di atas meja makan.
Abi menoleh kekanan dan kiri nya namun tak ada siapapun disana selain dirinya, Pria itu meletakkan piring nya dan pergi memasuki kamar mandi dapur , ia membasuh wajah nya dengan air mengalir beberapa kali.
"Nggak mungkin itu semua terjadi, pasti saya hanya berhalusinasi, mana mungkin gelas yang pecah tiba tiba utuh" Gumam nya sedang bercermin
Adi mengambil nafas dalam dalam, ia kembali membasuh wajah nya dan kali ini ada seseorang yang melintas di belakangnya bulu kuduk nya mulai berdiri Abi menoleh dengan cepat memastikan jika perasaan nya itu tidak benar.
"Tidak ada siapapun" ucap nya mengamati sekitarnya
Abi melirik membalikkan badannya dan kembali bercermin kali ini firasat nya benar benar tidak enak, kaki nya terasa tak bisa menopang tubuhnya Abi tetap terlihat tenang hingga terdengar suara seseorang memanggil nama nya.
"Abi....A...B...I" Suara itu seperti merintih menggema di telinganya.
Abi terkecoh ia melihat ke atas dinding suara itu benar benar menjalar di berbagai benda di toilet tersebut
"Siapa itu, jangan macem macem ya " Teriak Abi tegas
__ADS_1
"Abiii....." Suara itu kembali menghantui telinga Abi.
Abi terus saja mendengar suara itu memanggil dirinya silih berganti, tak tahan rasanya Pria itu kemudian keluar dari kamar mandi dengan tergesa gesa ia berjalan menaiki tangga tak lupa ia selalu menoleh ke belakang karna suara itu mengikutinya terus menerus.
.
.
.
Disisi lain di kamar Anaya, putri sulung dari Rianti itu tertidur dengan pulas kini keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya tubuh Anaya tertutup selimut hingga di pinggang nya . Awal nya semua terlihat baik baik saja Tiba tiba terdengar suara seseorang membuka pintu kamar Anaya.
"Clek,,,, tok tok tok" suara langkah kaki yang begitu nyaring
Suara itu semakin terasa dekat, tetapi gadis cantik itu masih terlihat tertidur pulas seperti tak terusik sama sekali. Tengah malam ketika lonceng denting jam berbunyi Selimut yang menutupi Anaya tiba tiba seperti ada yang menarik nya. Secara perlahan pelan pelan Anaya sedikit tersadar merasa selimut nya lepas dari tubuhnya, ia menarik nya kembali kini dirinya memiringkan posisi tidur nya.
Selimut itu kembali tertarik pelan pelan hingga terlepas dari tubuhnya, Anaya membuka matanya ia terbangun dan melihat selimut itu sudah berada di ujung tempat tidur nya. Anaya menarik selimut itu dengan cepat tetapi ada perlawanan yang membuat selimutnya terasa berat.
"Aduhh kenapa berat banget ,, apa nyangkut" ucap nya
Anaya turun dari tempat tidur nya ia beranjak mendekati selimutnya yang seperti tersangkut di antara ranjang nya.
"Kenapa bisa sampai masuk ke dalam " ucap nya bingung melihat selimutnya sampai masuk di bawah kolong ranjang nya.
Anaya kembali menarik nya dengan kuat tetapi tenaga nya belum pulih benar sehingga ia merasa kelelahan sekaligus kesal apa sebenarnya yang membuat selimutnya tersangkut.
"Hhhhhhhh sebenernya kenapa sih"
Ucap Gadis itu Anaya menundukkan kepalanya dan melihat ke arah bawah tempat tidur nya.
"hah...... Aaaaaaaaa" gadis itu berteriak dengan kencang ia menjauhi nya dan terjatuh di lantai
__ADS_1