JANDA YANG MERESAHKAN

JANDA YANG MERESAHKAN
Ijinkan aku


__ADS_3

Ikbal setelah pulang dari rumah keluarga Zailani dan pembacaan surat wasiat yang sudah ditulis oleh Zailani didepan keluarga besarnya. Membuat Ikbal langsung ajak Eca untuk ke taman.


" Om, kita mau jajaan disini?" Tanya Bulan bahagia, karena di taman kota banyak yang jualan cemilan yang Bulan inginkan


" Nanti dulu yah Bulan, karena om mau bicara sesuatu dulu ke bunda kamu nak." Ucap Ikbal, Ikbal kasih Bulan ke bik Nur supaya bisa menyatakan cinta nya ke Eca.


" Memangnya mau bicara apa?" Tanya Eca penasaran, sekaligus heran karena mau bicara penting tapi ajak Eca ke taman kota.


" Ijinkan aku untuk menjadi ayah untuk Bulan, menjadi pendamping hidup kamu sampai menua bersama, saling berbagi, dan ijin kan aku untuk bisa menjaga kalian berdua sepuh hati." Lanjut Ikbal sambil memperlihatkan cincin yang dibelinya tadi


" Om seriusan mau jadi ayah untuk Bulan, mau main bersama Bulan, dan bacain dongeng untuk Bulan setiap mau tidur?" Tanya Bulan, Bulan denger Ucapannya Ikbal ke Eca dan pegang cincin untuk Eca.


" Iyah sayang, apa Bulan mau kalo ayah menjadi ayah nya Bulan?" Tanya Ikbal melihat Bulan dan langsung melihat Eca lagi.


" Apa tidak terlalu cepat Ikbal? Suami saya saja baru meninggal dunia?, Apa kamu tidak malu menikah dengan janda seperti saya?." Tanya Eca melihat Ikbal Yang masih pegang cincin


" Untuk apa malu memiliki istri yang aku cintai Eca, aku bener bener mencintai kamu dan ingin sekali bisa memiliki kamu sebagai istri dan pendamping hidup aku. Mau kan ijinkan aku untuk menjadi suami buat kamu dan ayah untuk Bulan?" Tanya Ikbal dengan serius

__ADS_1


" Terima saja bunda, om Ikbal juga baik kan ke kita dan bunda sering senyum senyum sendiri kan setelah om Ikbal pulang setelah anterin kita pulang?" Tanya Bulan dengan polosnya, kasih tahu kebiasaannya Eca setiap kali Ikbal pulang dari rumahnya.


" Astaga Bulan, bikin bunda malu deh jadinya." Batin Eca kesel karena Bulan kasih tahu kebiasaannya Eca.


" Bagaimana? Kalo cuman senyum senyum saat aku pulang, bisa selalu senyum melihat aku setiap saat disamping kamu." Lanjut Ikbal senyum bahagia, tahu kebiasaannya Eca setiap kali anterin Eca pulang.


" Bismillah, saya mau memberikan kesempatan dan mau bahagia bersama kamu, terimakasih mau menerima saya untuk menjadi istri sekaligus pendamping hidup kamu, terimakasih selalu memberikan perhatian untuk Bulan dan mau menjadi ayah untuk Bulan." Lanjut Eca bahagia karena tidak menyangka, laki laki yang selama ini ada disampingnya Eca ternyata mencintai Eca dengan tulus.


" Selamat ibu akhirnya mendapatkan pendamping hidup lagi, dan ada yang menemani ibu kemana pun ibu pergi." Ucap bik Nur, bik Nur ikut bahaagia melihat Eca sebentar lagi menikah dengan Ikbal


" Terimakasih yah bik, semoga saya bisa menjadi majikan yang baik dan bijaksana yah bik." Lanjut Ikbal bahagia karena Eca mau menerima lamarannya, Ikbal memberikan cincin untuk Eca dan mencium keningnya Eca saking bahagianya.


Dilain sisi, Oki kasih tahu mertunya Eca, jika pendidikan Bulan akan ada yang tanggung sepenuhnya, orang yang tidak sengaja nabrak suaminya Eca, dan sebelum operasi mata sudah menyiapkan surat wasiat.


