JANGAN BENCI AKU

JANGAN BENCI AKU
BAB 10


__ADS_3

Setalah sarapan Alin pun bergegas pergi kuliah karna ada makul pagi ini.


''Pah,Moms Alin berangkat ya'' Pamit Nya.


''Ok sayang hati-hati ya.''


Alin pun pergi ke kampus dengan lesu karna badan nya sakit semua.


''Hai dek !! Kamu kenapa? Kenapa muka nya lecek amat.?Tanya Alena saat melihat sang adik.


''Ah gak kak aku hanya kurang tidur aja ''


''Benar kah apa tidak ada yang kamu sembunyiin ''


''Benar kak gak ada kok, ya udah yuk masuk yuk.'' membujuk Alen masuk agar tak banyak lagi pertanyaan yang akan di lontarkan kakak kembar nya itu.


Setelah jam kuliah usai Alin keluar menuju gerbang, sesampai nya di halte ada sebuah mobil sedan hitam yang berhenti tepat di depan nya.Orang tersebut membuka kaca mobil nya dan menyapa Alin.


''Hai Alin !! ayo sini naik biar ku antar.'' tawar pemuda itu, karna Alin hanya bengong ia pun turun dan membuka kan pintu mobil untuk Alin .


''Hais makasih ya Zid, tapi aku gak enak ngerepotin kamu.''


''Gak kok ,buat kamu gak ada yang repot.'' Zidan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


''Gimana kabar kamu Alin? Apa pernikahan mu bahagia? Apa dia tidak menyakitimu? Dan masih banyak pertanyaan lain yang di lontar kan Zidan pada ALin.


Deg....Hati Alin berasa sesak di tanya soal pernikahan nya.


''Hmm semua baik-baik saja Zid.''Dusta Alin karna ia tak ingin Zidan ikut khawatir.


''Benarkah? Tapi dari raut wajah mu tak mencerminkan seperti itu.?''


''Iya aku bahagia kok.''


''Baik lah kalau menurut mu begitu Alin.tapi kalau suatu saat kau tak bahagia dengan nya aku akan merebut mu kembali dari dia.karna dari awal kau adalah milik ku Alin.'' Geram Zidan.


Alin hanya terdiam dengan perkataan Zidan.Yah mungkin itu ada benar nya kalau ia menikah dengan Zidan mungkin hidup nya akan bahagia karna di nikahi oleh orang yang di cintai .Mungkin ia akan di banjiri dengan kasih sayang dan mungkin ia akan jadi ratu di istana nya sendiri dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainya yang tidak akan dia dapat kan dari Zian.


Setelah kemungkinan itu berlalu,akhirnya mereka sampai di depan rumah Zian.


''Makasih banyak ya Zid dah anterin aku.''


''It's ok baby!! Apapun akan ku lakukan demi kamu.''

__ADS_1


Alin pun tersipu malu mendengar perkataan Zidan pipi nya pun merona merah bak kepiting rebus.


''Astaga kenapa aku tersipu dengan perkataan Zidan ,aku sudah punya suami ...tidak...tidak aku harus bisa mengontrol nya.''


Alin pun masuk kedalam rumah , tapi Alin tak melihat ada sepasang mata yang melihat dari atas dan sedang menahan amarah nya.


''Dasar si@lan'' melempar gelas yang ada di tangan nya.


''Assalamualaikum.''


''Walaikumsalam'' sahut Moms Syita dari dalam.


''Kamu sudah pulang nak,ayo sana ganti baju setelah itu kita makan malam.''


''Baik Moms Alin ke atas dulu ya.'' Pamit Alin.


Saat membuka pintu kamar Alin di kejut kan karna Zian sudah sampai duluan dari dirinya.


''Dari mana kamu? Habis jalan dengan siapa? Dasar perempuan ******.''


Plak....


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Alin,pipi itu memerah karna bekas tamparan Zian yang terasa sangat panas.


''Apa maksud mu Zian''


plak....


