
Ikbal setelah ajarin Eca bagaimana mengerjakan proyek di kantor, Ikbal langsung minta Eca mencoba sendiri kerjain proyek yang ada
“ Eca, coba kamu kerjakan ini dulu yah, saya tinggal sampai siang yah, karena saya masih ada kerjaan dan nanti siang baru saya ajarin lagi ok” Ucap Ikbal yang merasa cukup ajarin Eca selama satu jam, karena Ikbal masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan
“ Oke Ikbal, jika ada dokumen yang butuh tanda tangan saya, langsung kesini saja ya” Ucap Eca berusaaha santai, pertama kalinya merasakan kerja di kantor
“ Itu sih pasti Eca,oke deh saya pamit dulu” Lanjut Ikbal langsung jalan keluar dari ruangannya Eca, menuju ruangannya untuk mulai kerja, Ikbal berusaha santai membagi waktu ajarin Eca dan tetep menjalankan tanggung
jawabnya supaya perusahaan tidak kehilangan proyek selama menunggu Eca resmi menjadi pemimpin perusahaan yang baru
Dilain sisi, Karyawannya Eca yang sudah tahu jika Eca seorang janda muda dan akan memimpin perusahaan, membuat karyawannya Eca ingin sekali bisa deket dengan pemimpin baru diperusahaannya
“ Calon bos kita cantic sekali yah, bikin betah kerja kalo begini caranya” Ucap Akmal karyawannya Eca, yang terpesona dengan kecantiknya Eca
“ Sama saya juga, lebih semangat datang ke kantor, sudah cantic, masih muda, dan seksi lagi, rela deh punya istri seorang janda sempurna seperti bu Eca” Ucap Zulfikri seorang playboy, yang siap mendekati Eca dan punya istri lagi
__ADS_1
“ Saya juga mau lah deketin bu Eca, siapa sih yang tidak tergoda dengan janda cantic dan sempurna bu Eca kan yah, saya rela jadi ayah dari anaknya” Ucap Aziz yang tidak mau kalah deketin Eca
“ Kalian mau deketin bu Eca, memangnya bu Eca tertarik dengan kalian apa? Lagian waktu kebersamaan kalian dengan bu Eca saja kurang kan mau bagaimana deketin bu Eca? Jika kalian saja tidak pernah keruangannya bu
Eca dan peluang yang bisa deket dengan bu Eca pak Ikbal asistennya, jadi kalian semua kalah saing dengan pak Ikbal yang sering ketemu bu Eca dan punya waktu banyak bersama kan, jadi jangan ngarep deketin bos janda kita deh, jika kalian saja tidak akan pernah keruangannya kan” Ucap Bani yang sadar diri tidak akan pernah bisa deket
dengan Eca, karena tidak pernah punya waktu ketemu dengan Eca karena jabatannya cuman staff biasa dan cuman sekilas ketemu setiap kali lewat di lobi kantor dan parkiran mobil saja
Aziz dan temen temennya baru sadar jika ucapan Bani bener, karena mereka tidak akn aada kesempatan deketin Eca karena tidak pernah masuk kedalam ruangannya Eca sama sekali, jadi peluang deket dengan Eca lebih sedikit
“Ayah kenapa keluar dari pekerjaan ayah sih? Kalo ayah keluar seperti ini kita mau makan apa setiap hari dan kebutuhan sehari hari kita bagaimana jika ayah tidak kerja sama sekali?” Tanya Adelia tidak mengerti sebernya apa mau Aliando sebenrnya
“ Ayah ingin mencari Eca, ayah bener bener jatuh cinta dengan janda cantic itu, setiap hari memikirkan janda cantic itu, membuat ayah tidak tenang, soal kebutuhan kita tenang saja, ayah ada gaji terakhir dan pesangon, ayah rasa cukup memenuhi kebutuhan sehari hari kita, sampai ayah menemukan pekerjaan baru dan ketemu dengan janda cantic itu, yang membuat ayah bener bener tergila gila dengan dia dan mau ketemu lagi” Ucap Aliando dengan santai dan tidak peduli dengan perasaannya Adelia sama sekali