" Ada apa kesini? tumben sekali kamu yang kesini? biasanya kita yang ke kantor kamu?" Tanya Ayah mertunya Eca


" Kebetulan lewat, yah sudah sekalian mampir dan kasih tahu kalian, kalo Bulan cucu kalian sudah ada yang menanggung biaya pendidikan nya, dulu kan kalian kwatir jika Eca tidak bisa menjalankan perusahaan dengan baik dan kwatir tidak memiliki biaya pendidikan untuk Bulan kan" Ucap Oki yang sengaja datangin rumah mertuanya Eca,supaya jelas siapa yang membiayai pendidikan Bulan dan tidak menjadi salah faham

__ADS_1


" Memangnya siapa yang mau tanggung biaya pendidikannya Bulan, baik sekali dan apa hubungannya dengan janda itu?" Tanya Mertuanya Eca dengan senyum sinisnya


" Orang yang tidak sengaja nabrak suaminya Eca, lumpuh dan mengalami buta, saya tidak sengaja ketemu lagi saat di cafe beberapa hari yang lalu, dan orang nya mau tanggung jawab atas kesalahannya, walaupun tidak bisa membuat anak kalian hidup kembali, tapi setidaknya kurangin bebannya Eca, orang yang tidak sengaja nabrak memberikan semua tabungannya untuk biaya pendidikan Bulan dari taman kanak kanak sampai sarjana, tadi orangnya operasi mata dan gagal operasi yang akhirnya meninggal dunia" Penjelasan Oki, Oki kasih lihat surat wasiat yang sudah dibuat oleh Zailani sebelum operasi


" Besar juga yah biaya pendidikan yang diberikannya untuk Bulan, kenapa lagi lagi dari keluarga tidak mendapatkan apapun sih, kita yang dirugikan karena kecerobohannya anak kita sampai meninggal dunia" Protes bunda mertuanya Eca kesal


' Entah lah bu, yang penting itu sih yang diberikan almarhum untuk menebus kesalahannya dan saya cuman menerima saja pemberiannya, sudah yah kalo begitu saja pamit kalo begitu" Lanjut Oki langsung msukin surat wasiatnya kedalam tasnya


Mertuanya Eca bener bener kesel sekali, karena dari keluarga suaminya tidak mendapatkan apapun dari musibah yang menimpa anaknya, sampai meninggal dunia


Dilain sisi, Eca setelah di lamar oleh Ikbal, ajak Ikbal untuk ketemu dengan keluarga besarnya, untuk minta restu karena akan menikah kembali walaupun suaminya belum empat puluh hari, tapi Eca sudah diajak menikah oleh Ikbal.


" Sayang, apa tidak masalah kita menikah cepat? suami aku saja belum empat puluh hari meninggal dunianya sayang, apa tidak sebaiknya nunggu setahun dulu baru menikah, lagian aku tidak enak dengan keluarga suami aku sayang, belum lama meninggal eh aku sudah menikah cepat?" Tanya Eca yang tidak mau dianggap kecentilan dan anggapan negatif lainnya


" Tidak usah dengerin apa kata orang sayang, kita menikah yah kita yang jalanin sayang, lagian proses menikah resmi juga tidak cepet juga kok prosesnya, jadi tidak masalah juga kan, kamu saja jauh dari keluarga kamu dan keluarga suami kamu saja tidak ada yang peduli dengan kamu sama sekali, kamu cuman tinggal berdua dengan Bulan, jadi aku rasa tidak masalah jika kita menikah cepat, karena bisa melindungi kamu kapan pun dan bisa menemani kamu juga kan" Ucap Ikbal, Ikbal tidak peduli dengan anggapan orang lain,dari pada orang yang di cintai justru direbut laki laki lain.


"  Ya baiklah sayang, aku nurut apa kata kamu terimakasih mau menjadi suami aku dan ayah untuk Bulan,terimakasih mau sempurnakan kehidupan aku sayang" Lanjut Eca bahagia, karena sebentar lagi akan lepas masa jandanya dan tidak akan ada lagi yang merendahkannya cuman karena seorang janda saja

__ADS_1


Ikbal bahagia sekali akhirnya Eca mau diajak nikah cepet dan tidak mau lama lama, karena kalo kelamaan menikah tidak akan bisa sepenuhnya melindungi Eca dan Bulan


__ADS_2