JANGAN BENCI AKU

JANGAN BENCI AKU
BAB 8


__ADS_3

Tak berapa lama terdengar suara pekikan dari Zoya.


Zian dan Dion sontak berlari ke arah keluar,dan melihat Zoya yang telah berlumuran darah di samping Alin yang tengah terduduk.


Zian pun langsung membawa Zoya kerumah sakit sebelum menggendong Zoya, ia melirik Alin dan berkata ''Urusan kita belum selesai kau harus membayar semuanya. '' dengan tatapan membunuh Zian melihat Alin dan berlalu pergi.


Sementara Alin hanya mematung karna syok dengan kejadian yang begitu cepat.


Setelah sampai di rumah sakit Zoya langsung di tangani oleh dokter.Zian menunggu sambil mondar mandir di luar sana,berharap sang kekasih baik-baik saja.


''Awas kau Alin kalau terjadi apa-apa pada kekasih ku,kau akan menerima akibat nya. '' batin Zian...


Sementara itu Zidan langsung menjemput Alin setelah menerima Telp darinya.


''Hai Lin sudah, ini semua hanya kecelakaan ayo ku antar kan pulang. ''


Zidan membantu Alin untuk berdiri dan di papah badan kecil itu menuju lift. Setelah sampai di dalam lift Alin merosot kembali ke lantai ia tak mampu menopang tubuh nya. melihat itu Zidan langsung menggendong tubuh Alin hingga mereka sampai di lantai dasar.


Semua mata tertuju pada Alin yang dalam gendongan Zidan,tapi tak ada yang bertanya satu pun. setelah kluar Zidan langsung membawa Alin pulang kerumah dan di sambut oleh Alena.


''Astaga Alin kenapa Zid?'' tanya Alena


''Nanti kita cerita ya Len sepertinya Alin masih trauma. ''


''Baik lah ayo bawa dia ke kamar. ''


Sesampai di kamar Alin di baring kan di ranjang. mereka masih menunggu Alin untuk normal kembali.


''Alin sayang kamu kenapa dek?''


Mendengar suara Alena, Alin pun langsung memeluk sang kakak sambil menangis sesegukan.


''Sssstttt.... sudah jangan menangis sekarang ceritakan apa yang terjadi. ''


Alin pun menceritakan semua kejadian di kantor Zian termasuk surat kontrak nikah itu, sontak semua pun kaget.


''Apa!! Bajingan '' geram Zidan.

__ADS_1


''Kalian batal kan perjanjian itu aku akan melunasi nya. '' tutur Zidan.


''Tidak bisa di batal kan Zid,karna kalau di batal kan papah akan masuk penjara.'' Tangis Alin. Sementara Alena hanya bisa menghela nafas.


...****************...


Sementara itu di rumah sakit Zian dengan setia menunggu Zoya agar segera sadar tapi tak kunjung sadar kan diri.


''Sayang ayo bangun lah.. jangan seperti ini. '' isak Zian.


''Dion cepat kau periksa cctv di kantor aku ingin lihat apa yang terjadi.''


Dion pun mengangguk dan keluar dari ruangan rawat Zoya. Ia menelfon orang kantor untuk mengirimkan cctv pada saat kejadian. Tak menunggu waktu lama ia menerima notif dari orang kantor dan langsung membukanya.Lalu memberikan rekaman itu pada sang bos.


''Bos ini rekaman yang anda minta.'' Lapor Dion. dan Zian pun melihat rekaman tersebut dimana terlihat Alin mendorong Zoya hingga jatuh ke tangga dan berguling ke bawah.


''Si@lan ada masalah apa perempuan itu dengan Zoya. kenapa dia mendorong nya.?'' geram Zian.


''Dion jangan sampai polisi tau soal ini. aku yang akan menghukum wanita itu,kita liat saja nanti. '' seringai jahat Zian.


''Baik bos... ''


Satu minggu setelah kejadian itu, kini saat nya nikah kontrak itu di laksanakan. mereka menikah di rumah sakit tempat papah Alin di rawat yang belum sadar kan diri.


