
Eca yang lagi fokus dengan pekerjaannya, tiba tiba kaget melihat staff kantor masuk kedalam ruangannya sambil bawa galon pesanannya tadi.
" Ngapain kamu yang gantiin pekerjaan Izul? Bukannya ini masih jam kerja kan? Kamu turun jabatan jadi OB memangnya?" Tanya Eca heran melihat Aziz masuk kedalam ruangannya, sambil bawa galon
" Tidak Bu, saya masih staff marketing Bu, tadi setelah saya dari kamar mandi melihat Izul sepertinya sakit perut Bu sambil bawa galon ini, dari pada ibu kelamaan dia di kamar mandi, yah sudah saya bawa saja galonnya ke sini Bu" Ucap Aziz kesel, dikirain turun jabatan oleh Eca, padahal Aziz mau modus ke Eca padahal
" Oh seperti itu, yah sudah tolong kamu pasangin galonnya di kamar pribadi saya yah" Lanjut Eca merasa tidak enak hati, sudah mengira Aziz turun jabatan cuman karena bawain galon ke ruangannya
Aziz langsung masuk kedalam kamar pribadinya Eca, pertama kalinya Aziz masuk kedalam kamarnya Eca.
" Eca, apa bisa sekarang ikut saya untuk melihat proyek yang lagi berjalan? Sekalian saya kasih tahu kamu soal proyek yang ada?" Tanya Ikbal tiba tiba masuk kedalam ruangannya
" Tentu bisa Ikbal, saya ajak Bulan juga kalo begitu" Ucap Eca langsung merapihkan meja kerjanya
" Loh Aziz, ngapain kamu disini? Memangnya ada urusan apa kamu kesini?" Tanya Ikbal saat melihat Aziz keluar dari kamar pribadinya Eca
" Saya habis gantiin pekerjaan Izul bawa galon ke sini pak, kebetulan tadi ketemu didepan kamar mandi pak. Yah sudah saya permisi kalo begitu" Ucap Aziz keringet dingin karena ketahuan Ikbal ada di ruangannya Eca
" Halah, dasar modus kamu Aziz, bilang saja mau modus masuk kesini kan. Dasar buaya juga dia mau deketin Eca segala." Batin Ikbal yang tidak percaya dengan ucapannya Aziz barusan yang mau gantiin pekerjaannya Izul tiba tiba
" Ya silahkan saja" Lanjut Ikbal yang tidak percaya jika Izul yang minta bantuannya, selama ini Aziz tidak pernah terlihat gantiin pekerjaan karyawan lain, selain satu posisi dengan Aziz. Aziz kira Ikbal tidak pernah memperhatikan kebiasaan karyawan yang ada dikantornya Eca.
__ADS_1
" Om Ikbal, kita mau pergi om?" Tanya Bulan yang keluar dari kamar pribadinya Eca, yang denger obrolannya Ikbal dan Eca barusan
" Iyah anak cantik, setelah kita melihat proyek nanti kita makan siang bersama dan main Timezone di mall yah" Lanjut Ikbal yang ingin jalan jalan lagi dengan Eca dan Bulan
" Memangnya tidak ada kerjaan lagi Ikbal sampai kamu mau ajak jalan kita di jam kerja?" Tanya Eca bingung karena Ikbal mau ajak jalan jalan siang ini
" Tidak ada Eca, cuman ada laporan laporan biasa saja, jadi siang ini kita bisa pulang." Lanjut Ikbal, Ikbal rela sampai rumah harus bergadang karena harus kerjain pekerjaan kantor, yang sengaja dibawa pulang oleh Ikbal supaya siang ini bisa jalan jalan bersama Eca dan Bulan.
" Yah sudah hayo" Lanjut Eca yang merasa lega karena tidak meninggalkan pekerjaan hari ini.
Ikbal langsung gendong Bulan untuk ikut kunjungan kerja sekarang, nanti siang baru jalan jalan bersama Bulan dan Eca.
Dilain sisi, Aziz saat tiba diruangannya langsung ditegur oleh manajer marketing, karena Aziz terlalu lama keluar dari ruangannya dan tidak kerja setelah dari kamar mandi.
