JANDA YANG MERESAHKAN

JANDA YANG MERESAHKAN
Menahan rasa cinta


__ADS_3

Ikbal yang semakin lama semakin mencintai Eca, tidak bisa lagi cuman menahan rasa cinta dan kagumnya saja setiap kali ketemu dengan Eca, Ikbal memutuskan untuk ajak nikah Eca.


“ Duh, menahan rasa cinta seperti ini, terasa tidak enak sama sekali, apa sebaiknya ajak Eca nikah saja yah, supaya bisa menjaga dan membahagiakan Eca setiap saat dan Bulan bisa memiliki seorang ayah lagi. Baik lah sekarang beli cincin untuk melamar Eca” Ucap Ikbal, Ikbal sebelum jam istirahat langsung keluar kantor dan ke Mall, untuk beli cincin nikah, karena Ikbal tidak ingin kehilangan Eca jika suatu saat dimiliki laki laki lain dan supaya bisa menjaga Eca dan Bulan dengan bebas setelah menikah.


Dilain sisi, Oki Nampak sedih sekali, karena Zailani tidak berhasil operasi matanya,membuat Oki langsung duduk dilantai dengan lemasnya, setelah mendengar kabar duka yang disampaikan oleh dokter.


“ Bapak bapak dan ibu ibu sekalian, saya minta maaf, jika operasi matanya pak Zailani gagal, ternyata kondisinya tiba tiba ngedrop dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi allah berkehendaka lain” Ucap Dokter sedih karena operasinya Zailani gagal


“ Tidak mungkin dokter!” Teriak Bunda nya Zailani dengan histeris dan langsung pingsan, mendengar kabar jika Zailani tidak berhasil operasinya


“ Apa ini kuasa engkau ya allah, untuk mempertemukan sebentar dengan orang yang menabrak suaminya Eca dan membuat Zailani mempertanggung jawabkan kesalahannya sebelum ajal menjemputnya” Batin Oki, Oki duduk lemes didepan ruang operasi, Oki membiarkan keluarganya Zailani masuk duluan ke ruang operasi untuk melihat jazat Zailani terakhir kalinya, Oki bener bener tidak menyangka jika operasinya bisa gagal seperti sekarang


Dilain sisi, Aziz bahagia dan bangga karena modusnya, membuat semua karyawan bisa merasakan pergi haji dan umroh dari perusahaan.


“ Alhamdulillah, modus ngobrol bersama bu Eca, membuat semua karyawan bisa merasakan pergi umroh dan haji disaat pension nanti, bu Eca bener bener baik sekali sebagai atasan mau mendengarkan ucapan karyawannya, walaupun cuman modus padahal” Batin Aziz bangga karena, tanpa langsung memberikan ide untuk Eca untuk memberikan tiket berangkat umroh dan haji.

__ADS_1


“ Aziz, apa sudah denger berita baru, jika bu Eca mau memberikan biaya umroh dan haji untuk semua karyawan, baik sekali yah beliau” Ucap Kiki yang mendapatkan kabar dari bendahara perusahaan


“ Iyah sudah denger, Alhamdulillah yah Ki, akhirnya kita semua bisa merasakan pergi haji dan umroh gratis lagi dari perusahaan, bu Eca bener bener atasan yang baik sekali yah” Ucap Aziz yang bangga dengan Eca, berusaha bersikap adil ke karyawan karyawannya untuk semua karyawan bisa merasakan pergi haji dan umroh.


“ Bos yang sempurna deh bu Eca itu” Puji Kiki yang salut dengan Eca, dengan mudah mau memberikan biaya ibadah haji dan umroh untuk semua karyawannya


Dilain sisi, Ikbal setelah dari Mall setelah beli cincin untuk Eca,langsung masuk mobil dan melihat hanphone nya ternyata ada chat masuk dari Oki.


“ Inalillahi, kuasa allah memang tidak bisa diduga duga, pertemuan kemarin ternyata pertemuan terakhir bersama Zailani, dan sebelum ajal menjemput allah menghendaki Zailani tanggung jawab atas kesalahannya ke Eca” Ucap Ikbal ikut sedih,mendapatkan kabar duka dari Zailani yang gagal operasi mata.


