
Setelah berbelanja ia pun langsung bergegas pulang, agar Zian tidak menunggu lama. sesampai di rumah ia langsung menaruh bahan makanan yang di beli tadi ke dalam kulkas dan mengambil yang perlu untuk di masak hari ini.
Ia dengan telaten memotong semua sayuran dan bumbu-bumbu yang akan di gunakan untuk memasak.
''Selesai,,,, semoga tidak mengecewakan.'' batin Alin
Lalu menaruh semua masakan nya di atas meja. saat semua sudah tertata rapi Zian pun keluar.
''Ayo makan Zian, masakan nya sudah matang. '' tawar Zian.
''Kau pikir aku mau memakan masakan mu,kau makan saja sendiri. '' Zian mencengkram leher Alin dan menghempaskan nya ke lantai dan berlalu pergi.
Alin pun hanya bisa menangis di perlakukan begitu. Setelah melihat ke pergian Zian,ia pun bangkit dan duduk di meja makan dan mulai mengisi perut nya sendri yang memang sudah lapar dari tadi.
Suapan demi suapan ia masukan kemulut dengan air mata yang masih membasahi pipi nya. ''Alin kamu harus kuat ini baru awal belum akhir.'' Alin menyemangati diri nya sendri.
********
Zian pun melajukan mobil menuju rumah sakit di mana Zoya di rawat karna tadi Dokter menelfon keadaan Zoya kembali kritis dan Zian di minta untuk datang. setelah 30 menit perjalanan akhirnya ia pun sampai dan langsung menuju ruangan Zoya.
Ternyata Dokter masih memeriksa keadaan sang kekasih.
''Selamat malam dok gimana keadaan Zoya?'' tanya Zian.
''Hmm begini tuan, tadi keadaan nya sempat kritis tapi sekarang sudah normal kembali. ''
''Syukur lah kalau begitu dok. terimakasih karna menjaga kekasih saya dokter. ''
''Itu sudah tanggung jawab kami Tuan.Baiklah karna kondisi pasien sudah normal kembali saya permisi dulu Tuan. ''
Lalu dokter dan para suster pun meninggal kan ruangan tersebut. Zian memegangi tangan Zoya,mengusap nya dengan lembut.
''Sayang ayo bangun,, buka mata mu sayang, apa kau tak kasian pada ku yang selalu merindukan saat-saat kita berdua. Ayo sayang bangun lah,, bangun demi cinta kita.. ''
Zian terus memegangi tangan lembut itu sampai ia terlelap sambil duduk.saat Zian terlelap tubuh Zoya pun merespon jari Zoya pun bergerak sedikit.merasa ada pergerakan Zian pun terbangun dan memastikan apa yang ia rasakan dan tangan itu kembali bergerak.
Zian pun memencet tombol yang ada di atas kepala Zoya untuk memberi tahukan perawat. tak berapa lama dokter pun datang.
__ADS_1
''Dok,,, barusan Tangan Zoya bergerak '' Zian berbicara dengan sangat berbinar.
''Permisi Tuan biar saya periksa dulu. '' ucap sang dokter Zian pun memberi ruang pada dokter untuk memeriksa.
''Bagaimana dok?''
''Ini suatu kemajuan bagi Nona Zoya. anda harus terus menyemangati Nona Zoya agar cepat kembali pulih. sekarang ia sudah bisa merespon apapun yang kita bicarakan walaupun Nona masih enggan untuk membuka matanya.'' terang Dokter.
''Baik lah dok terimakasih. ''
Setelah respons yang di berikan oleh Zoya,sepanjang malam Zian terus menunggu berharap Zoya akan kembali sadar.
Hingga pagi matahari menyinari seluruh permukaan bumi. Baru Zian pulang dan menitip kan Zoya pada suster yang merawatnya.
''Suster saya pamit pulang dulu. tolong jaga dengan betul kekasih saya. ''
''Baik lah Tuan saya akan menjaga Nona Zoya dengan baik. ''
Zian pun melajukan mobil untuk pulang dan bersiap ke kantor. setelah sampai ia langsung masuk dan menemukan Alin yang tertidur di sofa.
