Jangan Salahkan Aku Meminta Cerai

Jangan Salahkan Aku Meminta Cerai
Eps 13


__ADS_3

Pukul tujuh malam, Ayu baru pulang dari rumah Tari. Wanita ini langsung pergi mandi untuk sekedar menyegarkan diri.


Ayu keluar dari kamar mandi kebetulan ada suaminya juga yang baru memasuki rumah.


Ayu memperhatikan suaminya yang berpakaian tidak seperti biasanya bahkan aroma parfum tercium menusuk ke hidungnya.


"Kamu habis dari mana, mas?" Tanya Ayu.


"Emh.. Biasalah, dari rumah ibu. Kamu baru pulang?" Tanya balik Wawan.


"Iya, barusan!" Jawab Ayu singkat.


Wawan manggut-manggut.


"Kenapa, kok kaya gak percaya gitu?" Tanya Wawan.


"Tidak seperti biasanya mas berpakaian seperti ini bahkan parfum mas, aku baru mencium wangi ini." Ujar Ayu.


"Oh, tadi disana mas sekalian mandi terus minta parfum sama kak Lisa." Jawab Wawan.


"Beneran?" Tanya Ayu memastikan.


"Kalau kamu gak percaya tanya aja sama kak Lisa dan ibu." Ucap Wawan. "Udah sana, kamu ganti baju dulu!" Sambungnya.


Ayu menurut, sementara Wawan memilih membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Pria ini tersenyum-senyum sendiri, entah apa yang ia pikirkan, hanya dia yang tahu.


Merasa tenggorokannya kering, Wawan pun beranjak dari sofa lalu pergi ke dapur untuk mengambil air dingin.


Saat ingin membuka kulkas, Wawan begitu terperangah dengan isi didalamnya. Bagaimana tidak, didalamnya banyak sekali buah-buahan segar serta stok daging dan ikan.


Wawan memasang wajah bingung, dapat darimana ayu untuk membeli buah-buahan serta daging-daging?


"Yu.....yu....." Panggil Wawan dan Ayu bergegas menghampiri.


"Apasih, Mas?" Tanya Ayu.


"Lihat ini yu!" Wawan menunjukan isi kulkas pada Ayu.

__ADS_1


"Kenapa stok di kulkas ini banyak sekali? Dapat darimana kamu uang belanja?" Tanya Wawan mulai curiga.


Belum sempat Ayu membuka suara, Wawan langsung menuduh kembali dirinya.


"Tidak bisa dibiarkan, kamu mencuri kan, Yu!" Tuduh Wawan.


"Yu, biar kita hidup pas-pas tapi kamu tidak boleh seperti itu!"


"Mas, kamu apa-apaan, sih, ini tu di kasih sama kak Tari." Ucap Ayu.


"Ah.., yang bener aja kamu, Yu! Jangan bohong." Ucap Wawan yang tidak percaya.


Ayu mendengus kesal. Tidak habis pikir dengan suaminya yang terus menuduh dirinya.


"Terserah kamu mas, mau percaya apa enggak." Ucap Ayu kemudian berlalu begitu saja kembali kekamar.


Beberapa saat kemudian Wawan pun masuk kekamar menyusul Ayu.


"Yu, kamu cantik banget malam ini." Puji Wawan.


"Oh, bearti dulu-dulu aku gak cantik?"


"Iya, tapi keluar di dalam ya, mas."


"Di luar aja, Yu. Nanti kalau di dalam bisa-bisa jadi anak."


"Loh mas, memangnya kenapa? Kamu belum siap lagi, mas kita udah hampir lima tahun menikah Lo, mas. Masa kamu belum siap juga." Ucap Ayu kesal.


"Kamu kan tahu sendiri, gimana keuangan kita seperti apa."


"Memang seperti apa, aku aja gak tahu gajihmu berapa?" Ketus Ayu.


"Mas, memberi mu jatah tiga puluh ribu tentu saja gajih mas tidak seberapa, Yu."


"Udahlah mas, capek aku dengar alasan itu terus." Ucap Ayu kesal kemudian berbalik membelakangi suaminya dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Gigit jari lah, malam ini Wawan. Pria inipun lalu merebahkan tubuhnya di samping Ayu.

__ADS_1


Keesokan paginya, seperti biasa Ayu akan memasak untuk sarapan, saat membuka kulkas untuk mengambil bahan masakan, alangkah terkejutnya Ayu melihat isi kulkas yang sedikit berkurang bahkan ikan dan daging yang di berikan kakaknya Tari, sudah hilang tanpa jejak.


"Mas...mas...!" Teriak Ayu.


"Ada apa sih, bukannya masak malah teriak-teriak!"


"Mas, kemarin kamu tahu sendiri kan di dalam kulkas ini penuh isinya tapi kenapa berkurang bahkan ikan sama daging yang aku bawa kemarin udah hilang."


"Oh itu, tadi mas suruh ibu kesini untuk ngambil ikan sama daging tapi ibu juga minta yang lain."Ucap Wawan dengan santainya.


Terbakar lah emosi Ayu, wanita ini mengepalkan kedua tangannya erat-erat seraya menatap tajam wajah suaminya yang merasa tidak berdosa sama sekali.


"Mas....!" Teriak Ayu dengan suara memekakkan telinga.


"Astaga, Ayu! Kamu kaya orang kesurupan teriak-teriak begitu."


"Kamu sudah gila mas!" Ucap Ayu dengan suara tinggi. "Kenapa kamu malah kamu berikan semuanya, nanti kita makan apa, hah? Kamu tahu sendiri itu di kasih kak Tari untuk ku bukan untuk ibu mu." Ayu menatap Wawan dengan amarah meluap-luap.


"Apa salahnya, dia ibu ku dan aku hanya ingin berbagi dengan orang tua ku!" Ucap Wawan yang merasa tidak terima.


Mata Ayu berkilat marah. Nafasnya menjadi sangat cepat.


"Kamu itu seharusnya mikir mas, kamu mau makan enak tiap hari tapi ngasih uang belanja cuma tiga puluh ribu. Giliran udah ada makanan enak, malah seenaknya kamu suruh ibu kamu ambil tanpa seizin ku!"


"Kamu gak usah perhitungan, Yu. Itu ibu aku orang tua kamu juga."


"Sakit jiwa kamu, mas...!" Jerit Ayu kemudian wanita ini langsung beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu.


"Heh, Yu..! Kamu ga bikinin suami mu sarapan?" Teriak Wawan dari arah dapur.


"Kamu sarapan aja di rumah ibu kamu!" Ketus Ayu.


"Dasar istri durhaka!" Umpat Wawan.


Tanpa memikirkan perasaan istrinya, Wawan pergi begitu saja ke rumah ibunya untuk sarapan.


Sedangkan Ayu, wanita ini menangis karena tingkah menyebalkan suaminya yang makin hari semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


Setelah puas menangis, Ayu pun pergi kekamar mandi untuk mencuci wajahnya yang lengket sebab karena air mata, kemudian ia bergegas pergi berangkat kerja.


__ADS_2