
Malam menjelang Alin pun di jemput oleh Dion atas perintah Zian.
tok... tok... tok...
Dion pun masuk ke dalam ruangan Papah Angga.
''Permisi Nona, saya ingin mengantarkan anda pulang. ''
'' Hmm baik lah pak Dion tunggu sebentar aku akan berpamitan pada mommy. ''
Dion pun menunggu Alin di luar ruangan,Tak berapa lama Alin pun keluar.
''Mari pak Dion saya sudah siap. ''
''Baik lah ayo jalan nona Alin. ''
Mereka pun menuju parkiran,Dion membukakan pintu mobil belakang untuk Alin. setelah memastikan Alin masuk dan duduk baru Dion melajukan mobil nya menuju kediaman keluarga Muraq. 30 menit perjalanan mereka pun sampai, lalu di sambut para pelayan yang telah berjejer.
''Selamat malam nona. '' pelayan memberikan hormat sambil sedikit membujuk. melihat penyambutan tersebut Alin sedikit agak terkejut tapi ia mencoba tenang berjalan sambil tersenyum.
''Hai sayang selamat datang di rumah,anggap saja rumah sendiri'' sambut Mommy Syita.
''Iya Mom''
''Apa kau sudah makan malam sayang? Apa kau lelah? Kalau kau lelah istrahat saja di kamar kalian.'' Sambung Mommy antusias.
__ADS_1
''Hmmm aku sudah makan malam Mom,aku mau langsung istrahat saja.''
''Ya sudah bibi tolong antar kan Nona ke kamar nya ya.!!''
Pelayan pun mengantar kan Alin ke kamar Zian dan Alin pun masuk ke dalam kamar yang aura nya sangat dingin dan gelap itu.'' Ini kamar apa kuburan sih kenapa aura nya menakutkan'' batin Alin tapi karna lelah Alin tak mempedulikan nya.Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai ia pun naik ke atas ranjang empuk itu,tak butuh waktu lama untuk nya tidur sampai terlelap.
Malam pun semakin larut,Zian pulang kerumah setelah menimang-nimang dan atas paksaan kedua orang tua nya.
Zian membuka handel pintu dan masuk ke dalam kamar nya,saat hendak membaringkan tubuh di ranjang kebesaran nya Zian melihat Alin yang lebih dulu terlelap.Lalu ia mengguling kan Alin begitu saja ke lantai.
Bughhh
''Au ini sakit sekali'' Teriak Alin.Tapi Zian tak peduli lalu ia merangkak ke atas tempat tidur nya sambil berkata
''Kau tidak boleh tidur di tempat ku,kau hanya boleh tidur di lantai dan ini.'' Zian melempar selimut dan batal ke muka Alin.
''Papah ,Mommy kenapa semua jadi begini? Apa alin bisa melewati ini semua Momm?'' batin Alin menangis sambil menggosok pinggul nya yang sakit akibat terjatuh.Dan dengan isak tangis akhirnya Alin tertidur.
Saat suara azan berkumandang Alin kembali terbangun dan melaksanakan kewajiban nya untuk sholat subuh .setelah selesai Alin pun turun ke bawah dan menuju dapur .
Ia melihat sudah ada bibi dan beberapa pelayan lain nya di sana.
''Pagi Nona'' Sapa para pelayan sambil membungkuk.
''Pagi juga.'' Balas Alin yang agak sedikit canggung.
__ADS_1
''Tidak usah terlalu begitu anggap saja saya sama seperti kalian.'' tukas Alin lembut.
''Tidak Nona walau bagaimana pun Nona adalah istri Tuan mudah jadi kami harus menghormati anda Nona.'' jawab kepala pelayan.
''Ya ....ya terserah kalian saja,Aku ikut bantu ya ajari aku memasak karna selama ini Aku tak bisa memasak.'' terang Alin.
''Baik lah Nona kalau anda tetap bersikeras.''
Lalu para pelayan mengajar kan Alin memasak ,Alin begitu memperhatikan dan menyimak seluruh perkataan kepala pelayan itu.apa yg di suka dan tidak di suka oleh anggota keluarga di rumah ini.
Alin menata masakan nya di atas meja,dan semua orang pun turun berkumpul di meja makan tak terkecuali Zian.
''Mari nyonya ,Tuan di makan ini masakan Nona Alin.'' Ucap kepala pelayan tersebut membanggakan Alin.
Tapi Zian malah langsung menjatuh kan sendok ke piring sehingga menimbul kan bunyi yang cukup keras.
''Aku pergi dulu Pah ,Mom.''
''Tapi makanan mu belum habis'' ucap Mommy
''Biar kan saja Mom,tiba-tiba selera makan ku hilang.aku akan sarapan di kantor saja.'' Zian berlalu pergi begitu saja .
''Huuhh dasar anak kamu itu pah..'' gerutu Moms Syita.
''Biar papah yang bicara sama dia nanti.Alin kamu jangan ambil hati ya.''
__ADS_1
Alin hanya tersenyum tipis melihat perlakuan Zian padanya.
BERSAMBUNG........