JANGAN BENCI AKU

JANGAN BENCI AKU
BAB 17


__ADS_3

''Ya Allah aku lelah... tapi aku tidak akan menyerah, aku hanya lelah saja untuk sesaat. semoga aku bisa meleleh kan bongkahan es itu dan mencairkan nya. '' Batin Alin.Ia pun langsung membereskan sisa makanan Zian dan segera menuju kamar nya karna ia juga sangat lelah hari ini.


''Semoga hari esok lebih baik lagi Aamiin'' Doa Alin sebelum matanya terlelap di kasur empuk nya.


'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


Sebulan setelah kecelakaan itu Alin terus merasa seperti ada orang yang memata-matai nya. Alin belum mau bercerita kesiapa pun tentang kecurigaan nya, karna Alin tak ingin melihat orang-orang di sekitar nya ikut merasakan khawatir pada dirinya. Jadi ia bertekad untuk memastikan dan menangkap basah sendri orang itu.


Dan selama sebulan juga Alin terus di siksa dan di acuh kan oleh Zian. meski kadang Alin merasa ingin menyerah tapi ia teringat kembali tentang keadaan papa yang kondisi nya masih belum stabil.


Setiap hari Alin menjalankan kewajiban sebagai seorang istri yang baik untuk Zian seperti pesan sang Mommy kepada nya ,kebiasaan kecil yang Alin lakukan seperti menyiap baju kekantor dan memasak masakan kesukaan Zian setiap hari membuat ia merasa senang.


Zian pun sudah mulai terbiasa memakan masakan Alin walau dengan perasaan kesal tapi ia tetap menyantap nya.


Zoya kesehatan nya kian hari kian membaik terus saja berusaha mencelakai Alin. Karna ia tak ingin wanita itu begitu saja mendapatkan kebahagiaan yang seharus nya ia miliki dengan segala cara perlahan Zoya mengusik Alin dan membuat hidup Alin mulai tak tenang.


Hari ini Zian sangat senang karna mendapatkan kabar bahwa Zoya telah sadar dari koma nya.


(ceh Zian loe di bodohi Zoya mau-mau aja 🤣)


Ia pun langsung menuju rumah sakit tempat Zoya di rawat. Zoya sengaja memberitahukan bahwa ia telah sadar agar ia lebih leluasa mendekati Zian lagi.


Zian masuk tanpa mengetuk pintu dan masuk begitu saja sontak yang di berada di dalam ruangan itu pun ikut melihat ke arah Zian.


''Maaf kalau saya membuat keributan,karna saya sangat Menantikan hari ini.Gimana keadaan Zoya Dok? apa dia sudah benar-benar pulih ?''


''Hmmm!! seperti yang anda lihat pak Nona Zoya selamat dari masa kritis nya dan keadaan nya mulai membaik. '' Sebenarnya Dokter itu tak tega untuk berbohong kepada Zian tapi apalah daya Zoya terus saja mengancam nya.

__ADS_1


''Ah syukur lah dok... terimakasih banyak karna telah merawat kekasih ku dengan baik. ''


''Tidak usah berterima kasih pak karna itu memang sudah tugas kami. '' Lalu dokter dan suster pun meninggal ruangan itu.


Setelah mereka pergi Zian langsung menghampiri Zoya dan menciumi setiap inci muka Zoya yang tak luput satu pun. Zian begitu bahagia melihat Zoya yang sadar kembali.


''Hai,, sayang udah geli aku gak gak kenapa-napa kok jadi jangan khawatir lagi ya!! '' suaranya dibuat seserak mungkin seperti orang yang memang baru bangun dari tidur panjang nya agar tak ketahuan oleh Zian.


''Berjanji lah sayang kalau kau tak akan meninggalkan aku sendirian lagi seperti ini aku sangat takut kehilangan mu sayang. ''


Zoya hanya menganguk pasrah tapi di dalam hati nya ia bersorak gembira karna Zian masuk ke dalam perangkap nya.


