
Eca setelah selesai kerja langsung ke kamar untuk melihat Bulan yang bener bener tidak ganggu Eca kerja sama sekali, dan tidak rewel sama sekali, membuat Eca menjadi tenang untuk kerja
" Anak bunda lagi apa?" Tanya Eca masuk kedalam kamar pribadinya Eca
" Lagi baca buku dongeng bunda, terus tadi habis minum susu dan makan bunda, apa pekerjaan bunda sudah selesai?" Tanya Bulan melihat Eca yang berdiri dideket pintu
" Alhamdulilah selesai sayang, waktunya istirahat, anak bunda pintar sekali tidak rewel sama sekali " Lanjut Eca jalan mendekati Bulan
" Alhamdulilah Bu, dari tadi masuk kedalam kamar ini, sudah sibuk sama makanan, mainan, susu, dan buku dongeng. katanya Bulan tidak ingin ganggu bunda yang lagi sibuk kerja bersama om Ikbal." Ucap Bik Nur yang seneng karena Bulan termasuk anak pengertian
" Pinter sekali anak bunda, yah sudah sekarang kita makan siang ya Bulan, Bulan mau makan siang dimana?" Tanya Eca bahagia sekali, karena Bulan masih kecil tapi sudah pengertian soal pekerjaan orang tuanya
" Makan bakso bunda, tapi bersama om Ikbal yah bunda, apa boleh?" Tanya Bulan yang ingin sekali makan siang bersama Ikbal, karena Bulan ingin sekali manja manja bersama Ikbal
" Tanya dulu yah, jika om Ikbal mau yah kita ajak dan jika tidak mau ikut yah kita tidak boleh paksa om Ikbal yah" Lanjut Eca yang tidak ingin terlalu sering deket Ikbal jika tidak ada urusan pekerjaan, takut jadi bahan gosip karyawan kantor.
" Oke bunda" Lanjut Bulan nurut saja, yang penting sudah bilang maau makan bersama Ikbal dan berharap Ikbal mau temanin Bulan makan siang bersama Eca dan bik Nur
Dilain sisi, Oki melihat mertuanya Eca datang ke kantornya, untuk Protes soal surat wasiat yang diberikan anaknya untuk Eca seutuhnya tanpa bisa dibagi sama sekali.
" Oki, masa keluarganya tidak mendapatkan harta anak saya sama sekali sih?, biasanya seorang anak memberikan hartanya untuk orang tuanya walaupun setengah saja?" Tanya Mertuanya Eca yang berharap mendapatkan sedikit saja warisan anaknya
__ADS_1
" Maaf bu, saya cuman sampaikan saja apa yang dibuat anak ibu, lagian saat membuat surat wasiat itu, tidak ada satu pun yang tahu termasuk Eca bu, jadi murni surat wasiat itu dibuat atas keinginan anaknya ibu sendiri" Ucap Oki yang faham, jika keluarga client nya, ingin menguasai harta yang bukan haknya
" Apa saya bisa banding?" Tanya Mertuanya Eca yang tidak ingin menyerah sebelum menguasai apa yang diinginkan nya
" Anda mau banding berkali kali tetep saja tidak bisa, karena harta itu hak Eca sepenuhnya dan tidak bisa ganggu sama sekali dan oleh siapapun bu, jadi berhenti lah untuk mengharapkan apa yang bukan menjadi hak anda." Tegas Oki berusaha tidak kesel, karena mertuanya Eca bener bener paksa untuk mendapatkan apa yang bukan haknya sama sekali.
Dilain sisi, Eca, Bulan, dan Nur. masuk kedalam ruangannya Ikbal yang ternyata Ikbal lagi merapi meja kerjanya.
