Jangan Salahkan Aku Meminta Cerai

Jangan Salahkan Aku Meminta Cerai
Eps 19


__ADS_3

Bruk......


Wawan jatuh terguling-guling dari sepeda motornya. Pria itu pun mengaduh kesakitan saat lutut dan jidat nya menghantam aspal.


Untung saja warga yang ada di sekitar jalan dengan sigap langsung menolong Wawan dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Bu Nining yang mendengar anaknya masuk rumah sakit, bergegas pergi malam itu juga bersama Lisa.


"Bagaimana keadaan anak saya, dok?" Tanya Bu Nining.


"Anak ibu baik-baik saja, hanya mengalami luka ringan. Tapi kemungkinan kami akan melakukan pemeriksaan lagi."


"Syukurlah. Kalau begitu kapan adik saya bisa sadar?" Tanya Lisa.


"Kemungkinan tengah malam nanti, Pasien ini akan segera sadar." Jawab dokter.


Bu Nining dan Lisa yang mendengar itu langsung menghela nafas lega.


Tepat pukul sebelas malam, Wawan sudah sadarkan diri. Lisa yang duduk disamping brankar adiknya, segera memanggil dokter.


Selang beberapa saat dokter dan perawat masuk untuk memeriksa kondisi Wawan.


Setelah memeriksa kondisi Wawan, Dokter mengatakan jika Wawan akan segera membaik.


"Jadi kapan adik saya bisa pulang, dok?"


"Mengingat ada cidera di kepala, sepertinya adik anda harus dirawat sampai dua hari ke depan." Ucap dokter.


"Baik, dok. Terimakasih." Ucap Lisa dan dokter pun pamit pergi.


"Wawan, istri kamu kemana?" Tanya Lisa.


"Dirumah kakaknya." Jawab Wawan.


"Tega banget. Suami lagi sakit bukannya diurus malah keluyuran." Ucap Bu Nining.


"Sepertinya ayu nggak tahu Wawan masuk rumah sakit." Ucap Wawan yang membela istrinya.


"Bela terus...!" Seru Lisa.


"Udahlah, kak. Kepala ku makin sakit ini dengar ibu sama kakak ngoceh terus. Ponsel ku mana, sini berikan..!"


Bu Nining dan Lisa mendengus kesal.


Setelah mendapatkan ponselnya, Wawan bergegas menelepon Ayu. Masih sama, istrinya tidak meangkat telpon hingga membuat Wawan mengumpat kesal.


"Istrimu itu benar-benar gak tahu diri. Suami lagi sakit malah ditinggal. Dasar perempuan gatal itu istri kamu, udah punya suami masih aja keluyuran...!!" Omel Bu Nining seketika membuat Wawan tersindir.


"Benar apa yang dikatakan ibu, Wan. Istri kamu itu nggak bisa apa-apa. Biasanya cuma ngabisin uang kamu aja untuk foya-foya." Sambung Lisa.


"Ibu sama kak Lisa, nggak usah nyalahin Ayu. Ayu pergi juga karena Wawan." Ucap Wawan membuat Bu Nining dan Lisa saling pandang.


"Maksud kamu apa?" Tanya Lisa.

__ADS_1


"Biasalah kak. Masalah rumah tangga." Jawab Wawan.


"Cepat kamu hubungi istri kamu, suruh jagain kamu..!! Ibu nggak betah sama bau rumah sakit." Titah Bu Nining.


"Iya, kakak juga." Sahut Lisa.


"Jadi ibu sama kak Lisa gak mau jagain aku?" Tanya Wawan.


"Bukan begitu, tapi kamu tahu sendiri kan ibu sama kakak mu gak betah kalau berlama-lama dirumah sakit."


"Tapi aku kan lagi sakit Bu, jadi aku minta tolong sama ibu dan kak Lisa untuk jagain aku."


"Aduh, kamu kan punya istri, jadi suruh aja istri kamu yang nggak becus itu." Ucap Lisa yang tidak peduli dengan adiknya.


"Ayu masih marah sama aku. Kakak tau sendiri kan, aku telpon tapi gak di angkat-angkat."


"Istri kamu itu mau enaknya aja, Wan!" Ucap Lisa.


"Ibu bilang juga apa, Ayu itu nikahin kamu cuma mau ngabisin uang kamu aja. Coba lihat, kamu lagi susah gini nggak peduli sama kamu." Ucap Bu Nining.


"Dasar benalu istri kamu itu..!" Sambung Lisa.


"Udahlah, kalau ibu sama kakak mau pulang, pulang aja. sudah tahu aku masih sakit, malah diajak berdebat." Ucap Wawan yang merasa geram kepada ibu dan kakaknya.