''Zian,,, aku ingin pulang aku bosan disini'' Zoya berbicara semanis mungkin agar Zian tak bisa menolak nya.


''Besok ya sayang kamu kan baru sadar dari koma panjang mu jadi aku tak ingin mengambil resiko. ''


Perasaan nya sangat senang dan ia berencana akan membawa Zoya ke apartemen yang sama dengan nya tapi dengan lantai yang berbeda agar tidak ada yang mencurigai mereka.


Tapi Zoya langsung menolak itu semua karna ia tak ingin jika gerak gerik nya selalu di awasi oleh Zian dan itu akan sangat berbahaya bagi dirinya.


''Zian aku tinggal di apartemen ku saja ya,, aku terlanjur sangat nyaman di sana... '' Zoya terus memohon kepada Zian dan akhirnya Zian pun luluh.


''Yes... enak saja mau ngatur'' aku bukan anak kecil yang harus di kawal kemana pun pergi.'' batin Zoya.


🍁🍁🍁


Keesokan hari nya Zoya pun sudah di izin kan pulang oleh dokter dan Zian terus berada di sisinya seolah tak mau pergi dan tak mau terjadi sesuatu pada pujaan hatinya.

__ADS_1


Sesampai di apartemen Zoya, ia membantu Zoya untuk berbaring setelah dirasa Zoya nyaman dengan posisi nya Zian pun membuat kan bubur untuk nya.


Zian dengan telaten menyuapi Zoya walau di dalam hati Zoya terus mengumpati makanan itu karna ia tidak menyukai nya.


''Menyebalkan sampai kapan ia disini sih?aku kan ingin memanjakan tubuh ku yang sangat lelah.'' pikir Zoya.


Setelah selesai Zian kembali membereskan nya. dan ikut membaringkan kan tubuh nya di sisi Zoya


''Gimana perasaan mu sekarang sayang? kita sudah sampai di sini apa kau senang?''


''Ya aku sangat senang sekali kembali keranjang ku yang nyaman'' tak di pungkiri Zoya memang sangat rindu ranjang empuk dan besar itu tempat ia melepas lelah setiap kali beraktifitas di luar. Zoya mencium bibir Zian sekilas ia sengaja menggoda Zian.


Tapi Zian menahan tengkuk Zoya agar tak melepas nya mereka pun berciuman dengan sangat lembut karna Zian tak ingin Zoya kenapa-kenapa.


Ciuman yang pelan dan lembut itu lama kian lama kian panas dan menuntut tangan Zian pun mencari benda kesukaan nya ia meremas gundukan empuk itu perlahan membuat yang punya pun men de sah pelan.


Melihat Zoya yang hampir di liputi gairah Zian menyudahi aksinya karna ia tak ingin terjadi apapun kepada Zoya yang baru saja keluar dari rumah sakit.


''Maaf ya sayang bukan bermaksud membuat mu kecewa tapi aku takut kalau aku terus kan aku akan melahap mu dan itu tak akan mungkin ku lakukan dalam ke adaan mu yang seperti ini jadi tunggu keadaan mu benar-benar pulih baru kita melakukan nya. '' bujuk Zian agar Zoya tak kecewa sambil mengelus lembut pipi itu.


''Iya sayang aku mengerti kok dan makasi kamu juga selalu mengerti aku. '' Zoya kembali mengecup singkat bibir zian.


Tak berapa lama Zoya pun terlelap dalam dekapan Zian setelah meminum obat nya. melihat Zoya yang sudah tertidur pulas dengan perlahan Zian bangkit dan pergi karna pekerjaan nya masih banyak dan menumpuk.


Setelah merasa Zian benar-benar telah pergi Zoya pun bangun kembali. ternyata dia hanya pura-pura tidur agar Zian cepat pergi.


,,,,,,,,,..BERSAMBUNG,,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2