
Kawanan penculik itu kembali berusaha meraba dan memegang tubuh mungil itu. Dengan senyum jahat mereka terus mengelus-ngelus.
Setelah puas meraba salah satu dari mereka pun langsung maju dan membuka ikat pinggang celana nya dan ia juga berusaha membuka celana Alin. untung saja Alin memakai celana jeans yang cukup ketak sehingga menyulitkan untuk di buka.
Karna tak kunjung terbuka akhirnya ikatan tali itu di lepas,Alin terduduk pria itu terus menarik celana Alin.Setelah terbuka sepenuh nya si pria pun dengan cepat menindih tubuh Alin.
Mereka kembali terpana dengan pemandangan yang ada di depan mereka sungguh benar-benar mulus paha putih dengan segitiga bewarna hitam itu sangat cocok sekali.
Alin yang sadar langsung merapat kan kaki nya agar pria itu tak menarik kembali dalaman nya. tapi Alin tak bisa banyak melawan, tiba-tiba saja mereka merobek nya Alin pun kembali meronta..
B@jingan itu mengarah kan pusaka ke banggan nya ke barang berharga milik Alin yang belum pernah terjamah oleh siapapun.
Buugghhh....
''Sialan siapa yang telah berani mengganggu kesenangan ku'' pekik pria tersebut saat melihat ke arah belakang kawanan penculik itu pun di hajar secara membabi buta sehingga ia tak sempat melawan.
Sementara Alin langsung beringsut kesudut dinding ia berusaha menutupi badan nya dengan cara meringkuk dan menyilangkan tangan ke dada nya.Ia sempat melihat siapa yang menolong dan terkejut
''Zian '' Lirih Alin.
Yah ternyata yang menolong Alin adalah Zian ...
Flasback On (POV Zian )
''''Ha,,,hallo Zian tolong, tolong selamatkan Alin dia barusan di culik orang '' terang Alen.
Mendengar Alin yang di culik Aku hanya acuh dan langsung mematikan telfon secara sepihak.
Aku terus melanjut pekerjaan yang tertunda tapi entah mengapa Aku jadi tidak fokus untuk melanjutkan pekerjaan ku. Akhirnya Aku melacak keberadaan Alin lewat GPS yang terpasang di handfone nya.Aku sengaja memasang GPS agar Aku tau gerak gerik yang di lakukan Alin sehingga tidak akan membuat Aku kerepotan. Dan ternyata benar gps itu sangat membantu untuk ku.
Tak butuh waktu lama Akupun menemukan lokasi keberadaan Alin.Aku dengan segera menyambar jas yang tergeletak di kursi dan berlalu begitu saja dari ruangan kantor ku menuju lokasi keberadaan itu.
Flasback off.
Beruntung Zian datang tepat waktu kalau tidak mungkin ia akan di salah kan dengan kejadian ini.
Setelah semua tumbang Zian mendekati Alin yang tengah meringkuk ketakutan,tatapan itu sangat kosong dan ia terus saja menangis.
__ADS_1
Zian yang tak tega melihat pun memakai kan jas nya pada Alin lalu menggendong tubuh Alin menuju mobil, setelah ia meletak Alin ia pun berputar dan langsung masuk kedalam mobil sambil melajukan mobil nya keluar dari daerah yang sapi dan rawan tersebut.
Di jalan sesekali Zian memandangi wajah Alin yang masih kelihatan takut dan mungkin bahkan Alin akan trauma dengan kejadian ini.
Alin yang mungkin karna lelah tak berapa lama ia pun tertidur dengan keadaan yang masih meringkuk.
Ada sedikit perasaan iba mencuat di hati Zian tangan nya refleks ingin mengelus kepala Alin tapi tak berapa lama ia tersadar dan tak jadi mengelus nya.
Kebencian nya pada Alin sudah terlanjur dalam, ia belum bisa memaafkan Alin begitu saja,ia akan membuat Alin merasakan penderitaan terlebih dahulu baru ia akan melepaskan nya.
