JANGAN BENCI AKU

JANGAN BENCI AKU
BAB 28


__ADS_3

Setelah Alin membuka mata, Dia di paksa berlutut di hadapan sang penculik. kedua lelaki itu berdiri tepat di belakang Alin.


''Lepas kan, apa yang kau ingin kan dariku brengsek.'' ronta Alin.


''Aku hanya ingin kau enyah dari Zian dan mati di hadapan ku. ''


''Kalau kau menyuruh ku enyah dari hadapan Zian, itu tidak akan ku lakukan karna Zian suamiku Zoya. ''


''Yah,, kau memang istri nya tapi akulah yang dicintai oleh nya, jadi kau tidak berhak atas dirinya. '' Zoya menghempaskan kasar wajah Alin dari cengkeraman nya sehingga meninggalkan bekas sedikit kemerahan akibat kuku Zoya yang sedikit menusuk pipi mulus itu.


''Tidak..aku tidak akan pergi sebelum Zian sendiri yang mengusir ku dan menyuruh untuk pergi dari sisinya.''


Mendengar itu amarah Zoya semakin memuncak Zoya menampar pipi itu dengan keras dan Dia juga menjambak rambut panjang Alin hingga Alin terdongak kebelakang.


Zoya juga memelintir tangan Alin kebelakang sehingga sebelah tangan nya terasa begitu sakit.


Tapi Alin tak kehabisan akal Dia menarik tangan Zoya sebelah kiri sehingga tangan sebelah Alin terlepas. Lalu Alin mengambil alih perkelahian itu dengan sigap Alin memelintir kedua tangan Zoya kebelakang dan tangan satu nya di kalungkan keleher Zoya hingga membuat Zoya tak berdaya.

__ADS_1


''Ingat Zoya aku bukan perempuan lemah jika berhadapan dengan seorang penggoda suami orang seperti mu. apapun akan ku lakukan agar rumah tangga ku tetap utuh,cam kan itu'' bisik Alin yang membuat Zoya semakin meradang.


.


.


.


Sementara itu Zian sampai di apartemen,Dia melihat keadaan apartemen yang sangat gelap lalu Zian berusaha menggapai sakelar lampu agar ruangan itu menjadi terang. Alangkah terkejut nya Zian melihat keadaan apartemen nya yang sudah sangat kacau seperti kapal pecah.


Zian melihat keseluruhannya ruangan dan kamar tapi tak ada sosok yang ia cari.Lalu Zian menelfon Dion untuk menanyakan Alin pada keluarga nya.


🌸🌸🌸


Melihat Zoya yang sedang terancam sontak kedua anak buah nya langsung memegangi tangan Alin sehingga Zoya bisa terlepas.


Zoya menggiring Alin ketepi jurang yang sangat curam, sambil memperhatikan disekitarnya aman agar tidak ada yang melihat aksinya.

__ADS_1


''Matilah kau Alin, ini balasan terhadap apa yang telah kau lakukan ''


Zoya mendorong tubuh Alin jatuh kedalam jurang, tak ada yang bisa menolong karna jurang itu sangat dalam dan jauh dari pemukiman.


''Ya Tuhan,,, jika ini takdirku mati dengan cara seperti ini aku pasrah, karna semua ada ditangan Mu. tolong jaga keluargaku Tuhan, aku tak ingin nanti setelah aku pergi mereka jadi merasa sedih. " Batin Alin saat jatuh kedalam jurang itu.


Alin jatuh dengan memandangi wajah Zoya yang tersenyum licik. hingga akhirnya Alin jatuh kedasar jurang itu.


Setelah memastikan Alin benar-benar tewas didasar jurang dan wajah nya sudah penuh dengan lumuran darah,Mereka pun lalu pergi dari lokasi kejadian.


''Selamat untuk keberhasilan kita,ini bagian untuk kalian dan pergilah untuk beberapa waktu agar tidak ada yang bisa melacak kalian sementara sisanya nanti akan saya transfer. ''


''Baiklah Nona terimakasih banyak. senang bekerja sama dengan anda.'' Para orang bayaran itu pergi sambil mencium amplop yang berisi segepok uang yang di berikan Zoya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Hai.. hai.. bagus nya pemeran utama nya di matiin aja ya biar cerita nya tamat... hahahah makasi buat semua yang udah salalu nungguin cerita receh aku ini. maaf banget kalau aku jarang up. mohon komenan nya di jaga ya kak jangan julid HEHEHE biar gak bikin down.Sumpah nyari inspirasi buat nulis itu gak segampang itu kak... kalau gampang mungkin semua sudah jadi penulis dan aku salut buat author lain yang bisa nulis sampe berbab-bab tiap hari nya. Sekali lagi aku minta maaf kalau jarang up dan membuat para readers kecewa.Makasi buat semua kritik dan saran nya Muachh... muachhh. muachhh...

__ADS_1


__ADS_2