
Dea datang ke kantornya dan mendapatkan kabar jika Baim tidak ada di kantor dari pagi, membuat Dea, Oki, dan beberapa temennya Oki kaget mendengar kabar Baim tidak ada di kantornya.
" Pak, apa pak Baim ada di ruangannya?" Tanya Dea yang baru datang ke kantornya.
" Tidak ada bu, dari pagi saya tidak melihat pak Baim ke kantor dan saya dari tadi tidak melihat mobilnya juga bu, memangnya ada apa yah bu?" Tanya Satpam yang melihat Dea bersama orang orang yang berseragam.
" Apa tidak ada sama sekali? Apa Baim tidak masuk kerja hari ini?" Tanya Temennya Oki, yang merasa aneh Baim tidak masuk kerja
" Betul pak, tapi asisten nya sih ada di ruangannya pak, saya melihat mobilnya pak." Lanjut Satpam, yang menduga ada yang tidak beres, karena Dea datang ke kantornya sambil membawa pihak berwajib
" Baik lah, sekarang kita ketemu dengan asistennya saja dulu, setelah selesai baru ketemu dengan Baim di rumahnya " Ucap Oki, Oki kesel sekali karena Baim hari ini tidak masuk kerja sama sekali.
" Hayo ikut saya, saya masih ingat dimana ruangan asistennya Baim" Lanjut Dea, Dea langsung jalan duluan diikutin oleh Oki dan beberapa orang pihak berwajib langsung ikut jalan masuk kedalam kantornya.
" Sepertinya ada masalah besar, sampai bu Dea dan temen temnnya mau ketemu dengan asistennya pak Baim" Batin Satpamnya kantor, sambil melihat Dea dan orang orang yang ada disampingnya Dea.
__ADS_1
Dilain sisi, Ikbal dan Eca, mulai mengerjakan pekerjaan kantor, setelah sampai di kantornya Eca.
" Sayang, semakin lama semakin hebat sudah kuasai pekerjaan kantor sayang, dan kamu sudah bisa memimpin rapat lagi, setelah menikah kita akan bareng bareng memimpin perusahaan ini, apa kamu mau punya asisten baru atau cukup kita berdua yang menjalankan perusahaan Ini?" Tanya Ikbal melihat Eca, yang lagi lihat lihat dokumen yang ada di mejanya.
" Kita berdua saja sayang, selama aku belum mengandung tidak masalah sayang, kamu jadi wakil CEO sayang, pas aku mengandung baru kamu cari asisten baru dan kamu menjadi CEO diperusahaan ini sayang dan aku akan menjadi ibu rumah tangga biasa sayang" Ucap Eca, Eca sadar jika seorang perempuan kodratnya dirumah saja untuk urus anak dan mendidik anak.
" Yah sudah jika itu keputusan kamu, aku setuju sayang, besok kan hari libur sayang, besok kita akan ketemu orang tua kamu untuk minta restu kita menikah dan minta mereka tinggal disini bersama kita dan anak anak kita. kamu pasti rindu mereka kan sayang" Lanjut Ikbal, Ikbal yang ingin deket dengan mertuanya akan ajak mertuanya pindah ke Jakarta untuk tinggal di rumahnya Eca.
" Mau sekali sayang, aku rindu sekali dengan ayah dan bunda aku,terimakasih sayang sudah punya niatan untuk kedua orang tua aku tinggal disini bersama kita"Lanjut Eca, Eca bahagia sekali karena Ikbal mau deket dengan orang tuanya.
Dilain sisi, Oki bener bener kesal karena baru tahu, jika Baim pindah rumah dan seenaknya meninggalkan perusahaan untuk sementara waktu.
" Kemarin Baim bilang ke saya, kalo dia mendadak pindah rumah dan minta saya untuk sementara waktu untuk handel perusahaan ini, sampai Baim setelah selesai dengan urusan pribadinya." Ucap Asistennya Baim terus terang
" Apa kamu tahu pindah ke mana Baim?" Tanya Dea merasa heran, karena Baim tiba tiba pindah rumah.
__ADS_1
" Tidak tahu Dea, ada apa sebenarnya kalian mencari Baim?" Tanya Asistennya Baim penasaran, karena Dea datang ke kantornya tidak sendirian
" Kita nanti lacak nomornya Baim, supaya kita tahu dimana Baim pindah, orang itu membuat kita curiga dengan pindah mendadak nya kemarin." Tegas Temennya Oki, yang akan lacak nomornya Baim.
" Iyah di lacak saja, supaya semuanya selesai dan Baim bisa meninggalkan harta yang bukan miliknya " Lanjut Dea yang tidak terima, jika Baim semakin lama semakin menikmati yang bukan haknya.
" Kita akan bekukan ATM dia, biar tahu rasa Baim, karena mendadak pindah." Lanjut Oki, Oki kesel sekali karena Baim tiba tiba pindah rumah.
" Pembekuan ATM Baim akan saya bantu, tapi kalian jawab dulu pertanyaan saya, sebenarnya ada apa?" Tanya Asistennya Baim kesel, karena tidak ada yang jawab pertanyaan nya.
" Dea mengajukan perceraian dengan Baim, minta saya sebagai pengacaranya dan Dea juga mau minta Baim secara baik baik untuk serahkan perusahaan, barang barang yang dipakai Baim, dan rumahnya untuk diserahkan ke Dea secara baik baik." Lanjut Oki yang mulai serius dengan maksud kedatangan ke kantornya Dea
" Oh seperti itu, baik lah saya akan bantu untuk pembekuan ATM nya Baim, supaya dengan mudah kita ketemu langsung dengan Baim, saat Baim protes ATM nya di bekukan oleh saya. " Lanjut Asistennya Baim yang akan bantu Dea, karena tahu perusahaan yang direbut oleh Baim miliknya Dea
" Mohon bantuannya." Lanjut Temennya Oki, yang berharap lebih cepet ketemu dengan Baim dan masalahnya Dea dan Baim selesai
__ADS_1