
Setelah ke pergian Zian, ia segera bangkit dan menuju dapur untuk memasak makan siang karna sebentar lagi waktu nya makan siang, Alin mengambil bahan makanan yang ada di dalam kulkas hanya tersisa daging ayam dan sayuran.
Tanpa berfikir panjang ia langsung mengolah nya dan tak butuh waktu lama bagi Alin untuk mengolah nya. setelah selesai ia menghidangkan di atas meja,Tepat saat Zian turun .
''Zian,ayo makan dulu aku sudah masak buat kamu. ''
Tapi yang di tawari hanya diam dan langsung duduk di meja makan tanpa bersuara sedikit pun.Alin yang sudah paham langsung mengambil piring dan menuangkan nasi beserta lauk dan sayuran kedalam piring lalu memberikan nya pada Zian.
Ia makan dalam keadaan yang masih kesal. suapan pertama yang masuk kedalam mulut nya. '' lumayan juga '' yah kata Lumayan yang terlintas di benak nya. usai makan ia pun langsung melenggang pergi.
''Zian '' panggil Alin, ia pun berhenti tanpa membalik kan badan.
''Aku nanti pulang telat ya Zian,mau beli bahan-bahan buat ngisi kulkas. '' sahut Alin lagi.
''Terserah kau,bahkan kau tidak pulang pun aku tak peduli. '' balas Zian dan berjalan kembali menuju pintu.
''Ya Allah,'' Alin hanya bisa menghembus kan nafas nya.
Sore hari setelah pulang Kuliah seperti rencana tadi siang Alin langsung berbelanja kebutuhan dapur setelah membeli semua yang di rasa cukup ia langsung membayar di kasir dan bergegas untuk pulang sebelum Zian pulang. bisa-bisa ia akan di hajar lagi kalau sampai Zian yang pulang duluan.
Hari sudah mulai gelap Alin telah sampai dirumah ia langsung memasak masakan untuk makan malam dah butuh waktu lama untuk Alin menyiapkan semua itu karna ia sudah lihat dalam urusan masak memasak semenjak hidup mandiri.
Jam menunjuk kan pukul 21.00 wib belum ada tanda-tanda kepulangan Zian. Alin sampai ketiduran menunggu sang suami pulang. perut nya pun mulai keroncongan tapi matanya tetap terpejam karna kelelahan seharian beraktifitas.
...----------------...
PAgi ini Alin berangkat ke kampus dengan perasaan gelisah ia tak tau kenapa perasaan tiba-tiba saja tek karuan.
Ia terus berjalan dengan pandangan kosong tak memperhatikan sekeliling nya.
Dari arah yang berlawanan datang sebuah mobil yang melaju sangat kencang. Orang disekitaran berteriak untuk menghentikan Alin tapi Alin tak mendengar karna ia sibuk dengan lamunan nya sendiri.
Mobil itu terus melaju saat akan mendekat Alin baru tersadar tapi ia terlambat Mobil itu terlanjur menyerempet badan nya hingga ia terpental, semua yang berada di dekat Alin langsung berhamburan untuk melihat kondisi nya.
__ADS_1
''Alin,,,Alin apa kau tak apa-apa''
''Alin apa luka mu parah. ''
''Alin ayo kita kerumah sakit''
Dan masih banyak pertanyaan yang di lontar kan kepada Alin. Alin sedikit shock dan melihat seluruh tubuh nya banyak luka lecet tapi untung lah tak ada yang parah. hanya tubuh nya sedikit yang terasa nyeri karna terbentur yang cukup keras sehingga meninggal kan bekas memar.
''Tidak aku tidak apa-apa aku hanya luka lecet sedikit kok. '' ringis Alin.
Saat melihat ada kerumunan Alen yang sedang berboncengan bersama Bagas langsung menghentikan Bagas.
''Stop,, stop Sayang ada apa itu kenapa rame sekali. '' Alen menunjuk kerumunan itu.
''Entah lah sayang ayo kita lihat kesana.''
Mereka pun menerobos masuk kedalam kerumunan dan betapa terkejut nya mereka yang di lihat ternyata adalah Alina.
