
Bulan tidak seperti biasanya, yang suka aktif dan banyak bicara, apa lagi semenjak deket dengan Ikbal Bulan tidak pernah sedih setelah kepergiaan ayah nya, baru saat makan malam direstoran Bulan lebih banyak diam sambil melihat pengunjung restoran masakan padang
“ Bulan sayang, kenapa diam saja sayang?” Tanya Eca melihat anaknya yang tidak makan makanan yang diinginkannya
“ Apa Bulan tidak suka dengan menunya sayang? Bisa om ganti dengan menu yang lain sayang? Bicara saja dengan om yang penting Bulan mau makan malam sayang?” Tanya Ikbal bingung melihat Bulan tiba tiba diam seperti ini
“ Bulan ingin punya ayah lagi, walaupun Bulan tahu ayah Bulan sudah ke surganya allah, tapi Bulan ingin memiliki seorang ayah lagi, seperti anak anak disini yang makan disuapin ayah nya dan jalan pun digendong ayah nya” Ucap Bulan yang langsung nangis dalam gendongannya Ikbal, dari pagi sampai malam selalu ingin digendong oleh Ikbal
“ Bulan, jangan sedih lagi yah sayang, doain saja supaya ayah tenang disurganya allah” Lanjut Eca berusaha tidak sedih, saat mendengar keinginannya Bulan, yang ingin mempunyai sosok ayah lagi dalam hidupnya
“ Bulan sayang, boleh saja kok panggil om dengan sebutan ayah sesuka hati Bulan, dan jika Bulan mau main kemana pun bisa minta ke om untuk ditemani kemana pun Bulan mau, yang penting Bulan tidak sedih lagi yah
sayang” Lanjut Ikbal yang mengerti kesedihan yang dirasakan oleh Bulan, anak seusia Bulan memang sangat membutuhkan sosok orang tua lengkap dalam hidupnya
“ Terimakasih yah Ikbal kamu mau menghibur Bulan, dan mau temani Bulan jalan jalan terus” Lanjut Eca bahagia, karena sahabat baiknya selalu saja bantuin Eca, apa lagi untuk tenangin Bulan supaya tidak sedih lagi
“ Sama sama Eca, sudah yuk kita makan sekarang dan Bulan jangan sedih lagi yah sayang, jika Bulan mau panggil om dengan sebutan ayah juga boleh kok sayang” Lanjut Ikbal langsung peluk Bulan supaya tidak sedih terus menerus
__ADS_1
“ Iya ayah Bulan mau makan sambil disuapin ayah ” Lanjut Bulan bahagia, karena Ikbal mau dipanggil ayah oleh Bulan
Ikbal langsung suapin Bulan saat Bulan sudah berhenti nangis,membuat Eca melihat perhatian yang diberikan Ikbal ke Bulan walaupun berlebihan, membuat Eca lega karena Ikbal bisa membuat Bulan tenang dan tidak
sedih terus selama makan
Dilain sisi, Oki melihat mertuanya Eca, datang ke rumahnya membuat Oki merasa curiga karena semenjak suaminya Eca meninggal dunia, orang tuanya sering sekali ketemu dengan Oki terus
“ Apa yang mau kalian bahas bersama saya? Apa membahas surat wasiat anak kalian lagi? Atau ada hal lain?” Tanya Oki curiga melihat kedua mertuanya Eca datang ke rumahnya Oki malam malam
“ Saya mau bantuin Eca di perusahaan apa boleh? Mau bagaimana pun saya tidak tega membayangkan Ikbal super sibuk sudah kerjain pekerjaannya, dan sibuk ajarin Eca supaya bisa mengerjakan pekerjaan kantor?’ Tanya Mertunya Eca, berharap dikasih kesempatan untuk bersikap baik ke Eca
secara maksimal pegang perusahaan dan membuat Eca mampu menjadi wanita karir secara professional, jadi maaf niat baik kalian saya tolak” Lanjut Oki terus terang, apa yang sudah pernah disampaikan oleh Ikbal dulu
“ Jika saya bicara langsung dengan Ikbal apa bisa? Karena kita bener bener peduli dengan Eca supaya tidak merepotkan Ikbal, yang juga punya banyak pekerjaan setiap harinya?” Tanya Mertuanya Eca,yang tidak menyerah
mendapatkan apa yang diinginkannya
__ADS_1
“ Saya tidak yakin Ikbal mau kalian bantuin Ikbal untuk ajarin Eca dalam bekerja, karena saya tahu Ikbal yang pegang teguh amanat, sesusah dan sesibuk apapun yang dijalankan oleh Ikbal, semaksimal mungkin tidak akan mau merepotkan siapapun untuk urusan kantor, jika memang Ikbal merasa mampu menjalankan sendiri, tidak akan minta bantuan siapapun” Tegas Oki, yang berusaha menolak bantuan mertuanya Eca sama sekali, karena tidak yakin bantuan yang ditawarkannya bener bener tulus, karena beberapa hari lalu masih membahas menguasai harta peninggalan anaknya yang diserahkan seutuhnya untuk Eca.