Melihat Alin yang tertidur di sofa ia menguyur wajah cantik itu dengan se ember air. Alin yang baru terlelap pun langsung terkejut dan duduk karna di siram.
''Dasar wanita pemalas jam segini masih tidur. apa di rumah mu tak di ajar kan agar anak gadis itu bangun pagi.'' geram Zian.
''Jangan bawa-bawa keluarga ku dalam masalah ini. '' bentak Alin.
''Hooo,,, sudah berani membentak kau sekarang ya.''
Plak....
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Alin. lalu Zian menarik rambut Alin dan menyeret nya ke kamar mandi.Dan membenamkan kepala Alin beberapa kali ke dalam bathtup.
Setelah puas Zian pun menyuruh Alin untuk membuka celana Zian.
''Untuk apa aku membuka nya? apa yang ingin kau lakukan?'' tanya Alin.
''Kau tak perlu banyak bicara,sekarang turuti perintah ku dan puas kan aku ?'' bentak Zian.
__ADS_1
Alin pun dengan terpaksa membuka celana Zian. ia berjongkok di bawah setelah membuka nya,menyembul lah terong impor milik Zian yang sudah mengeras.
(astaga Author ikutan kaget 🤧 )
Alin pun menelan ludah saat melihat pusaka milik Zian yang begitu mengerikan. muka nya memerah karna baru pertama kali melihat si otong
''Astaga besar sekali '' batin Alin.
Karna melihat Alin yang hanya bengong Zian mengambil paksa tangan Alin menyuruh Alin melakukan gerakan maju mundur.. tidak puas dengan tangan Alin,ia pun menyuruh Alin untuk membuka mulut. lagi-lagi Alin hanya menurut, ia membuka mulut,, tanpa aba-aba Zian langsung memasukan si otong ke dalam mulut membuat Alin tersedak karna ukuran nya yang sangat waw.
Ia menggerakkan kepala Alin maju mundur.Alin yang pasrah hanya mengikuti perkataan Zian.
Zian menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Alin.Ia mengangkat kepala dan mengerang saat ia telah mencapai puncak kenikmatan dan menyemburkan ke wajah Alin.
Alin hanya memejamkan mata nya merasa jijik dengan apa yang sedang ia rasakan.
Setelah merasakan kepuasan Zian pun meninggal Alin dan segera membersihkan diri di kamar mandi yang ada di kamar nya.
Sementara Alin terus merutuki setiap perbuatan Zian padanya. Ia menggosok gigi dan mulut nya dari sisa-sisa semburan larva panas Zian dengan air hingga bibir nya perih dan sedikit berdarah.
''Dasar bejat.. aku salah apa padanya. kenapa dia begitu tega pada ku.'' Alin tidak mau keluar kamar mandi karna ia takut nanti kalau bertemu dengan Zian lagi.
Setelah bersiap Zian pun turun dan tak mendapati Alin ada di bawah.Ia pun menggedor pintu kamar mandi
''Hai kau j@lang keluar lah. jika tidak aku akan mendobrak pintu ini. ''
Dengan terpaksa Alin pun membuka pintu dan keluar hanya menggunakan handuk dan memperlihatkan leher jenjang dan paha mulus Alin.
Melihat itu Zian pun menelan ludah nya. tapi seperkian detik ia tersadar kembali dan melempar kan lembaran uang kemuka Alin.
''Ambil lah sebagai bayaran mu karna telah memuaskan ku. '' Lalu Zian berlalu pergi meninggal kan Alin yang yang terbengong dan sakit hati di perlakukan seperti wanita bayaran.
''Dasar tak punya hati nurani. '' Umpat Alin.
''Hai kau jangan coba-coba mengumpati ku atau kau akan menerima akibat nya lagi. '' Zian pun benar-benar hilang dari pintu setelah mengucapkan perkataan nya.
''Hahhh dari mana dia tau aku mengumpati nya. '' batin Alin.
__ADS_1
Ia pun bergegas ke atas untuk memakai baju sebelum Zian berubah pikiran.
BERSAMBUNG.....