JANDA YANG MERESAHKAN

JANDA YANG MERESAHKAN
Masih ada pekerjaan


__ADS_3

Ikbal, Eca, dan Bulan. turun dari mobilnya Ikbal untuk jalan ke rumah orang tuanya Eca, untuk minta restu sekaligus ketemu dengan kakek dan neneknya Bulan sudah lama sekali tidak ketemu dengan Bulan.


" Eca dan Bulan, akhirnya kalian kesini lagi nak, bunda kangen sekali dengan kalian berdua." Ucap Bunda nya Eca, bahagia sekali akhirnya bisa ketemu lagi dengan anak dan cucunya lagi


" Iyah bunda, maaf yah Eca masih ada pekerjaan yang membuat Eca tidak bisa kesini soalnya." Ucap Eca berusaha tidak sedih, kasih tahu alasan sebenarnya nanti.


" Nek, kakek dan paman mana? Bulan sudah rindu sekali dengan mereka?" Tanya Bulan yang tidak sabar mau main bersama kakek dan pamannya lagi


" Mereka ada di sawah sayang, Bulan mau kesana tidak?" Tanya Bunda nya Eca, melihat cucu nya yang lagi digendong oleh bik Sumini

__ADS_1


" Mau sekali nenek, Bulan rindu dengan kakek dan paman, mau main di sawah bersama mereka nek, oh yah bunda apa boleh Bulan main di sawah?" Tanya Bulan takutnya tidak dibolehin oleh Eca main di sawah.


" Boleh saja sayang, oh yah bik Sumini tolong temani Bulan untuk main di sawah yah" Lanjut Eca melihat bik Sumini, yang gendong Bulan terus.


" Iyah Bu, yah sudah saya pamit kalo begitu.". Lanjut Bik Sumini langsung pergi membawa Bulan untuk ikut ke sawah supaya bisa ketemu dengan kakek dan pamannya lagi.


Dilain sisi, Dea bahagia dan lega, akhirnya bisa lacak dimana Baim dan keluarga kecilnya pindah rumah secara mendadak, membuat Oki langsung kasih tahu maksud Dea dan Oki mencari Baim


" Saya memang mau pindah kesini saja, soal kepemilikan perusahaan, tidak bisa karena Dea sendiri yang mau serahkan ke saya, lagian sudah ada surat kepemilikan rumah dan perusahaan dialihkan ke saya dan itu sah, tidak bisa dirubah lagi" Tegass Baim yang sejujurnya kesel, karena Dea berhasil menemukan tempat tinggal barunya

__ADS_1


" Oh yah Sah? didalam surat wasiat yang dibuat oleh ayah nya Dea, itu lah yang sah, karena ada poin yang mungkin kamu lupa baca Baim, jika kepemilikan hartanya sepenuhnya punya Dea, didalam points surat wasiat adalah, Dea tidak bisa serahkan harta peninggalan orang tuanya ke suaminya atau pun orang lain sesuka hati, karena ayah nya ingin Dea menjadi pewaris tunggal, itu artinya surat yang kamu simpan tidak sah sama sekali, yang sah itu yang Dea simpan sampai sekarang" Tegas Oki, Oki berharap jika Baim bisa baik baik serahkan hartanya Dea.


" Tidak bisa, karena itu sekarang sudah punya saya, dan Dea sudah tidak punya hak sama sekali, jadi jangan mimpi jika saya akan kembalikan perusahaan itu ke Dea lagi" Tegas Baim, berusaha mempertahankan perusahaan yang susah payah Baim rebut dari Dea


" Sekarang pilihan kamu, serahkan secara baik baik atau kamu akan berhadapan dengan saya? karena saya tahu kecurangan kamu selama ini, kamu fikir kita tidak tahu ke curangan kamu, saat perusahaan masih dipegang oleh ayah nya Dea" Tegas Sahabatnya Oki, yang sudah punya bukti apa saja kecurangan yang dilakukan oleh Baim di masa lalu.


" Sial, Dea minta bantuan mereka, jangan sampai kalah dengan mereka, demi masa depan anak dan istri tidak menjadi orang susah


" Saya tidak akan merebut barang barang anak kamu, karena saya tidak tega melihat anak kamu kehilangan mainan, meja belajar, dan perabotan lainnya. yang saya rebut yang memang punya saya, jika kamu tidak bisa diajak bicara baik baik, jangan salahkan saya jika semua orang tahu apa saja kecurangan kamu selama menjadi wakil CEO dulu " Tegas Dea, Dea tidak ingin jika Baim semakin lama memiliki hak nya

__ADS_1


Baim bener bener bingung, jika diserahkan sekarang maka hidup Baim akan kembali hidup susah, karena semuanya dikembalikan ke Dea tanpa ada sisa sama sekali.


__ADS_2