“ Sial, tidak bisa dikuasi jika seperti ini terus” Batin Ayah mertuanya Eca kesal, karena Ikbal tidak ingin dibantu sama sekali dan merasa mampu kerja sendiri tanpa dibantu sama sekali
Oki melihat mertuanya Eca, diskusi membuat Oki semakin curiga dan berusaha tenang, supaya tidak menimbulkan masalah jika kecurigaannya benar
Dilain sisi, Ikbal anterin Eca dan Bulan pulang ke rumahnya, setelah makan malam dan main sebentar sampai akhirnya Bulan tidur dalam gendongannya Ikbal.
“ Ikbal, terimakasih banyak untuk hari ini yah, dan maaf sepanjang hari ini selalu merepotkan kamu sampai malam hari, terimakasih sudah menenangkan Bulan saat merasa iri melihat anak anak seusianya Bulan masih memiliki orang tua utuh, dan terimakasih mau dianggap ayah oleh Bulan, sejujurnya saya tidak enak sekali dengan permintaannya Bulan” Ucap Eca yang merasa seharian ini merepotkan Ikbal dan permintaannya Bulan bener bener membuat Eca merasa tidak enak ke Ikbal, untuk Ikbal mau dipanggil ayah oleh Bulan
“ Sama sama Eca, kita kan sahabatan sudah lama sekali, ngapain sih masih merasa direpotkan oleh saya sih, santai saja sih Eca, jangan merasa bersalah terus menerus, membuat kamu tidak tenang dan bisa bisa kamu
tidak focus dalam bekerja nantinya yah, jadi santai saja deh, lagian saya masih sendiri jadi tidak keberatan dipanggil ayah oleh Bulan” Ucap Ikbal yang tidak merasa risih dipanggil ayah oleh Bulan, walaupun tidak ada hubungan apapun dengan Eca
“ Terimakasih banyak atas pengertian dan perhatiannya untuk anak saya yah Ikbal, saya bener bener bersyukur punya sahabat baik seperti kamu” Lanjut Eca lega mendengar Ikbal tidak merasa direpotkan oleh Eca, walaupun seharian direpotin oleh Eca
Dilain sisi, Aliando yang sudah beberapa kali mengirim barang ke konsumen dan keliling kota Solo, sama sekali tidak ketemu dengan Eca, membuat Aliando melamun harus bagaimana lagi untuk menemukan Eca berada.
__ADS_1
“ Sebenernya perempuan cantic dan seksi itu tinggal dimana sih, kenapa begitu sulit untuk menemukan Eca berada sih, apa sebaiknya saya menyerah yah dan mencari perempuan lain saja, dari pada mencari perempuan yang entah ada dimana sekarang” Ucap Aliando yang mulai menyerah untuk mencari keberadaan Eca, dan mau membuka hati untuk perempuan lain.
Aliando setelah puas melamun memikirkan Eca, berusaha untuk tidur karena seharian sudah merasa sangat lelah sekali karena seharian kerja dan kirim banyak barang ke beberapa tempat