Itulah yang ada di benak Zian sekarang. kepedulian nya kembali hilang yang ada sekarang hanya benci... benci dan benci saja.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam mereka pun sampai di apartemen Zian kembali menggendong tubuh mungil itu. kini jarak pandang mereka sangat lah dekat Zian dapat merasakan hembusan nafas Alin yang sangat teratur wajah cantik yang mesti tanpa riasan tebal itu begitu teduh dan siapa pun yang melihat tak akan bisa memalingkan wajah nya.
Zian terus menatap wajah itu dari dekat ada perasaan tidak karuan dari dalam hati nya.
''Kenapa jantung nya berdegup sangat kencang hanya dengan memandangi wajah nya'' pikir Zian.
Secara pelan Zian menidur kan Alin di kasur dan beranjak secara perlahan namun saat akan beranjak Alin langsung memegangi tangan Zian.
Setelah di rasa Alin benar-benar telah terlelap baru ia beranjak secara perlahan keluar dan kembali untuk ke kantor, sebelum ke kantor Zian memesan masakan cepat saji agar nanti Alin sadar ada makanan yang akan dia makan untuk mengisi perut nya.
Sesampai di dalam mobil ponsel Zian pun berdering Dia melihat siapa yang menelfon dengan segera Dia menggeser tombol hijau itu.
📞"Ia hallo sayang... Ada apa hmm "
📞"Sayang kamu, kesini ya aku sangat rindu padamu. " balas Zoya.
📞"Hmm,,, gimana yah aku sekarang gak bisa soalnya aku harus balik kantor dulu, gimana nanti setelah pekerjaan ku selesai aku langsung kesitu ya sayang. "
📞"Gak usah kalau gitu "
Tut.... Tut... Tut...
Zoya mematikan telpon nya secara sepihak karna ia sangat kesal hari ini,rencana untuk melenyapkan Alin gagal lagi.
Zian hanya bisa menghembus kan nafas melihat tingkah dan sifat Zoya yang tak kunjung bisa berubah dari dulu, Setiap ia meminta sesuatu pasti harus segera di turuti kalau tidak akan berakhir seperti ini.
__ADS_1
Jalan satu-satu nya untuk membujuk hanyalah dengan barang-barang branded.Dan Zian tak keberatan dengan hal itu asal sang kekasih tak merajuk lagi.
Benar saja setelah pekerjaan nya selesai Zian segera tancap gas ke tempat Zoya dan tak lupa ia juga membawa berlian yang harga nya sangat mahal, sebagai permintaan maaf nya karna tak bisa langsung menemui nya.
Ting... tung...
bunyi bel Apartemen Zoya. Dan dia pun mengintip siapa yang datang (ngintip nya dark cctv kaya yang di drakor'' itu ya wkwkwk)
Melihat yang datang adalah pundi-pundi rupiah nya Zoya merubah raut wajah nya menjadi cemberut seolah dia sedang marah karna Zian tak langsung datang pada nya.
Ceklek...
''Sore sayang... '' Zian mengecup pipi Zoya tapi ia segera menghindar
''Jangan peluk-peluk dan cium-cium. untuk apa kamu kesini aku gak butuh lagi. '' Sewot Zoya.
''Hais sayang jangan cemberut dong ntar cantik nya hilang. ''
''Oh jadi gitu aku udah gak cantik lagi, ya udah sana pulang kerumah istri mu sudah menunggu. ''
Deg...
Mendengar kata istri Zian sontak terdiam. tapi tak berapa lama ia kembali membujuk Zoya.
''Liat nih aku bawa in kamu kalung berlian Limited Edition hanya ada 3 yang memakai ini.. aku sengaja pesan buat kekasih ku yang paling cantik dan menggemas kan '' bujuk Zian.
Melihat Kalung itu pun mata Zoya berbinar cerah ia tak percaya bahwa kalung yang selama ini ia incar sekarang sudah ada di depan mata.
Perlahan Zoya pun melunak ia menerima pemberian Zian dengan senang hati.
''Kali ini ku maaf kan tapi besok besok jangan harap''
''Ia sayang janji besok-besok gak lagi'' Dia pun memasang kan kalung berlian itu ke leher jenjang Zoya dan mengecup sekilas bahu mulus Zoya.
.............BERSAMBUNG..........
Hai... hai... readers tersayang up lagi ya.. maafkan kalau banyak typo nya hahaha maklum pemula harap di maklumi 🙈😚😚
__ADS_1