''Dan itu tamparan buat mu yang sudah mencoba mencelakai kekasih ku.''


''Tidak,,, tidak bukan aku yang salah.'' Alin mencoba membela diri,tapi Zian tak mau mendengar kan nya.


''Apa!! Kau masih saja mengelak ''


Zian membentur kan kepala Alin kedinding sehingga mengeluarkan darah segar di pelipis matanya tak sampai di situ Zian juga membenam kan kepala Alin ke dalam bathtub yang telah di isi penuh dengan air .Alin makin kesulitan untuk bernafas


''Zian maaf kan saya'' ronta Alin di dalam bathtub.


Setelah puas membenamkan kepala Alin,ia pun mengidup kan kran air dan membasahi seluruh tubuh Alin ,mereka berdiri di bawah kucuran shower.Zian yang melihat tubuh Alin yang basah kuyup langsung menggerayangi nya.


Ia mencium paksa bibir mungil itu, Alin trus mencoba untuk menghindar tapi tenaga nya kalah telak dengan tenaga Zian yang sedang kesetanan ia ******* bibir itu dengan kasar dan kedua tangan nya meremas kedua gundukan kenyal itu.


Alin terus berupaya untuk mendorong Zian yang sudah terbakar gairah.dengan usaha yang keras akhirnya ia pun berhasil lolos dari cengkaraman Zian.Ia mendorong Zian hingga keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


''Hai gadis bodoh cepat kau buka pintu nya,atau kau tak aku izin kan keluar.'' Ancam Zian.


Tapi Alin tak menghiraukan nya ia lebih baik mati di dalam kamar mandi dari pada harus di nodai seperti tadi.Ia hanya berdiam diri di dalam sana dengan baju yang basah kuyup dan badan yang sudah menggigil.


''Pah,Moms Alin gak kuat ,ini baru dua hari tapi hidup Alin sudah seperti neraka .'' Batin Alin.


☆☆☆☆


''Alin sayang,Zian ayo makan malam dulu.'' panggil Moms syita dari balik pintu.


''Iya Momm sebentar lagi kami turun.'' sahut Zian.


Moms Syita pun turun kebawah .


''Pah kok aneh ya Mama gak liat Alin di kamar nya.''


''Mungkin lagi di kamar mandi mungkin mah.''


''Bisa jadi pah,ya sudah kita tunggu saja.''


Karna yang di tunggu tak kunjung keluar Zian pun menggedor kembali pintu kamar mandi itu,tapi tak ada sahutan dari dalam.ia pun mendobrak pintu tersebut dan menemukan Alin yang tergeletak tak sadar kan diri sambil menggigil dan suhu badan yang sangat panas.


Zian menggendong Alin ke rajang dan membaringkan nya.


''Hais bikin susah saja dia! gimana kalau papah dan mama tau ,aku harus jawab apa.'' geram Zian sambil menggusar rambut nya.


Zian menyiram air ke tubuh Alin sontak ia pun bangun dengan ke adaan yang sangat memprihatikan.


''Sudah tidur nya sekarang kau harus bersiap untuk turun makan malam bersama.''


''Tapi aku tak kuat berjalan kepala ku pusing dan badan ku sangat panas.''


''Halah alasan saja kau.'' Zian pun menyeret tubuh Alin untuk bersiap


Setelah Alin siap mereka pun turun kebawah bersama.setelah mendekati meja makan Alin pun pingsan kembali.


''Astaga Alin kamu kenapa?'' pekik Moms Syita.ia meraba kening Alin yang terasa sangat panas.


''Pah Alin demam tinggi ayo panggil dokter sekarang.''


Papah pun menelpon dokter pribadi keluarga Muraq.setelah menelpon Alin pun di bawa kembali ke kamar nya.


''Zian setelah ini papah mau bicara dengan mu.''

__ADS_1


''Hmm iya pah'' Zian hanya acuh dan duduk kembali di meja makan untuk menyantap makan malam nya yang tertunda.


BERSAMBUNG....


__ADS_2