
Ikbal setelah selesai dari rumahnya Chandra, langsung ajak Eca dan Bulan jaln jalan, menikmati kebersamaan bertiga, Ikbal ajak Bulan ke taman bermain supaya Bulan merasa senang diajak jalan jalan oleh Ikbal.
“ Sayang, mau beli balon dan maninan?” Tanya Ikbal yang melihat tukang jualan mainan dan balon
“ Mau ayah, Bulan mau sekali beli mainan dan balon juga.” Ucap Bulan bahagia, karena sebentar lagi punya ayah lagi.
“ Bulan sayang, jangan beli banyak banyak yah sayang, tidak enak sama ayah kalo terlalu banyak beli mainan” Ucap Eca tidak enak, jika Bulan terlalu boros beli banyak mainan, apa lagi setiap ditawarin oleh Ikbal
“ Sayang, kita kan mau menikah kenapa masih merasa tidak enak sih sayang ke aku, kewajiban seorang ayah kan membelikan apapun yang anak inginkan, ijinkan aku menjadi ayah yang selalu bisa turutin keinginan anak aku yah sayang” Bujuk Ikbal, Ikbal ingin menjadi ayah yang selalu bisa memanjakan anaknya mau anak tiri maupun anak kandungnya nanti.
“ Iyah sayang boleh, Bulan pilih mainan yang Bulan inginkan sayang” Lanjut Eca pasrah,Eca mulai belajar membiarkan Ikbal turutin keinginannya Bulan, Eca bahagia sekali dengan perhatian yang diberikan Ikbal untuk anaknya, walaupun sering merasa tidak enak terlalu merepotkan Ikbal karena terlalu banyak belanja
“ Terimakasih sayang, hayo Bulan sayang kita pilih mainan yang Bulan mau yah nak” Lanjut Ikbal bahagia, karena jadi beliin Bulan mainan yang banyak
__ADS_1
Bulan langsung turun dari gendongannya Ikbal, dan mulai sibuk pilih mainan yang Bulan inginkan, Eca melihat Ikbal begitu perhatian ke anaknya merasa bahagia sekali, karena tidak salah pilih suami karena Ikbal mau memberikan perhatiannya ke Bulan dengan tulus
Dilain sisi, Oki tidak menyangka jika client yang akan ditemuinya adalah mantan pacarnya Oki, Oki tidak menyangka jika mantan pacarnya akan bercerai dan minta Oki menjadi pengacaranya.
“ Kenapa bercerai? Kamu tega menghianati cinta saya, saat kita pacaran dan ternyata sekarang kamu bercerai dengan selingkuhan kamu?” Tanya Oki menatap Dea dengan tatapan sinisnya
“ Maafkan saya Oki, saya bercerai dengan suami saya karena dia diam diam suka menikah waktu kita masih kuliah dulu, ternyata dia sudah punya istri dan dua orang anak, selama kita menikah suami saya selalu melakukan KDRT ke saya, dulu saya bingung kenapa dia setelah menikah dengan saya jadi berubah drastic, selalu marah marah, jarang pulang, bahkan jarang kasih uang belanja setiap bulannya, saya yang bingung dengan sikap aneh suami saya, akhirnya ikutin kemana dia pergi dan disaat mobil dia berhenti disebuah rumah sederhana, saya langsung ikut keluar dari mobil dan melihat rumah siapa yang dia datengin dan betapa kagetnya saya dia datengin istri pertama selain itu ada anak kecil panggil suami saya dengan sebutan ayah pulang, disaat itu lah saya memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah itu dan semuanya akhirnya kebongkar Oki, jadi selama ini suami saya sengaja deketin saya waktu kuliah karena saya anak orang kaya dan sampai akhirnya ajak nikah supaya bisa memenuhi kebutuhan istrinya waktu masa kuliah sampai sekarang dia menjadi pengganti ayah saya di kantor Oki dan dia masih saja KDRT ke saya, karena kesel karena saya, istrinya tidak mau ketemu dengan suaminya lagi, kalo tidak menceraikan saya setelah mendapatkan harta saya Oki, tolong bantu saya Oki karena tidak ada lagi yang bisa bantuin saya, karena kedua orang tua saya sudah meninggal dunia lama” Penjelasan Dea panjang kali lebar sambil nangis,membuat Oki langsung memberikan tissue
“ Atas nama suami saya, karena dia paksa saya dulu untuk mengganti nama dia sebagai pemilik perusahaan, karena kata dia sebagai suami berhak untuk memiliki semua harta istri baik harta rumah maupun perusahaan katanya dan saya nurut saja semuanya diganti nama dia, saya tidak ingin hidup susah karena cowok sial itu Oki, tolong bantu saya Oki untuk kembalikan perusahaan milik ayah saya setelah kita resmi bercerai” Lanjut Dea menyesal, karena dulu begitu mudah dibujuk oleh suaminya, untuk ganti semua kepemilikan harta peninggalan ayah nya.