" Om Ikbal, apa om mau makan siang bersama Bulan dan Bunda? Bulan lagi pengen makan bakso bersama om, kata bunda kita makan siang tanyae om dulu mau ikut atau tidak?" Tanya Bulan dengan polos nya membuat Eca malu, karena Bulan terlalu jujur
" Makan bakso yah, seger juga di makan pas panas panas seperti ini, oke boleh anak cantik kita makan bersama sama" Ucap Ikbal tidak merasa keberatan untuk makan siang bersama Eca dan Bulan
" Maaf merepotkan yah" Ucap Eca merasa tidak enak, karena Bulan ingin sekali makan bersama Ikbal
Ikbal langsung ajak Eca keluar dari ruangannya bersama Bulan dan Bik Nur, Ikbal gendong Bulan untuk jalan ke tukang bakso
Dilain sisi, Aliando yang sudah puas masukin lamaran pekerjaan di setiap perusahaan yang didatengin, berharap bisa ketemu dengan Eca, Oki yang sudah tahu tentang kelakuan laki laki didepannya, jadi penasaran apa yang dibawanya.
" Mas, lagi cari kerjaan yah mas?" Tanya Oki basa basi, Oki sengaja sapa Aliando, karena bawa amplop coklat lebar dan cukup banyak
" Iyah pak, apa di perusahaan anda ada lowongan pekerjaan?" Tanya Aliando yang berharap bisa ketemu dengan Eca
__ADS_1
" Ada sih, tapi jadi penjaga toko bagaimana?" Tanya Oki sengaja, karena Oki mau awasi laki laki yang pernah celakai Eca dulu
" Mau pak, mau sekali pak" Lanjut Aliando tidak meresa keberatan kerja di toko, sambil menunggu lamaran pekerjaan diterima, membuat Aliando menerima pekerjaan yang ada dari pada tidak ada pekerjaan sama sekali
" Di kota ini dia sangat berbahaya untuk kedamaian Eca beraktivits, lebih baik dialihkan di kota lain saja. mumpung punya kenalan yang punya toko juga" Batin Oki yang tidak ingin, Aliando sakitin Eca lagi
" Baik lah, kita bisa pergi sekarang, tapi apa anda sudah makan siang?" Tanya Oki yang tidak ingin, ajak pergi jauh Aliando tapi Aliando belum makan sama sekali
" Belum pak, saya kesini buat makan siang pak, setelah makan baru kita kesana yah pak." Lanjut Aliando yang mulai merasa lapar
" Silahkan pesan makanannya nanti saya yang bayar" Lanjut Oki, Oki diam diam kirim chat ke Ikbal jika Oki tiba tiba ketemu dengan Aliando yang mencari lamaran pekerjaan
Dilain sisi, Ikbal sambil menunggu pesanan bakso selesai diracik, sambil memainkan hanphone nya. Ikbal kaget saat membaca chat yang dikirim oleh Oki barusan.
" Eca, apa kamu ingat Aliando cowok gila yang pernah, mencelekai kamu itu?" Tanya Ikbal sambil melihat Eca, yang pangku Bulan yang masih tidur
" Iyah ingat, kenapa dengan laki laki itu?" Tanya Eca yang penasaran, karena Ikbal tiba tiba membahas soal Aliando
" Oki tidak sengaja ketemu dengan dia tadi, pas lagi makan siang di rumah makan padang, terus Aliando ternyata lagi cari pekerjaan yah sudah akhirnya ditawarin Oki pekerjaan tapi di kota Solo, tujuannya supaya kamu tidak pernah ketemu dia lagi, selain itu Oki bisa pantau apa saja yang direncanakan Aliando, dia bahaya jika ketemu kamu lagi" Lanjut Ikbal, Ikbal setuju jika Oki bawa Ikbal pergi jauh supaya tidak ketemu dengan Eca lagi, Ikbal akan berusaha melindungi Eca karena sebelum nafas terakhir suaminya minta Ikbal jagain Eca.
" Alhamdulilah jika laki laki itu tidak sengaja ketemu dengan Oki, terimakasih yah kalian bener bener melindungi saya, saya jadi berhutang budi dengan kalian" Lannjut Eca merasa terlalu banyak merepotkan Ikbal dan Oki
__ADS_1
" Tenang saja Eca, sudah menjadi tanggung jawab saya dan Oki untuk melindungi kamu dari siapapun kok." Lanjut Ikbal yang akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi Eca, dari siapapun yang mau sakitin Eca dengan sengaja