
Setelah dipaksa menyetujui perkataan Zian. Dia pun duduk di sofa yang berada di ruangan itu. Alin menaruh rantang yang di titip kan padanya tadi.
Lalu Zian berjalan mendekat sambil menggandeng tangan Zoya. Dan mereka duduk saling berhadapan dengan Zian dan Zoya yang duduk di hadapan Alin.
''Cepat kau hidangkan makanan itu kami sudah lapar. '' hardik Zian.
''Ceh apa kau tidak bisa membuka nya sendiri, lagian aku bukan pelayan mu yang bisa kau suruh-suruh Zian. ''
''Kau berani membantah aku?''
Dengan terpaksa Alin membuka tantang itu dan menyajikan di atas meja. Zian mengambil lalu menyuapi Zoya. Dengan senang hati Zoya menerima suapan Zian. Zoya merasa menang melihat Alin yang di perlakukan seperti.
''Sekarang giliran mu sayang ''Zoya mengambil Alin sendok untuk menyuapi Zian.
"Ceh dasar dua manusia tak tau malu. drama apa lagi yang mereka main kan."gerutu Alin.
''Kalau tidak ada lagi saya permisi '' pamit Alin.
''Hai Alin kenapa buru-buru sekali kamu makan juga dong '' senyum Zoya.
''Tidak saya sudah kenyang lagian saya benar-benar gerah berada satu ruangan dengan orang yang tak punya malu. '' Lalu Alin berdiri dan melangkah hendak keluar.
__ADS_1
Namun naas sebelum dia melangkah Zian lebih dulu menarik tangan Alin hingga Dia terjatuh di kursi dan dengan tiba-tiba Zian melayang kan tamparan nya pada Alin.
''Dasar wanita tak tau diuntung sudah diselamatkan masih saja angkuh. '' Geram Zian.
''Terimakasih bapak Zian yang terhormat karna telah menolong saya.Dan saya tidak pernah melupakan itu. tapi itu semua imbas dengan perlakuan dan penyiksaan mu pada ku. '' Alin akhirnya benar-benar pergi dari ruangan itu setelah mengungkapkan kemarahan nya.
Zian yang geram karna perkataan Alin langsung menyuruh Zoya untuk pulang,mood nya benar-benar hancur oleh Alin.
Zian memberikan salah satu kartu nya untuk Zoya agar ia bisa pergi secepat nya dari ruangan itu. Dia benar-benar dalam kondisi yang sedang di rundung amarah.
🦋🦋🦋
Zian menyusul Alin pulang, Dia sangat marah karna hal tadi siang.setelah sampai Zian langsung masuk kedalam dan mencari keberadaan Alin.
Zian mengobrak abrik seluruh ruangan apartemen nya. Tapi tak menemukan Alin. Zian terus menunggu hingga satu jam lama nya Alin baru pulang.
"Loh siapa yang membuka pintu? apa Zian sudah pulang bukan kah dia sedang bersama ****** itu? " pikir Alin.
Lalu alin masuk dan menutup rapat pintu apartemen itu.
''Zi... Zian kau sudah pulang. '' Alin terlihat gugup melihat tatapan sengit dari Zian.
__ADS_1
''Kau dari mana saja hah?'' Tiba-tiba Zian mencekik leher Alin.
(awas jangan sampe nyanyi ya )
''Aku... aku ..habis berbelanja untuk makan malam, Zian lepaskan ini sakit.'' Rintih Alin.
''Ini hukuman karna kau sudah berani membantah ku di depan umum. ''
''Kalau gitu bunuh saja Aku, jangan mau siksa aku seperti ini. ''
''Ciihhh,!!! Aku tidak akan membiarkan mu mati begitu saja.Kau harus merasa hidup seperti di neraka. Dengan begitu kau akan memohon untuk hidup mu yang menyedihkan ini. ''
Zian kembali menyiksa Alin,Dia mengikat tangan kecil itu dan menampar Alin hingga meninggal kan bekas robekan di sudut bibir nya.
Lalu Zian memaksa Alin untuk menenggak habis alkohol yang ia cekoki ke mulut nya.
Mata Alin memerah ia terus memohon untuk dilepas kan, tapi Zian tak peduli. dalam keadaan Alin yang mabuk Zian terus mencambuk Alin hingga Alin meringis kesakitan tapi tidak terlalu sakit karna ia sekarang sedang berada dalam pengaruh Alkohol.
Hingga mereka berdua sama-sama lelah karna penyiksaan itu. Alin yang lelah di cambuk dan Zian tenaga nya juga terkuras karna melayang kan cambukan itu terus menerus.
Alin terkulai lemah di lantai,......
__ADS_1
🍓🍓🍓
...BERSAMBUNG.....