
Melihat Kalung itu pun mata Zoya berbinar cerah ia tak percaya bahwa kalung yang selama ini ia incar sekarang sudah ada di depan mata.
Perlahan Zoya pun melunak ia menerima pemberian Zian dengan senang hati.
''Kali ini ku maaf kan tapi besok besok jangan harap''
''Ia sayang janji besok-besok gak lagi'' Dia pun memasang kan kalung berlian itu ke leher jenjang Zoya dan mengecup sekilas bahu mulus Zoya.
Zian pun merentang kan tangan nya agar Zoya masuk ke dalam pelukan nya. Kedua nya berpelukan sambil berciuman dengan sangat lembut untuk beberapa saat tapi lama-kelamaan ciuman itu menjadi sangat menuntut dan rakus..
Zoya melenguh beberapa kali karna ciuman Zian yang sangat memabukan. Zian sangat pintar dalam hal seperti itu. mereka terus berciuman sambil berjalan menuju sofa yang ada di ruang tamu tersebut.
Zian mendorong pelan tubuh Zoya agar terduduk di sofa,setelah memastikan Zoya duduk dengan nyaman ia kembali melu mat bibir Zoya dan tangan nya pun tak tinggal diam ikut menari menyusui lekuk tubuh Zoya yang sangat menggoda.
Puas berciuman Zian pun turun ke gunung kembar Zoya yang sangat besar,Dia melahap nya dengan hangat rakus, mulut nya menghisap sebelah kanan sementara tangan nya sebelah kiri pun ikut bekerja.
Sore itu mereka lalui dengan sangat panas sekali hingga malam menjelang baru lah mereka mengakhiri permainan mereka yang sudah sangat lama tidak mereka lakukan semenjak Zoya kecelakaan.
''Terimakasih sayang atas malam ini'' Zian kembali mencium pucuk kepala Zoya dan memeluk erat tubuh sintal itu.
''Zian apa kau akan menginap malam ini disini, aku sangat ingin bersama mu sampai pagi. '' dengan nada manja Zoya berusaha membujuk Zian.
''Maaf sayang aku tidak bisa menemani mu malam ini, karna aku harus menjaga wanita pembawa sial itu. ''
''Memang nya dia kenapa sayang?''
''Tadi dia di culik orang dan hampir saja dia di perkosa,untung nya aku datang tepat waktu kalau tidak mungkin dia sudah mati'' terang Zian.
"Si@lan jadi Zian yang telah menggagalkan rencana ku" gerutu Zoya.
__ADS_1
'''Hai sayang kenapa bengong. hmm?''
''Ah tidak,aku hanya ikut prihatin mendengar, aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau aku yang berada di posisi seperti itu. ''
''Aku tidak akan membiarkan itu terjadi padamu sayang jadi kau tidak usah membayangkan nya. Lagian biarkan saja dia merasakan nya. dia pantas untuk mendapat kan nya. '' sengit Zian.
"Hmmm,,,, bagus Zian semakin kau membenci nya aku semakin suka. dan aku berharap kau segera mencerai kan nya. " batin Zoya.
''Ya sudah sana pulang ini sudah malam, kasian dia sendirian dirumah Zian. ''
''Ok deh,,,aku balik sekarang kamu hati-hati di sini ya kalau ada apa-apa segera hubungi aku. '' Zian mengecup kening Zoya dan berlalu meninggal tempat itu.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke apartemen nya mungkin karna ini sudah malam dan jalanan pun tidak terlalu ramai sehingga memudahkan Zian untuk sampai lebih cepat.
Zian sampe di pintu dan langsung masuk ke dalam ruangan itu sangat gelap seperti tidak ada kehidupan, Lalu ia berjalan menuju kamar tanpa sengaja melihat kedalam kamar Alin yang pintu nya tak tertutup.
Setelah melirik Dia pun langsung masuk kembali ke kamar nya karna sangat lelah dengan pertarungan panas antara dia dan Zoya sore tadi.
''Hah segar nya setelah mandi, '' Lalu ia merebah kan tubuh nya di kasur besar nan empuk itu dan tanpa aba-aba mata itu pun terpejam...
***
''Kalian dari mana kenapa muka ditekuk begitu?'' tanya Mommy Alika.
''Gak dari mana-mana kok Mom, kita cuma capek aja makanya muka kayak gini.Tapi anak Mom tetap cantik kan ?'' cengir Alena sambil menaik turun kan alis nya.
Alena sengaja membuat senyum se natural mungkin agar sang ibu tak curiga karna ia tak bisa mengelak jika sudah di desak sang ibu.
Dia tak mungkin menceritakan semua nya pada sang Mommy yang ada nanti Mom bisa pingsan, karna walau bagaimana pun Mommy juga sangat menyayangi Alina.
__ADS_1
''Ya udah sana kamu istirahat biar tuh muka gak kisut lagi''
''Loh kok kisut sih Mom... masih kenceng gini masa di Samain sama nenek '' sungut Alena.
''Bahhahaha iya... iya udah sana masuk bau''
''Nah lo tadi kisut sekarang bau, ih Mommy tau ah aku sebel'' Alen berlalu begitu saja.
Puas meledak anak nya yang hanya tinggal satu di dalam rumah itu, Mommy pun kembali murung ia merasa ada yang di sembunyikan oleh Alena tapi apa Mommy tak bisa menerkanya.
Mommy pun berjalan menuju ruang tengah dimana papa sedang terduduk di kursi roda dengan tubuh yang lemah.
''Pah... papa cepat sembuh,cepat kuat lagi biar kita bisa gendong cucu-cucu kita nanti '' Hibur Alika pada sang suami yang hanya bisa duduk lemah di kursi roda setelah kejadian itu.
Sepulang dari rumah sakit kondisi Papa Angga memang belum membaik bahkan kadang sering drop,itu membuat Mommy Alika sering khawatir pada suaminya. ya walau bagaimana pun sang suami adalah tempat ia bersandar dulu dan hingga kelak mereka menutup usia bersama.
Dan tanpa terasa sudut mata Mommy menetes kan air mata,ia tak percaya bahwa akan mengalami cobaan seperti.Demi papa dan anak-anak nya Dia harus selalu kuat.
Melihat air mata itu mengalir tanpa sadar Papa pun mengangkat tangan nya dan menyusap air mata itu agar tak menetes lagi.
Sungguh begitu sakit melihat sang istri menangis tapi apalah daya papa pun tak bisa berbuat banyak. Dia hanya berusaha untuk sembuh dan semoga akan datang keajaiban agar bisa segara pulih dan membahagiakan keluarga kecil nya lagi.
Walaupun harus mulai dari Nol kembali, tapi itu tak jadi masalah asal bersama orang yang di cintai semua masalah dan rintangan akan terlewati dengan sangat mudah.
Sementara itu Alena yang sudah ada di kamar nya terus memikirkan Alin yang diselamatkan oleh Zian. ''Alin aku bersyukur Zian menolong mu.. tapi kenapa saat aku menelfon nya dia begitu tidak peduli,apa pernikahan mereka baik-baik saja seperti yang selalu di katakan Alin pada kita ?'' Alen terus bermonolog dengan dirinya sendiri
Dia tak bisa membayangkan bagaimana kalau itu benar-benar terjadi....
************BERSAMBUNG************
__ADS_1