
POV ALIN ON
Jarum jam masih berdenting
Aku terdiam tak sanggup bergeming
Berdiri ataukah kembali terbaring
Bagaikan kayu yang sudah kering
Jarum jam masih berdenting
Aku masih terdiam berbaring
Meratapi nasib yang demikian menggiring
Menggiringku ke pusatnya, hingga kepala ini pusing
Jarum jam masih berdenting
Aku memberanikan diri untuk berontak
Aku tak mau lagi terdiam berbaring
Karena aku makhluk yang berotak
Aku akan terus melangkah
Berjuang menggapai harapan
Tak peduli anggapan maupun cercaan
__ADS_1
Terus bergerak tidak ada keraguan
Terpeleset jatuh
Tergores luka
Bangkit tuk melangkah
Tak pernah sudi untuk menyerah
Hidup itu sulit
Bagi mereka yang tak mau mencoba
Hidup itu menyebalkan
Bagi mereka yang lemah dan berputus asa
Tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakan
Jangan lemah ketika terjatuh
Bangkit lagi teruskan langkah kehidupan
Agar kelak kita sampai juga di tempat tujuan
*
*
*
__ADS_1
Setelah larut dalam kesedihan yang tak kunjung usai hari Ini Alin kembali menata hari nya agar tak kembali kelam seperti kemaren.
Dia bergegas membersihkan diri lalu turun menuju dapur karna Dia harus menyiap kan sarapan pagi untuk Zian.
Alin mulai memotong-motong bahan makanan untuk Dia masak walaupun hanya nasi goreng tapi Alin cukup merasa senang karna masih ada yang akan dimakan Zian sebelum berangkat ke kantor.
Jam menunjukan tepat pukul 07.00 pagi Zian yang telah rapi langsung menuju meja makan Dia terkejut karna disana sudah tertata rapi sarapan pagi untuk diri nya. Dia merasa heran siapa yang sudah memasak makanan ini. mengingat kejadian kemaren tidak mungkin Alin memasak.
Tak lama Alin pun keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan tentunya sudah segar sehabis mandi.
Melihat Alin yang sudah rapi Zian pun terheran, ''Apa dia tidak trauma dengan kejadian kemaren?'' pikir Zian.
''Mau kemana kamu sudah rapi?''
''Mau ke kampus ada tugas penting hari ini yang tak bisa di tunda jawab Alin santai. ''
''Santai sekali kamu?apa kau telah lupa dengan kejadian kemaren? apa kau tidak trauma? apa jangan-jangan kau yang telah merencanakan penculikan itu agar aku menyelamatkan mu'' Tuduh Zian.
Mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Zian membuat Alin jengah ia tak ingin berdebat dengan Zian dan ia pun tak ingin selalu dituduh macam-macam.
''Lantas kalau aku mengalami hal mengerikan kemaren aku harus terus mengurung diri terus didalam kamar. itu bukan lah sifat ku yang terus larut dalam kesedihan jadi kau jangan berfikir yang macam-macam. Dan satu lagi aku berterimakasih padamu karna telah menyelamatkan ku kemaren. '' Alin berusaha setenang mungkin di depan Zian.
''Halah banyak alesan bilang saja kau ingin mencari simpati ku, Ia kan ?'' sengit Zian.
''Terserah anggapan kamu saja,aku capek berdebat terus dengan mu Zian. ''
Melihat sifat acuh Alin membuat Zian naik pitam. Dia lantas menarik tubuh kecil itu hingga jatuh kedalam pelukan nya Zian menarik paksa tengkuk Alin hingga bibir mereka menyatu dengan sempurna Zian ******* bibir tipis itu degan sangat kasar, membuat Alin kesakitan dan Dia juga menggigit bibir Alin sehingga sedikit mengeluarkan darah.
Alin mendorong tubuh Zian dan beruntung ciuman itu lepas ''Dasar kau tak punya hati nurani Zian.'' Alin berlari keluar sambil menetes kan air mata ini sudah kesekian kali Zian meleceh nya belum lagi rasa trauma akan kejadian kemaren yang berusaha ia hilangkan dari fikiran.
Tapi orang di sekitar nya selalu mengingat kan akan hal yang mengerikan itu.
__ADS_1
.......Bersambung.....
Zian minta di sleding 🙈🙈