“ Astaga Dea, kamu kok bodoh sekali sih jadi perempuan, bisa sih diganti nama ke kamu, tapi itu tidak mudah butuh waktu lama sekali sampai akhirnya bisa diganti, terus surat wasiat aslinya ada disiapa? Dan sekarang kamu tinggal dimana? Jika semuanya milik suami kamu?” Tanya Oki yang tidak menyangka jika rasa cintanya Dea membuat Dea sekarang jadi menderita
“ Saya tinggal di apatermen punya ayah saya, cuman apatermen itu yang tidak diketahui oleh suami saya, dan soal surat wasiat ada di saya, suami saya ancam saya jika saya serahkan surat wasiat asli ke siapapun,saya akan dicelakainya karena dia tidak ingin istri dan anaknya jadi orang susah lagi” Lanjut Dea, Dea memberikan surat wasiat yang dibuat oleh ayah nya dulu ke Oki
__ADS_1
“ Baiklah saya akan simpan surat wasiat ini dengan baik, saya akan cari ide dan cara untuk hadapi suami kamu, karena salah langkah akan mencelakai kamu, ah bagaimana kalo kamu tinggal di rumah temen saya saja, disana ada pengalawan ketat, temen saya perempuan dan dia calon istri temen saya bagaimana? Insya allah tinggal disana aman untuk kamu?” Tanya Oki yang berusaha melindungi Dea selama proses perceraian dan pengembalian hartanya Dea sampai selesai
“ Boleh Oki, kalo boleh sekarang ke sana bersama kamu apa boleh? Supaya saya tidak merasa ketakutan pulang sendiri, dan merasa tenang jika berada didekat kamu?” Lanjut Dea, Dea merasa bersyukur karena masih punya nomornya Oki, walaupun selama ini tidak pernah komunikasi, dan Oki akan bantuin Dea untuk selesaikan masalahnya
“ Mendadak sekali, tapi yah baik lah Dea, insya allah temen saya setuju setelah saya jelasin semuanya ke mereka, mari ikut saya Dea” Lanjut Oki langsung masukin surat wasiatnya kedalam buku yang selalu dibawa oleh Oki.
Oki langsung ajak Dea untuk kerumahnya Eca, berharap Eca tidak keberatan menerima Dea ada dirumahnya selama proses perceraiannya selesai dan pengembalian hartanya Dea selesai diurus, tinggal dirumahnya Eca.
Diam diam ada seseorang yang memperhatikan Dea bicara dengan Oki, membuatnya langsung mengepalkan tangannya karena emosi.
“ Sial, selama ini saya membiarkan dia pegang surat wasiat aslinya, walaupun semua milik saya, akan hancur saya kalo ada surat wasiat asli itu” Batin Suaminya Dea, menyesal karena tidak berfikir panjang dampak, jika Dea terus menerus punya surat wasiat aslinya.
Suaminya Dea terus memperhatikan Dea dan Oki keluar dari restoran, yang sengaja Dea ajak ketemuan
__ADS_1