
Ikbal anterin Eca dan Bulan pulang ke rumah setelah puas jalan jalan, ikutin kepinginnya Bulan untuk bisa menikmati jalan jalan bersama Ikbal
" Om, terimakasih eskrimnya enak sekali, Bulan senang sekali dibeliin eskrim dan beli mainan baru, supaya temani bunda kerja ada mainan baru." Ucap Bulan bahagia karena sering diajak belanja bersama Ikbal
" Sama sama anak cantik, karena Bulan pinter dan nurut apa kata bunda, jadi om kasih hadiah mainan tadi." Ucap Ikbal senang bisa membelikan mainan untuk Bulan, setelah berhasil paksa Eca untuk memberikan ijin Ikbal beliin Bulan mainan
" Terimakasih yang Bal, oh yah saya mau belajar mobil, apa kamu mau ajarin saya?" Tanya Eca yang ingin bisa bawa mobil, supaya tidak merepotkan Ikbal terus menerus, setiap mau pergi selalu minta di jemput oleh Ikbal.
" Kamu kenapa mau belajar mobil? Apa masih merasa tidak enak dan merepotkan saya lagi?"Tanya Ikbal heran, karena Eca selalu merasa merepotkan Ikbal setiap pergi kemana pun Eca mau, padahal Ikbal tidak pernah merasa direpotkan oleh Eca
" Supaya mau kemana saja lebih mudah, dan tidak harus menunggu kamu datang jauh jauh kesini, jadi boleh kan atau pakai jasa supir saja?" Tanya Eca yang ingin sekali bisa bawa mobil sendiri
" Baik lah, belajar mobil saja, besok saya ajarin yah supaya kamu bisa lebih bebas kemana pun kamu mau." Lanjut Ikbal akhirnya mengalah untuk ajarin Eca belajar mobil, dari pada pakai jasa supir karena Ikbal merasa cemburu jika ada laki laki lain yang Deket dengan Eca.
Eca merasa seneng dan lega, karena Ikbal akhirnya mau ajarin Eca bisa bawa mobil sendiri.
__ADS_1
Dilain sisi, Oki melihat tabungan milik Zailani yang ternyata memang cukup untuk membiayai pendidikan anaknya Eca sampai lulus kuliah.
" Apa perlu ada surat wasiat untuk menjamin, biaya pendidikan anak Bu Eca bener bener bisa diberikan sampai sarjana? Kita kan tidak tahu sampai kapan batas akhir kehidupan saya kan, supaya tanggung jawab saya atas pendidikannya terpenuhi sampai akhir?" Tanya Zailani yang ingin memastikan Oki, jika ucapannya bener dan Zailani bener bener ingin tanggung jawab atas pendidikan anaknya Eca.
"Boleh juga pak Zailani kita buatkan surat wasiat, supaya keluarga anda suatu saat tidak bisa ganggu biaya pendidikan anaknya Eca sama sekali. Silahkan anda isi sendiri surat wasiatnya dan tulisan anda akan saya simpan dengan baik, surat wasiat ini yang sah untuk melindungi hak sepenuhnya anaknya Eca untuk pendidikannya." Ucap Oki bahagia karena orang yang menabrak sahabatnya, mau tanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan full untuk anaknya Eca dari taman kanak-kanak sampai sarjana. Oki memberikan kertas HVS diberikan ke Zailani untuk menuliskan surat wasiat melindungi tabungannya supaya tidak ada yang bisa ganggu sampai Bulan usia dua puluh tahun
Zailani langsung menuliskan surat wasiat untuk mempertahankan tabungannya untuk digunakan sebagai biaya pendidikan anaknya Eca, dari taman kanak-kanak sampai lulus kuliah, Zailani tidak ingin keluarganya ada yang ganggu biaya pendidikan anaknya Eca sama sekali.
Dilain sisi, Aziz yang akhirnya mendapatkan nomor teleponnya Eca, langsung kirim chat ke Eca supaya ada peluang untuk Deket dengan Eca.
