
Ikbal melihat Eca masuk kedalam mobil, tidak ajak bicara sama sekali membuat Ikbal merasa bersalah.
" Eca, maaf jika kamu tidak nyaman dengan kelakuan client tadi, jujur saya juga kesel tidak terima dengan cara dia memandang kamu Ca" Ucap Ikbal merasa bersalah, karena client nya tidak sopan sama sekali ke Eca.
" Tidak masalah Bal, santai saja kok, saya mengerti jika orang itu bukan orang baik. Jadi kan bisa waspada jika ada job bersama dia lagi kan" Ucap Eca yang mau waspada dengan client yang genit seperti tadi
" Saya mengerti Ca, orang seperti itu akan menghalalkan segala cara. Kamu hebat sudah waspada seperti itu Ca" Lanjut Ikbal senang karena Eca bisa waspada dengan orang centil seperti client tadi.
" Om dan bunda, kita jadi ke Mall kan?" Tanya Bulan yang tidak sabar mau main di Mall
" Jadi dong sayang, ini juga mau jalan kok." Lanjut Eca yang melihat Bulan ada dikursi belakang, bersama Nur yang lagi duduk santai.
" Hore jalan jalan lagi" Lanjut Bulan bahagia karena jadi jalan jalan bersama Eca dan Bulan
" Kasihannya Eca pasti dia kesel dengan orang tadi, apa lebih baik saya ajak dia nikah yah, biarin tidak ada yang godain dia" Batin Ikbal yang tidak tega, melihat Eca diperlakukan tidak sopan oleh orang lain.
Ikbal pelan pelan jalanin mobilnya untuk mencari restoran untuk makan siang bersama Eca dan Bulan.
Dilain sisi, Oki ketemu dengan orang yang menabrak suaminya Eca, yang sekarang kondisi nya lumpuh.
" Bagaimana kondisi dia?" Tanya Oki melihat orang yang nabrak suaminya Eca
" Masih sama pak, lumpuh dan tidak bisa melihat." Ucap Orang tuanya Zailani yang menabrak suaminya Eca
__ADS_1
" Saya ikut prihatin, karena kamu temen saya kehilangan suaminya untuk selama selamanya." Lanjut Oki kesel, karena kecelakaan itu suami Eca tidak bisa ditolong
" Maafin saya, saat kecelakaan itu motor saya, remnya blong dan tidak bisa dikendalikan. Saya ikut prihatin saat mendengar kabar duka itu, apa saya boleh ketemu istrinya dan minta maaf secara langsung?" Tanya Zailani yang belum pernah ketemu dengan Eca, karena Zailani baru diijinkan keluar seperti sekarang, karena kondisinya baru sehat walaupun harus duduk dikursi roda.
" Baik lah, kita akan ke sana sekarang Anda bisa ikut saya dari belakang untuk ketemu Eca." Lanjut Oki yang merasa sudah waktunya mempertemukan Eca dengan Zailani langsung
" Iyah mau pak" Lanjut Zailani yang ingin ketemu langsung dengan Eca dan akan menyerahkan tabungan nya untuk Eca, sebagai tanggungan biaya pendidikan anaknya Eca
Oki yang tadinya mau ke kantor akhirnya harus anterin Zailani untuk ketemu langsung dengan Eca, supaya Zailani bisa tanggung jawab ke Eca atas kecelakaan yang menimpa suaminya Eca
Dilain sisi, Mobilnya Ikbal berhenti di parkiran mall, Ikbal ingin sekali hari ini belanjain Eca dan Bulan mainan, karena Ikbal ingin sekali membelikan barang untuk Eca pakai dan mainan untuk Bulan.