" Maaf pak, tadi saya bantuin Izul untuk bawain galon ke ruangannya Bu Eca, tadi pas ketemu didepan kamar mandi, saya bantuin Izul pak" Ucap Aziz terpaksa memanfaatkan Izul, demi misinya bisa masuk keruangannya Eca dan bisa melihat Eca lebih deket, walaupun cuman sebentar karena Ikbal tiba tiba muncul diruangannya Eca dan ajak Eca pergi karena kerjaan
" Baik lah, untuk sekarang kamu saya maafin, tapi lain tidak boleh seenaknya seperti ini, kamu boleh tolongin sesama karyawan jika terlihat bener bener pucat dan lemes selama kerja, baru wajib dibantu tapi sekiranya tidak terlalu penting dan kondisi gawat, yah tidak usah dibantu apa lagi sampai kamu mengabaikan pekerjaan kamu mengerti" Lanjut Manajer Marketing melihat Aziz, yang tidak seperti biasanya peduli dengan rekan kerjanya
" Ya saya mengerti pak, permisi saya kembali ke meja saya pak" Lanjut Aziz, Aziz rela dimarahin yang penting bisa lega, karena akhirnya bisa masuk juga keruangannya Eca walaupun cuman sebentar saja
Aziz langsung jalan ke mejanya dan Aziz bener bener bahagia melihat Eca yang sibuk dengan pekerjaannya dan bisa melihat senyum manisnya Eca lebih deket walaupun tidak lama
__ADS_1
Dilain sisi, Eca temani Ikbal untuk ketemu client untuk membahas proyek lama yang sudah berjalan, pertama kalinya Eca langsung terjun kelapangan seperti ini, membuat Eca mereka gugup sekali
" Apa ibu Eca sudah diangkat secara resmi menjadi pemimpin diperusahaan suaminya?" Tanya Client melihat Eca, yang terlihat masih muda, cantik,dan seksi lagi. Clien nya Ikbal terpesona melihat Eca untk pertama kalinya
" Minggu depan baru diangkat secara resmi pak, karena kan sekarang baru pengenalan untuk bu Eca dulu, sebelum pengangkatan bu Eca sebagai pemimpin perusahaan kami" Ucap Ikbal yang tidak suka cara client nya melihat Eca yang terlalu berlebihan
" Oh sebentar lagi yah, bisa menjadi CEO cantik dan seksi ya bu Eca" Lanjut Client yang melihat Eca dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan senyum menggoda melihat Eca
" Iyah pak" Ucap Eca gugup, karena client nya membuat Eca tidak nyaman karena dilihat dari ujung kepala sampai ujung kaki, membuat Eca merasa risih dan juga takut
" Kalo begitu kita permisi dulu pak, karena masih ada pekerjaan dikantor, insya allah akan kesini lagi melihat proses pembangunannya" Lanjut Ikbal sengaja, Ikbal sudah menduga, pasti Eca tidak merasa nyaman diperhatikan yang kurang sopan oleh clien nya,membuat Ikbal sengaja ajak Eca pergi, supaya Eca tidak merasa ketakutan yang berlebihan karena clientnya tadi
" Yah silahkan pak Ikbal dan bu Eca, senang bisa kenalan dengan anda" Lanjut Client sengaja pegang tangannya Eca, membuat Eca merasa risih dan takut dengan cara Client nya yang tidak sopan ke Eca
Ikbal langsung ajak Eca pergi sekarang juga, Ikbal menyesal ajak Eca ketemu dengan client untuk melihat proses pembangunan yang sedang berjalan, membuat Eca digodain dan merasa risih dengan cara tatapan client ke Eca dan juga saat jabat tangan tadi, membuat Eca merasa ketakutan dan semakin risih.
Dilain sisi, Aziz cerita tadi didalam ruangannya Eca, padahal Aziz mau modusin Eca,setelah galon sudah dipasang dikamar pribadinya Eca, eh pas keluar ada Ikbal yang datang untuk ajak Eca pergi, membuat Aziz gagal modusin Eca.
" Tadi sudah berat berat angkat galon, mau modusin bos eh tidak jadi, karena pak Ikbal tiba tiba muncul dan ajak bu Eca pergi, bener bener menyebalkan sekali" Protes Aziz kesel, karena sudah susun rencana mau modusin Eca eh tidak jadi, cuman karena kehadirannya Ikbal tadi
" Yah tidak akan mudah deketin bu Eca, karena waktu masih jam kerja dan pak Ikbal dengan bebasnya keluar dan masuk ke ruangannya Bu Eca, apa lagi sekarang bu Eca lagi di treaning oleh pak Ikbal supaya bisa jadi bos besar yang hebat. jadi lebih tidak mudah deketin bu Eca karena ada penghalangnya" Ucap Ben yang faham tidak mudah untuk ketemu bos besar, selain asisten dan seketarisnya bu Eca.
__ADS_1
" Penghalang yang sangat menyebalkan sekali tuh pak Iikbal" Protes Aziz kesal, karena sudah jauh jauh ke ruangannya Eca, sambil bawa galon tapi tidak jadi modusin Eca dengan bebasnya