
Mertunya Eca datang ke rumahnya Eca walaupun masih pagi, karena mendapatkan kabar jika Eca sudah ketemu, tempati rumah peninggalan suaminya dan mendapatkan penjagaan yang ketat supaya tidak ada yang sakitin Eca dan Bulan sama sekali.
“ Mana perempuan sampah itu? Berani sekali dia usir kita dari rumah anak saya sendiri?” Tanya Mertua nya Eca penuh amarah
“ Maaf, ibu Eca lagi sibuk mau persiapan ke kantornya, kalian tidak akan pernah bisa mendekati ibu Eca karena ibu Eca dikawal oleh bodyguard yang disuruh oleh pengacara dan asistennya, jadi lebih baik sekarang kalian pergi saja, karena tidak akan bisa ketemu dengan ibu Eca” Ucap Satpam yang sengaja melarang mertunya Eca datang
“ Dasar OKB, baru begitu saja sudah melarang kita kesini, memangnya dia siapa sih usir kita seperti ini sangat tidak sopan dengan orang tua sama sekali” Lanjut Mertunya Eca kesal, karena Eca sudah berani menolak kehadirannya seperti sekarang
Satpam punya dengerin saja ucapan majikannya yang kesel, karena dilarang ketemu dengan Eca, karena Satpamnya Eca tahu jika majikannya akan ribut selama ada didalam rumah
Dilain sisi, Eca sudah lama sekali tidak memakai baju formalnya, Eca sangat rindu sekali dulu sering sekali pakai baju formalnya untuk temani suaminya ketemu client dan acara acara penting lainnya
“ Mas, kenapa harus secepat ini kamu pergi mas, padahal aku masih butuh kamu mas dalam hidup aku dan aku sejujurnya tidak sanggup membesarkan anak sendirian seperti ini, status janda sering kali membuat laki laki merayu aku dan membuat istrinya marah dan tidak terima jika suaminya centil ke aku” Batin Eca sejujurnya, tidak
sanggup hidup sendirian seperti ini, seperti direndahkan oleh laki laki mata keranjang.
“ Bunda, lihat penampilan Bulan apa cantic? Bulan bahagia sekali bisa ke kantor ayah lagi bunda, selamat yah bunda kerja seperti almarhum ayah?” Tanya Bulan yang sudah rapih, dibantu oleh bik Sumini yang sering membantu mengurus Bulan
__ADS_1
“ Sangat cantic sayang, bunda sudah selesai tinggal jalan sayang,mainan Bulan apa sudah dibawa, oh yah Bulan selama dikantor anteng yah sayang, karena bunda kan ke kantor untuk kerja sayang dan bunda akan belikan makanan yang Bulan ingin kan asal bunda anteng selama ikut bunda kerja yah sayang” Ucap Eca berharap jika Bulan tidak rewel selama ada di kantor
“ Iyah bunda, Bulan tidak akan rewel dan tidak akan ganggu Bunda kerja tenang saja bunda, yuk bunda ke kantornya bunda sekarang” Lanjut Bulan janji tidak akan merepotkan Eca sama sekali selama ada di kantornya Eca
Dilain sisi, Aliando semenjak tidak ketemu dengan Eca, membuat Aliando tidak pernah betah dirumah dan membuat Adelia kesel melihat perubahan suaminya yang tidak jelas
“ Sayang, dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang sih?” Tanya Adelia sambil melihat jam didinding sudah jam Sembilan malam
“ Sudah lah bunda, jangan berisik terus setiap ayah pulang selalu ditanya seperti ini, ayah bosan mendengarnya bunda, sudah bagus ayah pulang ini dikasih pertanyaan yang bikin tidak betah dirumah terus” Ucap Aliando kesel, karena Adelia sangat berisik sekali, setiap hari selalu tanya Aliando kenapa selalu pulang malam terus
