
''Astaga Alin kamu kenapa?'' pekik Moms Syita.ia meraba kening Alin yang terasa sangat panas.
''Pah Alin demam tinggi ayo panggil dokter sekarang.''
Papah pun menelpon dokter pribadi keluarga Muraq.setelah menelpon Alin pun di bawa kembali ke kamar nya.
''Zian setelah ini papah mau bicara dengan mu.''
''Hmm iya pah'' Zian hanya acuh dan duduk kembali di meja makan untuk menyantap makan malam nya yang tertunda.
''Zian !! ''Seru papah ervin
'' Iya pah kenapa.''
''Papah mau bicara ,ayo keruangan papah sekarang.''
''Tapi pah Zian kan belum selesai makan.''
''Apa makanan itu lebih penting.'' bentak papa Ervin sambil menggelengkan kepala tak habis pikir dengan sikap putra nya sekarang ini.
Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam ruang kerja Papa Ervin.
''Duduk dan sekarang coba jelas kan apa yang terjadi pada Alin kenapa dia bisa seperti itu?'' tanya Papah Er
''Mana ku tau pah.lagian kenapa sih kalian membela dia terus,disini yang anak kalian dia apa aku '' geram Zian.
Plak...
Papah Ervin menampar Zian yang sudah mulai tidak sopan padanya.
''Apa semua ini ada hubungan nya dengan jal@ng itu? Sehingga sifat mu berubah seperti ini? '' tanya Papa Er
''Stop pah!! Jangan bawa-bawa Zoya dalam masalah ini.dia tidak bersalah justru yang bersalah adalah gadis si@lan itu.dia yang telah mendorong Zoya ku dari tangga hingga tak sadar kan diri sampai sekarang.
''Cukup Zian ,,,buka mata mu lebar-lebar dia bukan lah wanita baik-baik seperti yang ada di pikiran mu.Setelah kau tau siapa dia kau pasti akan menyesalinya.
dan satu hal lagi Jangan pernah kau sakiti Alin lagi.kalau papah sampai melihat nya lagi maka papa akan mencoret nama mu dari kk dan tak akan mendapatkan sepersen pun harta keluarga Muraq kau ingat itu.''
Tapi Zian tak menghirau kan ancaman papah Ervin,ia tetap santai menanggapi nya.
__ADS_1
''Terserah papa yang terpenting bagi ku saat ini adalah kesembuhan Zoya dan balas dendam pada Alin.'' batin Zian.
Pagi hari melihat Alin yang masih tertidur lemas ia menyiram kan se ember air ke muka Alin hingga ia basah kuyup dan langsung terbangun.
''Dasar pemalas dan manja, jangan harap kau bisa bermalas-malasan disini .''
''Tapi aku beneran masih sakit Zian.'' rintih Alin.
'' Ayo cepat bangun siap kan air mandi ku dan semua keperluan kantor ku.''
Dengan berat hati Alin pun bangkit dan menyiapkan semua keperluan Zian.setelah Zian berangkat ia pun kembali tertidur karna demam yang masih sangat tinggi.
Tok....tok...tok...
''Alin sayang Momm masuk ya.?''
''Iya Mom masuk aja gak di kunci'' sahut Alin dari dalam.
Lalu Mommy menaruh sarapan di atas nakas dan memeriksa ke adaan Alin yang masih demam tinggi.
''Astaga sayang demam mu masih tinggi kita kerumah sakit ya?'' bujuk Mommy Syita.
Mommy pun tak bisa memaksa lalu ia menyuapi Alin dengan telaten dan memberikan obat .setelah memastikan Alin tertidur ia pun keluar dengan perlahan dan menuju ruang keluarga yang sudah ada Papa Ervin menunggu.
''Gimana ke adaan Alin mah?''
''Masih panas pah anak kita keterlaluan banget.tega-teganya berbuat seperti itu,kalau keluarga Angga tau pasti mereka akan marah dan membawa Alin pergi.''
''Ini semua gara-gara wanita itu mah.kita harus mencari cara untuk memisahkan mereka.''