Tak banyak yang hadir hanya Papa Ervin, Mama Syita, Alena, Bagas dan kedua orang tua si kembar serta penghulu yang akan menikah kan mereka mengganti kan papa Angga yang sedang koma. acara pun di lakukan dengan sangat sederhana. Alin yang memakai kebaya putih dan riasan tipis terlihat sangat cantik sekali.


''Baik lah apa acara bisa kita mulai?'' tanya pak penghulu


''Silahkan penghulu lebih cepat lebih baik. '' jawab Papah Ervin bersemangat


"bismilahirahmanirahim Saya nikahkan engkau ananda Zian Muraq bin Ervin Muraq dengan Alina Hartawan binti Angga Hartawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 1 milyar dibayar tunai."


"Saya terima nikahnya Alina Hartawan binti Angga Hartawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. ''


''Bagaimana saksi sah... ?''


''Sah'' sontak semua orang menjawab

__ADS_1


''Alhamdulillah. '' penghulu pun membacakan doa untuk mereka.


Setelah pembacaan ikan kabul usai penghulu pun pamit pergi. serta papah dan mama Zian pun ikut pamit karna masih banyak lagi pekerjaan yang akan mereka kerjakan.


Sedang kan Zian masih disana melihat Alin yang terus menangis. membuat ia jengah.


''Hmm tante saya permisi ke kantor dulu!! masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. '' ucap Zian.


''Baik lah nak Zian.. tapi jangan memanggil tante lagi karna sekarang kamu adalah bagian dari keluarga ini, jadi panggilah aku Mommy sama seperti Alin. ''


''Baik lah tan,, Mommy aku pamit dulu.'' Lalu Zian keluar tanpa berpamitan pada Alin. sejenak Mommy berfikir tapi ia me maklumi mungkin karna baru jadi Zian lupa untuk berpamitan pada Alin.


''Sayang!!sini Mommy mau bicara. '' Alina pun mendekat .


''Ada apa Momm.?'' tanya Alin.


''Apa kau bahagia nak? maafkan kami gara-gara kami kau harus membayar dengan kebahagiaan mu. '' tangis Mommy.


''Mommy!! Hai sudah jangan menangis ini semua sudah menjadi takdir ku Mommy jadi mom jangan bersedih ya.'' Alin mengusap air mata Mommy Alika.


''Sayang dengar Mommy ya, jadi lah istri yang baik dan penurut untuk suami mu layani dia dengan baik karna sekarang dia adalah imam mu,panutan mu yang harus kau patuhi, dan jadilah menantu yang baik di keluarga Muraq. Jagalah harga diri dan sopan santun mu. jangan biar kan ada celah untuk orang lain menyudutkan mu. Mommy percaya kamu bisa Alin.'' panjang kali lebar Mommy memberikan wejangan pada Alin.


''Iya Mommy, semoga Alin bisa menjadi istri dan menantu yang baik untuk keluarga Muraq. Mommy terus doakan Alin ya semoga rumah tangga Alin berjalan dengan lancar, jaga juga kesetanan Mommy karna Alin tak ingin melihat Mommy juga ikutan sakit. karna jika itu terjadi maka pengorbanan Alin akan terasa sia-sia Mom. ''


''Jangan khawatirkan Mommy sayang,Mommy akan menjaga diri mommy dengan baik. '' mereka pun menangis sambil berpelukan


''Andai Papah dan Mommy tau tentang nikah kontrak itu pasti mereka akan marah dan sangat kecewa. tapi tak ada yang bisa aku lakukan sekarang selain melakukan itu demi papah. '' batin Alin.


Malam menjelang Alin pun di jemput oleh Dion atas perintah Zian.


tok... tok... tok...


Dion pun masuk ke dalam ruangan Papah Angga.


''Permisi Nona, saya ingin mengantarkan anda pulang. ''


'' Hmm baik lah pak Dion tunggu sebentar aku akan berpamitan pada mommy. ''

__ADS_1


Dion pun menunggu Alin di luar ruangan.


BERSAMBUNG......


__ADS_2