
Keesokan paginya ini adalah hari pertama bagi keluarga Hartono tinggal dirumah itu, rupanya rumah itu terletak di ujung desa tanpa adanya rumah rumah warga yang berdiri disekitarnya. Banyak sekali pepohonan tinggi disekitar rumahnya.
Rianti tengah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya membaluti roti tawar dengan selai coklat, menyiapkan susu yang hangat layaknya keluarga Cemara.
Ningsih dan Anaya turun dari kamarnya, mereka langsung duduk di tempat masing masing Rianti menyapa mereka.
"Pagi sayang " ucap nya
"Pagi juga mah " Sahut Anaya
Sahutan itu hanya keluar dari sang kakak sedangkan Ningsih asik bermain dengan boneka yang ia bawa, awalnya Rianti tak memperhatikan boneka itu.
"shutt" senggol Anaya pada Ningsih yang sejak tadi hanya bermain dengan boneka itu.
"Kamu bawa boneka dari rumah sayang?" Tanya nya sembari menyiapkan roti untuk sang suami.
"Engga kok Mah ini boneka yang semalem Ningsih kasih liat Mamah itu" sahut nya
Rianti langsung terdiam dan berhenti mengoles roti dengan selai, ia tidak salah dengar kan dengan apa yang diucapkan anak bungsunya itu.
"Boneka semalam?" jelas nya
"Iya Mah ini boneka yang ini" menunjukkan nya pada Rianti
Dengan tatapan kosong wanita itu mengambil boneka dari tangan Ningsih , ia melihat dengan seksama ternyata memang benar itu adalah boneka yang sama.
"Tapi bagaimana mungkin" ucap hati nya
"Mah kenapa Mamah terdiam" menarik tangan sang Ibu
"hah,,, engga kok sayang,,, kamu dapat boneka ini darimana?" Tanya nya mengelus rambut putri kecil nya itu.
"Tadi ada disamping tempat tidur Ningsih, bukannya Mamah yang menaruh nya ya?" jawab nya polos
Jawaban yang ia dengar dari putrinya semakin membuat dirinya bingung
"Mah ada apa sih? Dari tadi Naya liat kayaknya Mamah mikirin sesuatu" tanya nya melihat reaksi aneh dari rianti
"Bagaimana mungkin boneka itu ada dikamar , aku sudah meletakkan nya di gudang , aku sangat ingat sekali bahkan kunci gudang itu masih ku bawa" jelas hati Rianti
"Mah" panggil Naya
Tak berselang lama tiba tiba terdengar suara langkah kaki seseorang yang memasuki meja makan, ternyata itu adalah Gadis adik bungsu dari suami nya, setelah kematian sang nenek ia tinggal bersama kakak kedua nya di desa ini juga. Setelah mengetahui bahwa mereka akan pindah akhirnya Gadis memutuskan untuk tinggal bersama mereka dirumah ini.
"Hai semuanya" ucap nya membawa tas beserta satu koper ditangannya
Rianti dikejutkan dengan kedatangan Gadis secara tiba tiba, ditambah kejanggalan yang sedang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
"Kak Gadis " ucap Anaya langsung memeluk nya dengan erat
"Ya ampun kakak kangen kalian deh ,, Makin cantik aja remaja satu ini" memeluk Anaya dengan erat ia bahkan memuji nya berlebihan.
"Kakak bisa aja"
"Hey mbak kenapa tegang gitu sih" menghampiri nya
"Ah engga kok ,, kebetulan kamu datang ayok ikut sarapan" sahut Rianti
Tak berselang lama terlihat sang suami tengah terburu buru menuruni anak tangga, Rianti melihatnya tanpa sengaja dan langsung menghampiri nya.
"Eh Mas ayok sarapan dulu ,, ada gadis juga Lo" Sapa nya
Abi Hartono terlihat tergesa gesa dirinya seperti sedang ada masalah besar, bahkan ia sama sekali tidak menyapa kedua anak nya bahkan sang istri.
"Saya buru buru kalian saja"
"Tapi Mas"
"Udah kalian aja saya sudah terlambat" Sahutnya langsung meninggalkan Rianti tanpa berpamitan padanya.
Mereka bertiga hanya terdiam melihat sikap Abi yang begitu dingin pada Rianti.
