JANGAN BENCI AKU

JANGAN BENCI AKU
BAB 32


__ADS_3

Hari berganti hari,setelah dua minggu kejadian hilangnya Alin, Zian merasakan ada sosok yang juga hilang dari sudut hati nya yang paling dalam.


Zian selalu teringat saat-saat dimana Alin selalu ada disetiap sudut ruang untuk sekedar melayani atau mendengar kan hinaan dan caci makian dari Zian.


Dia rindu saat pagi mencium aroma masakan Alin yang sangat pas dilidah nya, dia rindu senyum penuh luka Alin.


Dia rindu menyiksa Alin. entah lah dia benar-benar benci atau dia benar-benar mulai mencintai nya.


"Ini gila!! kenapa aku terus mengingat nya, kenapa aku selalu merindukan sosok rubah kecil itu." Zian menggusar wajah nya kasar.


Selang berapa lama Zoya datang membawakan sarapan pagi untuk Zian.


''Selamat pagi sayang, apa tidur mu nyenyak?'' Sapa Zoya sambil ******* lembut bibir Zian.


''Pagi juga sayang tidurku nyenyak, kau dari mana hmmm?''


''Aku membelikan sarapan pagi untuk mu setelah sedikit berolahraga pagi, ini ayo makan lah. ''


Mereka pun menuju ruang makan berdua Zoya memindahkan bungkusan makanan tadi kedalam wadah lalu memberikan nya pada Zian.


Saat tengah asik menikmati sarapan nya, bel pun berbunyi.


''Siapa sih yang datang pagi-pagi begini? mengganggu saja. '' gerutu Zoya.

__ADS_1


''Biar aku buka dulu ''


'' Tidak kau habis kan saja sarapan itu, biar aku yang bukakan. '' Zoya pun berjalan menuju pintu.


Bel pintu terus berbunyi tanpa henti.


''Iss,,, siapa sih yang membunyikan bel seperti itu tidak sabaran sekali. ''


''Bisa gak sih mencet bel nya sekali saja'' teriak Zoya saat pintu telah terbuka sempurna.


''Plak '' satu tamparan mendarat mulus dipipi Zoya.


''Heh!! siapa kamu yang berani berteriak pada kami, dasar perempuan ******.'' bentak Mommy Syita kembali. Dia tak Terima di teriaki seperti itu dan belum ada yang pernah berteriak di depan nya.


''Pah, Mom ayo masuk. ''


"Apa!!! papa dan Mom, astaga mati aku bisa-bisa gagal jadi calon mantuh nih. " batin Zoya


Mereka pun langsung masuk dan meninggal Zoya yang masih bengong di pintu Zian menyadarkan Zoya dari lamunannya.


Zoya dan Zian pun mengekori mereka dari belakang.


''Papa ada apa tumben kemari?''

__ADS_1


''Apa!! kau masih berani bertanya pada kami kenapa kesini? dimana menantu Mommy dan siapa wanita tak tau diri ini.?'' geram Mommy Syita.


''Mungkin dia pergi dengan laki-laki lain Mom. '' sela Zoya.


''Diam kamu dia bukan wanita seperti mu yang suka bergonta ganti pasangan.''


Bagai disambar petir Zoya tak mampu lagi menjawab perkataan Mommy, maksud hati ingin menjelek kan Alin malah dia yang terpojok sendiri.


Mommy,, sudah Zoya bukan wanita seperti itu dia kekasih ku Mom dan akan menjadi istriku pengganti Alin. '' imbuh Zian.


''Ciihhh,, Mommy tidak sudi punya menantu seperti dia, daripada punya menantu seperti dia lebih baik Mommy mencerotmu dari Kartu keluarga.''


''Sebegitu berharga kah Alin dimata Mommy sehingga lebih memilih dia dari pada anak Mommy sendiri. '' geram Zian.


''Yah,, dia lebih berharga dari pada sampah seperti kalian. ''


''Mommy stop. ''


''Zian kecilkan suaramu jangan berani meninggikan suaramu pada Mommy.'' Sekarang giliran Papah Ervin angkat bicara karena melihat kelakuan Zian yang sudah keterlaluan.


''Papah kasih kamu waktu satu minggu untuk menemukan Alin, kalau tidak ketemu kamu harus siap menanggung akibatnya. ''


Lalu mereka pun keluar dari apartemen Zian dengan perasaan kesal karna melihat sikap Zian seperti.

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2