
''Papah kasih kamu waktu satu minggu untuk menemukan Alin, kalau tidak ketemu kamu harus siap menanggung akibatnya. ''
Lalu mereka pun keluar dari apartemen Zian dengan perasaan kesal karna melihat sikap Zian seperti.
.
.
.
''Pah!! Mommy gak mau tau pokok nya papa segera cari Alin pah, Mommy gak mau perempuan itu menggantikan menantu mommy. '' gerutu Mom syita.
''Iya sayang, nanti papa akan kerahkan anak buah papa buat cari Alin, kamu sabar dulu ya. ''
Sementara itu Zian dan Zoya terus bertengkar karna Alin. Zoya tak Terima jika Alin selalu mengganggu hidup nya.
''Sayang gimana ini orang tua mu tak setuju dengan hubungan kita.ini semua gara-gara perempuan si@lan itu. ''
''Tidak ini bukan salah dia, coba kamu tak pergi keluar negri untuk mengejar karir mu mungkin kita sekarang sudah bahagia, ini semua salah mu jadi jangan salah kan orang lain. ''
__ADS_1
''Apa!! jadi kamu lebih membela perempuan itu dari pada aku ?''
''Aku tidak membela siapapun Zoya, tapi ini memang kenyataan nya.sudah lah aku keluar dulu, aku pusing dengan semua ini. '' Zian pun meninggal Zoya sendirian.
Zian pun pergi ke kantor, karna pekerjaan nya sudah sangat menumpuk semenjak Dia pergi liburan bersama Zoya.
Sesampai di lobby kantor Zian disambut oleh para karyawan nya, semua menunduk hormat dan memberi salam padanya. sedang kan Zian hanya mengangguk kecil nyaris tak terlihat.
Dia menaiki lift untuk menuju ruangan nya, dan berpapasan dengan Dion.
''Selamat pagi pak '' Sapa Dion.
''Pagi, ayo keruaangan ku'' perintah Zian.
Mereka pun masuk kedalam ruangan yang sama, ''Zian kenapa muka mu kusut begitu, seperti kain yang tidak distrika lecek banget. '' ejek Dion.
''Sudah lah kau diam saja, aku lagi kesal karna posisi ku sedang terancam. ''
''What!! terancam kenapa?siapa yang ingin mencelakai mu, wah cari mati nih orang. ''
__ADS_1
''Kalau masuh yang megincar aku tidak akan takut, ''
''Lah terus siapa yang mengincar mu?gak mungkin dedemit dong ? '' Dion pun tertawa.
''Dasar sialan, makanya dengerin dulu aku bicara baru kau sela. ini belum selesai kau sudah nyerocos kayak emak-emak dipasar yang lagi nawar sayur. ''
''Phhhh,, ok aku akan diam sekarang ayo jelaskan kenapa kau merasa terancam Zian.?''
Zian pun menceritakan semuanya pada Dion tanpa ada yang terlewat kan.
''Nah mampus kau Zian, berarti segala fasilitas mu bakal di cabut, dan kau akan jatuh miskin. dan kita liat apa pacar kesayangan mu itu masih mau menerima kalau kau blangsat nanti. '' ejek Dion.
''Tutup mulut mu Dion, lama-lama ku robek juga mulut lemes mu. '' gerutu Zian.
''buahhahah santai bro, santai mari kita cari jalan keluar nya, kira-kira kau tau tidak dimana Alin bersembunyi.?''
''Dasar dudul kalau aku tau mana mungkin aku akan se gelisah ini. sekarang kau bantu cari dimana rubah kecil itu berada. dan kenapa dia melarikan diri,sepertinya dia ingin bermain-main dengan ku. '' geram Zian.
🔥🔥🔥
__ADS_1
Sementara itu di sebuah desa yang jauh dari pemukiman penduduk Alin berusaha untuk menyembuhkan lukanya. Dia dirawat dengan baik oleh keluarga itu. walau hidup sederhana tapi keluarga itu begitu hangat dan sangat harmonis. Membuat Alin betah berlama-lama disana.
🍁🍁🍁