''Tapi bagimana cara nya ? Dia aja gak mau denger omongan kita lo pah.'' sungut Mommy.
''Nanti kita pikir kan lagi cepat atau lambat kebusukan nya pasti akan terbongkar.''
''Aamiin ,,,Semoga ya pah.''
✦✦✦✦✦
Sebelum ke kantor Zian menyempat kan diri untuk melihat Zoya terlebih dahalu.
__ADS_1
'' Pagi sayang..'' Zian mengecup kening Zoya dan menaruh sebuket mawar merah kesukaan Zoya.
''Sudah ya tidur nya jangan lama-lama apa kamu gak kangen sama aku.apa kamu gak mau pergi shooping lagi bareng aku.Ayo bangun sayang.'' dan masih banyak lagi perkataan Zian pada Zoya yang masih enggan membuka matanya setelah kecelakan itu.
Tak lama setelah mengunjungi Zoya,Ia pun bergegas ke kantor karna ada rapat penting pagi ini yang harus ia hadiri.
''Pagi Dion, mana jadwal saya hari ini?''
Dion pun menyerah kan jadwal Zian hari ini.setelah itu mereka langsung keruangan meeting.
''Maaf semua nya saya terlambat karna ada halangan sedikit tadi di jalan.'' terang Zian.
''Ah tidak apa-apa pak,perkenal kan saya Rendra asisten nya pak Zidan dan ini bos saya.'' mereka pun berjabat tangan.
Saat berjabat tangan dengan Zidan,Zian pun melirik sekilas
''Ini kah calon yang di jodoh kan untuk Alin? Lumayan tampan aku akan membuat dia menjadi tak berguna.'' akal picik Zian berbicara.
Lalu Zidan pun melepas kan jabatan tangan mereka karna ia enggan untuk bertemu dengan Zian .tapi papa nya memaksa untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan besar itu.
''Kalau bukan karna papah tak sudi aku melihat wajah yang arogan mu itu.'' batin Zidan.
Mereka membicarakan bisnis cukup lama hingga hampir 3 jam baru usai.saat Zidan akan pergi Zian menyindirnya.
''Senang bekerja sama dengan anda tuan Zidan dan satu hal lagi. Aku akan membuat hidup Alin menderita.'' sambil berbisik di telinga Zidan.
Tapi Zidan berusaha tenang ia hanya bisa mengepal kan tangan sambil terus tersenyum.
'' Terimakasih tuan Zian senang juga berbisnis dengan anda.sampai anda melukai Alin saya tidak akan segan-segan membunuh mu.'' Ancam Zidan pelan tapi menusuk.
Zian yang mendengar ancaman itu pun hanya tersenyum tipis dan pergi meninggal kan nya.
Satu minggu setelah kejadian itu Zian meminta pada papah dan Mommy untuk mengizinkan mereka pindah kembali ke apartemen yang ia tempati dulu.
Sebenarnya papah dan Mommy keberatan tapi Zian terus meyakin kan mereka dengan alasan ingin hidup mandiri berdua bersama istri nya.tapi sebenarnya bukan itu tujuan kepindahan mereka,tapi lebih tepat nya ia ingin membangun neraka untuk Alin dan ingin lebih leluasa membalas kan dendam nya pada gadis itu.
Dan sore itu pun mereka pindah ke apartemen yang dulu di tempati Zian.karna sudah lama tak di tempati Apartemen itu pun penuh dengan debu ,ia memaksa Alin untuk membersihkan nya sekarang juga.mau tak mau Alin pun membersihkan seorang diri tanpa bantuan siapa pun .
Lelah itu lah di di rasakan Alin saat ini tapi ia masih harus memasak makan malam untuk dirinya dan sang suami Arogan nya.Melihat tak ada yang bisa di masak ia pun pergi ke swalayan terdekat untuk membeli semua kebutuhan di dapur memakai uang saku yang ia punya.karna Zian belum memberikan uang pada nya,selama di rumah orang tua Zian semua sudah terpenuhi.Jadi ia tak terlalu mementingkan uang pada saat itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....