"Ayo bu kita pulang aja. Biarkan istri dia yang gak tahu diri itu yang ngurus!" Ucap Lisa yang masa bodoh.


Keesokan harinya, Ayu masih berada dirumah Tari. Wanita ini enggan pulang kerumah tapi entah mengapa hati kecilnya menyuruh dirinya untuk pulang.


"Kamu kenapa?" Tanya Tari yang menghampiri Ayu dimeja makan.


"Mikirin Wawan paling." Ujar Tari.


"Nggak ah."


"Setidaknya kamu telpon atau kirim pesan suami kamu, biar dia nggak khawatir."


Ayu menurut, ia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel setelah itu ia kembali lagi ke ruang makan.


Alangkah kagetnya Ayu ketika ia memeriksa ponselnya. Puluhan panggilan keluar bahkan sampai ada beberapa pesan masuk dari suaminya. Ayu tidak mengetahuinya karena ponselnya ia mode pesawat.


"Kak, sepertinya aku harus ke rumah sakit." Ucap Ayu.


"Loh, siapa yang sakit?" Tanya Tari.


"Wawan. Tadi malam pulang dari sini jatuh dari motor."


"Ya udah, ayo kita pergi ke rumah sakit." Ucap Tari dan diiyakan oleh Ayu.


Keduanya pergi dengan menggunakan mobil milik Tari. Selama perjalanan Ayu tampak gelisah dan cemas. Seburuk apapun Wawan, ia masih tetap suaminya.


Beberapa saat, Tari dan Ayu sudah sampai dirumah sakit dan langsung menuju keruangan dimana Wawan dirawat.


Ceklek......

__ADS_1


Ayu membuka pintu lalu berlari menghampiri Wawan yang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Mas, kamu gak apa-apa kan?" Tanya Ayu panik.


Bukannya menjawab, Wawan justru menampakkan senyum lebarnya melihat kedatangan istrinya, Ayu.


"Kok kamu malah senyum-senyum sih?" Ayu merasa heran. "Bukannya kata mas kondisi mas parah?"


"Yu, mas kira kamu udah nggak mau lagi ketemu mas." Ucap Wawan senang.


"Mas terpaksa bilang kalau mas sakit parah agar kamu mau datang kesini."


Ayu menautkan kedua alisnya.


"Jadi kamu membohongi aku?" Tanya Ayu sinis.


"Bukan begitu..."


Ceklek..


Pintu terbuka dan masuklah dokter dan seorang perawat untuk memeriksa kondisi Wawan.


"Bagaimana keadaan suami saya, dok?" Tanya Ayu membuat Wawan tersenyum-senyum sendiri.


"Keadaan suami ibu sudah membaik. Sore nanti sudah bisa pulang." Ucap Dokter.


"Terimakasih, dok." Ucap Ayu.


Sore harinya, Wawan dan Ayu pulang dengan diantar oleh Tari. Sesampainya dirumah, Ayu langsung menuntun suaminya menuju kekamar lalu membantu merebahkannya di kasur.


"Hai, Wawan awas aja ya kalau aku dengar kamu menyakiti adikku lagi." Ucap Tari sebelum pulang.


"Kak Tari tenang aja. Aku nggak akan menyakiti Ayu lagi karena Aku cinta banget sama adik kakak ini." Ucap Wawan sambil tersenyum menatap arah istrinya.


"Buktikan aja lah, jangan cuma janji manis. Sukur-sukur Ayu ngasih kamu kesempatan. Kalau kamu menyia-nyiakan kesempatan itu, akan ku suruh Ayu ceraiin kamu..!" Ancam Tari.


Setelah mengatakan itu, Tari pun pamit pulang karena hari sudah sore.


"Mas, aku tinggal dulu ya." Ucap Ayu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Wawan.


"Mau masak untuk makan malam."


"Oh iya.."


Ayu pun keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk memasak makanan kesukaan suaminya.


Merasa bosan dikamar, Wawan memutuskan untuk menyusul istrinya ke dapur. Sesampainya didapur, pria ini tertegun sejenak sambil memperhatikan istrinya yang sedang memasak membelakangi dirinya. Wawan tersenyum kemudian berjalan mendekati istrinya lalu memeluk pinggangnya dari belakang.


"Kamu masak apa?" Bisik Wawan.


"Ikan gurami asam manis."

__ADS_1


Wawan tersenyum ternyata istrinya masih memperhatikan kebutuhannya.


"Mas, sebaiknya kamu tunggu didalam kamar aja." Ucap Ayu dan diiyakan oleh Wawan.


__ADS_2