
Usai menelfon Dion dan Dokter, Gerald pun kembali melihat keadaan mereka. Dia begitu khawatir pada Alin yang mendapatkan banyak luka lebam di sekujur tubuh nya.
''Zian... Zian hal bodoh apa yang telah kau lakukan pada istrimu. '' Geram Gerald.
Tak lama Dion pun datang setelah di telpon Gerald.
''Astaga Alin kenapa dia?'' pekik Dion.
''Hah.... bro untung kau datang ,saat aku mengantar kan Zian pulang aku sudah menemukan Alin tergeletak di lantai.'' balas Gerald
''Ya sudah kau sudah menelfon dokter kan Rald?''
''Ya,,,aku sudah menelfon mungkin sebentar lagi Dia datang. ''
Dan benar saja tak lama dokter keluarga Muraq pun datang untuk melihat kondisi Alin.
''Gimana dokter ? apa dia baik-baik saja?''
''Syukur lah Nona Alin tidak mengalami luka yang serius hanya memar bekas cambukan di badan nya nanti saya akan meresepkan obat untuk menghilangkan bekas cambukan nya. Dan satu lagi Saya harap setelah Dia sadar tolong rawat Dia dengan baik kalau tidak Saya tidak akan menjamin kalau jiwa nya nanti tidak akan tergoncang karna kejadian ini. Seperti nya Nona Alin sudah banyak mengalami beban mental sehingga ia enggan untuk membuka matanya.Jadi sekali lagi saya mohon setelah nona Alin sadar tolong jaga dia dengan baik. kalau tidak Saya tidak akan berani mengambil resiko jika tuan Muraq tau semua ini. '' Panjang kali lebar Dokter Andi menjelaskan.
''Baik lah dok kami mengerti ''
__ADS_1
''Kalau begitu saya pamit dulu dan jangan lupa tebus obat nya. ''
Dokter Andi pun meninggalkan Apartemen Zian.
Gerald dan Dion pun tetap tinggal di Apartemen milik Zian sampe Zian sadar kan diri agar mereka bisa bertanya pada Zian apa yang terjadi sebenarnya.
Menunggu kedua nya sadar kan diri Mereka pun keluar dan menuju sofa yang ada diruang tengah mereka pun juga ikut merebahkan badan karna ini sudah hampir pagi.
🌺🌺🌺
Pagipun datang,mentari bersinar indah di atas langit dan burung-burung pun saling berkicauan menyambut sang mentari pagi.
Mereka berdua saling memandang.
''Siapa yang memasak di dapur sepagi ini Dion?''
''Ntah lah Rald, aku juga tidak tau,kita kan sama-sama baru bangun. Dan tidak mungkin itu Zian karna Dia tak bisa memasak. Lebih baik kita lihat saja. '' Mereka berdua pun melihat kedapur.
''Alin....'' Pekik mereka.
''Hai!! Apa yang kau lakukan, kau baru sadar dan sudah memasak? Tidak Alin kau harus istrahat. ''
__ADS_1
''Aku tidak apa-apa kok Dion. ''
''Lihat kau masih pucat Nona, sebaik nya kau istirahat. '' saran Gerald.
''Ayo lah Gerald aku baik-baik saja. Jadi izin kan aku memasak sarapan pagi untuk kalian semua.''
Akhirnya Gerald dan Dion membiarkan Alin untuk membuat kan sarapan untuk mereka. Dengan susah payah Alin menyiapkan sarapan karna luka di tubuh nya yang masih terasa,tapi Alin berusaha kelihatan baik-baik saja di depan mereka semua.
.
.
''Dasar kerbau masih saja belum bangun Dia. '' Mereka pun masuk ke dalam kamar Zian dan membangunkan nya.
''Zian bangun ini sudah siang''
''Nanti saja aku masih mengantuk '' gumam Zian.
''Tidak ayo bangun sekarang,sebelum Dokter Andi memberitahukan semua kelakuan mu pada tuan Muraq. '' Ancam Dion dan itu berhasil membangun Zian yang masih mengantuk.
❤❤❤
__ADS_1