“ Mau ketemu janda cantic itu memangnya mau apa? Jangan jadi jahat seperti ini ke istri dan tolong jaga perasaan aku sebagai istri ayah, yang rela hidup sederhana bersama ayah selama dua tahun ini?” Tanya Adelia tidak menyangka jika Aliando bisa bicara terus terang, ingin ketemu mantan tetangganya dulu
__ADS_1
“ Yah mau ajak dia taaruf dan mau menjadikan dia istri ke dua aku, dia lebih sempurna dibandingakn bunda yang cerewet dan manja, ayah sudah bosan sama bunda kalo mau tahu, oleh karena itu ayah mau cari istri lain jika bunda mau di madu yah tidak masalah ada dirumah ini” Lanjut Aliando, Aliando membuat lamaran pekerjaan dan print lamaran pekerjaan, berharap suatu saat bisa ketemu lagi dengan Eca
“ Dasar laki laki kere tidak tahu terimakasih sekali sih, lebih baik kita cerai sekarang dari pada hidup susah bersama ayah, sudah pengangguran dan mau cari perempuan lain yang belum tentu mau bersama ayah, bunda dan Stefy keluar darii rumah ini, dari pada melihat ke gilaan ayah terus menerus mengejar sesuatu yang belum pasti” Lanjut Adelia yang rela bercerai dari Aliando dari pada bertahan, harus melihat sikap anehnya Aliando yang terus menerus, terobsesi dengan sesuatu yang belum tentu dimiliki
“ Oke kita bercerai” Lanjut Aliando yang tidak ingin ambil pusing dan rela kehilangan Adelia, Aliando dengan bebas mencari dimana Eca berada
Adelia yang mendengar Aliando setuju bercerai, bener bener tidak menyangka jika suaminya setega ini dan terlalu obsesi dengan Eca, andaikan Adelia tahu dulu Aliando pernah ketemu dengan Eca pasti sudah Adelia jambak rambutnya yang sudah tega menggoda suaminya dan membuat suaminya seperti sekarang
Dilain sisi, Eca pelan pelan baca berkas berkas yang diberikan oleh Ikbal, Eca berusaha tidak mengeluh sama sekali dengan pekerjaan yang banyak dan yang harus dikerjakan oleh Eca
“ Pelan pelan saja dibacanya Eca, ingat jangan sembarangan memberikan tanda tangan yah, karena kita kan tidak tahu jika suatu saat ada orang yang mau merugikan kita, karena kita sembarangan memberikan tanda tangan dan tidak dibaca sama sekali” Ucap Ikbal berharap Eca bisa menjadi pemimpin perusahaan yang teliti, bijaksana, dan bisa professional dalam bekerja.
“ Insya allah Ikbal, saya tidak akan membuat masalah cuman karena tidak teliti dalam bekerja” Ucap Eca optimis akan bekerja dengan baik dan tidak membuat perusahaan peninggalan suaminya bangkrut
“ Oh yah, pengesahan kamu sebagai pemimpin perusahaan, akan dilakukan tiga bulan lagi yah, sampai kamu sudah mengausai pekerjaan kantor dan bener bener siap kerja disini yah” Lanjut Ikbal yang rela cape bantuin Eca untuk bantuin Eca, supaya bisa menguasai pekerjaannya Eca yang akan dikerjakan nanti
__ADS_1
“ Ooke deh Ikbal” Lanjut Eca gugup dan berusaha percaya diri yakin bisa menjadi pemimpin perusahaan, sesuai harapannya Ikbal selama ini, Eca mulai baca satu persatu dokumen yang diberikan Ikbal sebelum memberikan tanda tangan setiap dokumen yang ada