*****
Rianti membawa Gadis berkeliling di setiap sudut rumah ini , ia berjalan ke arah belakang rumah yang berisi kolam renang dan tempat bersantai yang indah.
Perkataan Gadis tak di hiraukan oleh Rianti ia berjalan dengan tatapan kosong sambil menggerutukan kedua tangannya. Tak mendengar respon dari Rianti akhirnya Gadis sadar bahwa kakak ipar nya sejak tadi tidak mendengar ucapannya.
"Mbak? Mbak" panggil Gadis
"Hmmm,,, iya "
"Mbak kenapa sih sejak tadi sepertinya sedang memikirkan sesuatu "
"engga kok"
"Yaudah mbak tunggu sini ya Gadis ambilin mba minum" ajak nya
Rianti hanya mengangguk-angguk sepertinya dia masih berpikir tentang boneka yang tiba tiba berada di kamar Ningsih.
Ketika wanita itu tengah memikirkan hal tersebut tiba tiba ia merasa bahwa ada seseorang yang tengah mengawasi dirinya.
Rianti menengok ke arah tanaman hias yang ternyata cukup rimbun, ia merasa bahwa ada seseorang disana.
"Siapa itu?" Pasti nya
__ADS_1
Saat dirinya hendak menghampiri nya tiba tiba ada burung gagak yang berterbangan tepat di atas kolam renang itu.
"Kwak Kwak Kwak" banyak sekali mereka seperti sedang mengelilingi sesuatu
Rianti menoleh ke atas dirinya begitu syok dan langsung melangkah mundur satu langkah
"Bagaimana bisa tiba tiba ada gagak sebanyak itu"
Tak habis disana rupanya gagak itu menjatuhkan sesuatu diatas kolam renang itu sehingga banyak sekali bercak merah yang kemudian bercampur dengan air itu.
"Hah apa itu? " ucap Rianti memastikan sebenernya bercak apa itu.
Kaki nya melangkah perlahan lahan dengan rasa takut yang begitu besar, tetapi tiba tiba dirinya malah terkena bercak merah di sekujur telapak tangannya Rianti terkejut.
Ia mencium nya dan memastikan
"Hah,,,, ini bau darah segar"
Tiba tiba dari dalam kolam renang keluar gelembung gelembung besar dan membuat air kolam renang itu memerah seperti lautan darah, Rianti ketakutan ia mundur perlahan hingga akhirnya terpleset.
Gelembung itu mengeluarkan darah yang begitu pekat bahkan suara gagak itu semakin menusuk di telinga nya, ibu dua anak itu tak kuat mendengar dan melihat kejadian itu.
"Aaaaaaa......" ia berteriak dengan kencang hingga teriakan nya sampai pada Gadis
"Itu kan teriakan Mbak Rianti,,,, Mbak " teriak nya langsung menghampiri nya dengan keadaan cemas.
"Mbak" ia mendatangi Rianti dan melihat kondisinya yang sudah berada di bawah sembari menutup kedua telinga dan memejamkan nya.
"Mbak kenapa?" Tanya nya berusaha menyadarkan nya
"Pergi kamu pergi...." teriak Rianti
"Mbak ini aku Gadis mbak... sadar mbak " mencoba menyadarkan nya
"Pergii......." teriak nya
"Mbak liat sini ini aku Gadis " Gadis berusaha keras untuk memaksa Rianti melihat dirinya.
Rianti kemudian membuka matanya secara perlahan dan melihat Gadis yang berada di hadapannya, tanpa berpikir ia langsung memeluknya sambil menangis ketakutan.
Gadis berusaha menenangkan Rianti terlebih dahulu , walaupun dirinya pun bingung sebenernya apa yang terjadi.
"Mbak ada apa?" Tanya Gadis kebingungan, ia sembari menenangkan Rianti yang terlihat begitu ketakutan.
"Mbak ayo kita ke dalam " Gadis membawa Rianti berjalan perlahan lahan ke dalam rumah, ia bahkan sempat melihat keadaan disekitarnya yang terlihat baik baik saja tidak ada apapun yang mencurigakan.
Gadis mengambilkan segelas air putih dan memberikan nya pada Rianti, caranya memegang gelas masih terasa betapa takutnya dirinya saat ini.
__ADS_1
"Gimana mbak? udah enakan kan ,,, mbak kenapa berteriak ketakutan?"
"Tadi diluar " ucap nya terbata bata