Dilain sisi, Eca yang sudah selesai bekerjanya,langsung jalan ke kamar pribadinya untuk main sebentar dengan Bulan baru melnjutkan pekerjaannya lagi.


“ Bunda, apa pekerjaan bunda sudah selesai?” Tanya Bulan melihat Eca masuk kedalam kamar


" Belum sih sayang, tapi sejam bunda mau istirahat sayang, bunda kangen dengan Bulan maaf yah sayang jika bunda waktunya lebih banyak untuk bekerja dari pada main bersama Bulan" Ucap Eca sedih, karena semenjak kerja waktu Eca untuk bermain dengan Bulan lebih sedikit dari pada biasanya

__ADS_1


" Tidak masalah bunda, Bulan mengerti kok, kata bik Nur kalo bunda bekerja untuk Bulan bisa beli banyak makanan dan mainan, jadi Bulan jika ingin main dan baca dongen bersama bik Nur saja, selama bunda kerja" Lanjut Bulan yang berusaha mengerti dengan kesibukannya Eca


" Terimakasih sayang atas pengertiannya sayang, Bulan anak baik dan pintar membuat bunda bangga sekali dengan Bulan sayang" Lanjut Eca, Eca peluk Bulan dengan perasaan bangga dan haru karena anak sekecil Bulan, sudah tidak bisa menikmati masa masa serunya main dengan anak seusia Bulan, karena selalu ikut Eca ke kantor dan baru sampai rumah selalu malam hari karena selalu jalan jalan setelah pulang kerja


Dilain sisi, Ikbal setelah ikut  pekamannya Zailani, langsung ikut Oki untuk ketemu dengan keluarga besarnya Zailani untuk bahas surat wasiat yang sudah Zailani buat sebelum operasi berlangsung.


" Maaf semuanya, jika saya tidak sopan, dihari duka saya membahas surat wasiat yang dibuat oleh pak Zailani sebelum operasi berlangsung, supaya semuanya jelas hari ini juga, takutnya jika ditunda tunda akan ada masalah nantinya" Ucap Oki yang pegang surat wasiat yang sudah dibuat oleh Zailani


" Kami mengerti pak, silahkan dibahas dan apa saja yang diberikan untuk bu Eca yang sudah kehilangan suaminya karena kecerobohannya Zailani waktu itu" Ucap Ayah nya Zailani yang sudah tahu niat baik anaknya, tapi tidak tahu apa saja yang diberikan untuk anaknya Eca.


" Baik akan saya jelaskan sekarang, almarhum menyerahkan semua tabungannya untuk biaya pendidikannya anak bu Eca, selain tabungan almarhum juga menyerahkan mobil dan villa yang dimilikinya untuk bu Eca, rumah dan perusahaannya untuk dikelola untuk keluarga besarnya almarhum katanya, almarhum sudah hitung biaya pendidikan yang sekiranya dibutuhkan sampai sarjana dan almarhum yakin tabungannya akan cukup, tapi jika suatu saat ada kekurangan, pihak keluarga wajib memberikan biaya pendidikan yang dibutuhkan dari penghasilan perusahaan katanya dan pihak keluarga wajib menjalankan wasiat ini, karena ini sebagai bentuk rasa tanggung jawab Pak Zailani atas musibah yang dialami bu Eca dan kluarga besarnya." Penjelasan Oki membaca surat wasiat yang sudah dibuat oleh Zailani waktu itu


" Masya allah, orang baik seperti pak Zailani, sebelum pergi sudah menyiapkan dana besar untuk pendidikkannya Bulan, allah lebih sayang orang orang baik seperti pak Zailani" Batin Ikbal bangga dengan niat baiknya Zailani yang tidak lepas dari tanggung jawabnya sama sekali


" Baik lah, jika memang itu keinginannya almarhum akan kita jalankan, terimakasih pak Oki sudah mau menerima amanat yang diberikan anak kami, untuk diserahkan untuk anaknya bu Eca" Lanjut Ayah nya Zailani tidak mempermasalahkan, isi surat wasiat yang sudah dibuat oleh Zailani

__ADS_1


__ADS_2