" Selamat malam Bu Eca, saya butuh pekerjaan sampingan Bu, apa ibu ada pekerjaan tambahan untuk saya?" Tanya Aziz yang kirim chat ke Eca
" Orang tua saya membutuhkan biaya untuk pergi umroh Bu, saya ingin sekali mewujudkan impian mereka bu. Apa ada lowongan tambahan bu?" Tanya Aziz pura pura, Aziz yang balas chat nya Eca
" Subhanallah sekali kamu, baik lah jika kamu butuh tambahan pekerjaan besok bisa ketemu langsung dengan pak Ikbal yah insya Allah besok dikasih solusi untuk kamu mendapatkan biaya untuk pergi umroh orang tua kamu" Lanjut Eca balas chat Aziz dan percaya saja, dengan modusnya Aziz
__ADS_1
" Astaga, dikirain dia langsung kasih kerjaan tambahan ternyata harus ke pak Ikbal juga." Batin Aziz melihat handphone nya, tapi seneng akhirnya ada ide yang masuk akal untuk bisa bicara dengan Eca walaupun lewat chat pribadi
" Baik Bu, besok saya akan ke pak Ikbal" Lanjut Aziz membalas chat nya Eca walaupun kesel, karena besok harus ketemu dengan Ikbal bukan Eca langsung
Aziz yang kesel cuman bisa menahan amarahnya karena tidak mungkin bicara langsung ke Eca, jika Eca tidak peka dengan modusnya Aziz yang ingin ketemu langsung dengan Eca bukan Ikbal besok ngebahas pekerjaan tambahan dan rencana Aziz untuk biaya umroh orang tuanya.
Dilain sisi, Eca melihat paket umroh yang murah dan bisa untuk dua orang, Eca ingin sekali membantu niat baiknya Aziz untuk berangkatkan kedua orang tuanya umroh.
" Apa sebaiknya pergi haji dan pergi umroh, masuk kedalam program untuk karyawan yang mau pensiun yah, sebagai hadiah tanda terimakasih sudah bekerja sepenuh hati kerja di kantor dari muda sampai usia enam puluh tahun. Ah itu ide yang bagus sekali untuk karyawan muslim baik lah besok akan bahas bersama Ikbal" Ucap Eca yang mendapatkan ide, punya program pergi haji dan umroh untuk karyawan yang mau pensiun dan usia enam puluh tahun.
Eca langsung kirim chat ke Ikbal, jika besok Eca akan membahas program baru untuk karyawan muslim untuk pergi haji dan umroh.
Dilain sisi, Oki bahas tentang orang yang menabrak suaminya Eca yang mau menyerahkan tabungannya untuk biaya pendidikannya Bulan dari taman kanak kanak sampai sarjana ke Ikbal, Oki juga kasih tahu surat wasiat yang ditulis langsung oleh Zailani
" Orang yang menabrak sahabat kita, kondisinya sekarang lumpuh dan buta matanya, dia ingin sekali memberikan santunan atau tanggung jawab untuk biaya pendidikannya Bulan dari taman kana kanak sampai sarjana,selain itu memberikan surat wasiat biaya pendidikan, takutnya usianya tidak panjang dan keluarganya mempersulit tanggung jawabnya untuk biayai pendidikan Bulan" Ucap Oki kasih lihat surat wasiat yang diberikan oleh Zailani ke Ikbal supaya tahu
__ADS_1
" Walaupun Eca orang punya dan mampu untuk biaya pendidikan Bulan tapi diterima dengan baik, sebagai bentuk tanggung jawab Zailani atas kecerobohannya tidak cek dulu kondisi motornya sebelum bepergian, yang akhirnya musibah kecelakaan itu tidak bisa dihindari oleh Zailani dan sahabat kita" Ucap Ikbal baca surat wasiat yang sudah dibuat oleh Zailani tadi
" Bener, tapi yah namanya karir seseorang kan, untuk jaga jaga niat baik Zailani sangat berguna juga untuk Eca dimasa depan, surat wasiat ini akan saya simpan diarsip khusus Eca yang akan saya gabung sama punya suaminya, supaya tidak pisah dan lupa simpan juga" Lanjut Oki, Oki lega sekali karena biaya pendidikannya Bulan ada yang tanggung dan tidak terlalu membebani Eca sama sekali