''Kakak aku tak apa-apa jangan cemas ya. '' Alin berusaha menenangkan Alen agar tak panik
''Tidak kau harus segera kerumah sakit,Bagas ayo bantu gendong Alin kita akan kerumah sakit. '' dengan sigap Bagas langsung membopong tubuh Alin dan membawa nya masuk dalam taksi online yang telah mereka pesan tadi.
''Alin tahan sebentar ya kita akan sampai''
Alin hanya menganguk karna ia mulai merasakan perih di sekujur tubuhnya.
tak lama mereka pun sampai di rumah sakit terdekat .Alin kembali di gendong Oleh Bagas menuju ruangan ICU agar luka nya segara di obati.
Saat Alin sedang di obati Zidan pun datang menghampiri mereka. Yah Zidan langsung mendapatkan kabar dari Alen dia bingung harus mengabaari siapa karna Zian tidak mengangkat telfon nya tadi. akhirnya Alen berisiatif untuk menelfon Zidan saja.
''Gimana Alin? apa dia baik-baik saja?kenapa bisa sampai kecelakaan ? siapa yang sudah berani menabrak nya? dimana sekarang orang yang menabrak nya biar aku hajar dia.''
''Sssstttt Zid berhenti lah bertanya,,,aku juga tidak tau kejadian seperti apa. karna aku belum sempat bertanya pada Alin aku sangat panik dan lupa menanyakan itu pada Alin ''
__ADS_1
Saat mereka masih berdebat soal kenapa dan mengapa,Dokter pun keluar dari dalam ruangan ICU. mereka pun serentak mendekat pada dokter itu untuk menanyakan keadaan Alin.
''Gimana Dok apa Alin baik-baik saja? tanya mereka serempak dan Dokter itu pun tersenyum melihat ke khawatiran mereka.
''Kalian tenang lah dan bersyukur pasien hanya mengalami luka lecet dan sedikit memar di bagian bahu nya karna benturan cukup keras. selain itu tidak ada yang berbahaya dan kalian boleh masuk dan oh ya satu lagi pasien sudah boleh di bawa pulang karna ia memaksa untuk pulang. '' panjang kali lebar penjelasan dokter dan pergi setelah nya.
Mereka pun bergegas masuk karna tidak sabar untuk mendengar cerita Alin.
''Alin apa kau baik-baik saja.?''
''Hais Pea dokter kan udah bicara panjang lebar tadi di luar apa kau tidak mendengar nya.. ''
''Hais iya-iya aku denger tapi aku ingin dengar dari mulut sang pujaan hati. ''
''Heleh kumat,, ingat Alin sudah punya suami Zid. '' sanggah Alen dan itu serasa menampar Zidan dan menyadarkan nya dari kenyataan sesungguhnya.
Tapi Zidan tak menghiraukan nya karna bagi nya saat ini Alin adalah segalanya.
''Sudah-sudah Kak, Zid. aku gak papa kok cuma lecet aja liat ini dah di obati jadi sebentar lagi juga sehat. kalian jangan khawatir ya. oh ya kak jan bilang Papa sama Mommy ya kalau aku kecelakaan nanti mereka khawatir. ''
Alen hanya menghembus nafas kasar
''Oh ya dek kenapa kamu bisa di serempet sama tu mobil?'' tanya Alen yang penasaran.
''Alin gak tau juga tiba-tiba mobil itu melaju dengan sangat kencang dan langsung menuju ke arah ku setelah itu ia kabur. ''
''Hmm seperti nya ini ada unsur kesengajaan aku akan menyelidiki nya. '' sahut Zidan.
Mereka pun serempak menggukan kepala tapi tidak dengan Alin ia tidak ingin masalah ini berlarut-larut jadi ia memohon untuk tidak memperpanjang nya.
" *Aku akan tetap mengusut nya Lin karna nyawa mu sedang dalam bahaya ada musuh di luaran sana yang sedang mengincar mu dan aku tak akan membiarkan itu begitu saja. " batin Zidan.
BERSAMBUNG*......
__ADS_1