" Bulan mau mainan apa?" Tanya Ikbal saat melihat toko mainan
" Tidak usah Ikbal terimakasih, kamu ajak main timezone saja sudah merepotkan kamu kok, tidak usah yah" Ucap Eca selalu berusaha menolak dibelikan sesuatu oleh Ikbal
" Bulan terserah bunda saja om, jika bunda melarang, yah Bulan tidak bisa paksa juga om, dari pada bunda sedih karena bulan tidak nurut apa kata bunda" Ucap Bulan sedih, karena Eca menolak pemberiannya Ikbal terus
" Yah baik lah kita belanja mainan, tapi saya bayar sendiri yah" Lanjut Eca yang tidak ingin dibayarin takut ketergantuangan dengan Ikbal, Eca tidak tega melihat Bulan sedih karena tidak jadi beli mainan
" Yah deh terserah kamu saja,yuk Bulan kita belanja mainan sekarang" Lanjut Ikbal bahagia karena jadi belanja mainan,walaupun bukan Ikbal yang bayarin setidaknya jadi pilihin Bulan mainan
Ikbal langsung jalan duluan untuk masuk kedalam toko mainan, membuat Eca dan bik Nur jalan dibelakangnya, Eca senang melihat Bulan selalu bahagia dideket Ikbal tapi Eca merasa merepotkan Ikbal terus menerus dengan kebaikan yang Ikbal berikan ke Eca
__ADS_1
Dilain sisi, Oki yang mendapatkan kabar jika Eca dan Ikbal sekarang lagi ada di Mall, membuat Oki langsung susul Eca ke Mall
" DI jam kerja mereka jalan jalan setelah kunjungan kerja, apa ini modusnya Ikbal untuk bisa berdua dengan Eca dan ajak jalan anaknya juga, apa Ikbal mencintai Eca?lebih baik nanti tanya langsung deh dari pada penasaran saja dan cuman melihat kedekatan yang tidak wajar diantara mereka" Ucap Oki yang terus bawa mobilnya, untuk ke Mall susul Eca dan Ikbal.
Dilain sisi, Aziz yang baru keluar dari ruangannya berencana ke ruangannya Eca, untuk melihat Eca dan cari cara supaya bisa pindah jabatan.
" Coba ah keruangannya bu Eca, sekalian tanya apa saya bisa pindah jabatan atau tidak, supaya bisa ada peluang deketin bu Eca, enak sekali cuman pak Ikbal yang leluasa deketin bos janda cantik itu saja" Batin Aziz kesel, karena ingin deketin bos sendiri tidak mudah dan tidak pernah ada kesempatan sama sekali.
" Aziz mau kemana? kamu tidak beli makan?" Tanya Yusuf heran,karena Aziz mau naik lift bukannya langsung jalan ke pintu keluar lobi
" Saya mau ke ruangannya bu Eca, mau tanya apa saya bisa pindah jabatan atau posisi" Lanjut Aziz yang yakin mau pindah devisi
" Bu Eca tidak ada diruangannya dari tadi pagi, saya tadi tidak sengaja melihat bu Eca dan pak Ikbal keluar dari kantor dan tidak melihat mereka kembali kesini, mungkin lagi ada kunjungan kerja," Lanjut Yusuf yang tadi tidak sengaja melihat Ikbal dan Eca jalan keluar dari lobi kantor
" Yah gagal lagi deketin bu Eca" Batin Aziz kesel, karena lagi lagi Ikbal yang deketin Eca dan aajak jalan Eca
" Nanti saja kalo begitu saja ke ruangannya bu Eca" Lanjut Aziz kesel dan pusing karena modusnya gagal lagi, bagaimana bisa deketin bos janda cantik jika tidak ada peluang sama sekali
Aziz langsung jalan keluar untuk mencari makan, dari pada sedih memikirkan nasipnya yang selalu tidak bisa ketemu dengan Eca, dan tidak bisa modusin Eca
Dilain sisi, Untuk pertama kalinya Eca ketemu dengan orang yang tidak sengaja nabrak suaminya, yang mengalami kecelakaan motor, suaminya Eca sampai mental dari motornya, disaat dibawa ke rumah sakit justru tidak bisa diselematkan.
" Saya minta maaf atas kecerobohan saya, karena saya suami anda meninggal dunia karena kecelakaan motor, tapi kondisi saya pun seperti ini setelah kecelakaan motor, mengalami kelumpuhan dan mengalami buta sampai sekarang,sebagai rasa bersalah saya, saya akan tanggung biaya pendidikan anak anda dari tingkat taman kanak kanak ( TK) sampai lulus kuliah sepenuhnya saya yang tanggung, apa anda mau menerima bantuan biaya pendidikan anak anda, sebagai wujud tanggung jawab saya?" Tanya Zailani berharap Eca mau menerima bantuan pendidikan yang Zailani tawarin
__ADS_1
" Baik lah saya terima, saya mau menerima niat baik anda untuk menanggung penuh biaya pendidikan anak saya dari taman kanak kanak sampai lulus kuliah." Ucap Eca yang dengan senang hati menerima niat baik Zailani
Zailani merasa bahagia sekali karena Eca mau menerima niat baiknya, Zailani akan menjalankan operasi mata dan kerja keras, supaya mampu memberikan pendidikan layak untuk Bulan dan mampu membiayainya sampai tingkat akhir pendidikan anaknya Eca