“ Ayah berubah total, jadi lebih sering marah marah tidak jelas ke bunda, padahal cuman tanya saja tapi dijawab dengan emosi seperti ini terus, kenapa ayah berubah seperti ini? Apa salah bunda sebenernya atau ada masalah apa membuat ayah pulang malam terus?” Tanya Adelia yang berusaha peduli dengan Aliando yang tiba tiba berubah, takut ada masalah yang dihadapi oleh Aliando sendirian
“ Astaga cuman karena janda cantic itu pindah seperti ini ayah, memangnya kalian sudah kenal dan ada hubungan apa? Perasaan perempuan itu baru pindah dari sini dan pindah lagi?” Tanya Adelia penasaran dan tidak menyangka jika Aliando, diam diam kagum dengan perempuan lain
“ Sudah lah, bukan urusan bunda sama sekali, ayah sudah cari Eca kemana mana tapi tidak ketemu sama sekali, membuat ayah pusing sekali, mencari dimana janda cantic itu berada” Lanjut Aliando kesal, sudah tidak bisa ketemu dengan Eca dan sekarang istrinya banyak tanya sekaligus berisik sekali
“ Astaga ayah, tega sekali bicara seperti itu ke bunda, tapi bagus deh janda cantic itu pergi, karena tahu lagi diincer oleh buaya kere seperti ayah, hidup susah tapi macem macem kagum dengan perempuan lain” Ledek Adelia sambil senyum sinis kearah Aliando
__ADS_1
Aliando yang mendengar ucapan Adelia bener bener kesel sekali, Aliando yang pusing dan kesel langsung meninggalkan Adelia dari pada kepancing emosi, Aliando memilih tidur dikamar anaknya dari pada dikamarnya, karena kesel dengan ucapan Adelia dan tidak ingin kepancing emosi sama sekali
Dilain sisi, Semua mata tertuju pada Eca, istri atasannya akhirnya datang juga ke perusahaan dan mau menggantikan posisi suaminya, Eca, Bulan, dan bik Sumini terus jalan sampai masuk kedalam lift khusus pejabatan
perusahaan.
“ Bunda, sudah lama sekali yah kita tidak kesini, Bulan senang sekali bisa kesini bersama bunda, walaupun sudah tidak ada ayah selamanya” Ucap Bulan sedih karena ingat, hampir setiap hari ke kantor karena ayah nya yang sering ajak ke kantor, karena mau diajak main didalam ruangannya
“ Sama sayang, bunda juga kangen kesini lagi bersama Bulan dan ayah, tapi kita tidak boleh sedih karena sudah tidak ada ayah lagi, dalam hidup kita sayang” Ucap Eca yang tidak ingin ikut flashback karena Bulan kangen
dengan ayah nya, ECa tidak mau terlihat lemah setiap kali ingat mendiang suaminya terus menerus
“ Iyah bunda” Lanjut Bulan, Bulan tidak ingin nangis didepan bunda nya, karena ingat kenangan bersama ayah nya selama ini, Bulan tidak ingin menjadi anak yang cengeng cuman karena tidak ada ayah lagi dalam kehidupan Bulan.
Eca saat tiba diruangannya sudah disambut oleh Ikbal yang sudah menunggu lama kedatangannya Eca dan Bulan diruangannya Eca yang baru
" Maaf kita terlambat" Ucap Eca merasa tidak enak karena membuat Ikbal sudah menunggu kedatangannya Eca
__ADS_1
" Santai saja Eca, oh yah bik Sumini tolong bawa Bulan ke kamar pribadinya Eca yah soalnya saya dan Eca mau mulai kerja" Ucap Ikbal melihat Bik Sumini yang pegang barang bawaannya Bulan
" Baik pak, kalo begitu saya dan Bulan langsung ke kamar pribadinya Bu Eca" Ucap Bik Sumini langsung gendong Bulan sambil jalan menuju kamar pribadinya Eca sambil bawa barang belanjaan dan membiarkan Eca mulai kerja bersama Ikbal